Contoh Slip Gaji Karyawan Tanpa Excel 

Aplikasi Payroll - Hitung Gaji, Hitung BPJS, Hitung PPh 21, Hitung Lembur, Payroll Software Terbaik | Gadjian

Hingga saat ini masih ada perusahaan yang belum tertib memberikan slip gaji karyawan. Tak jarang bukti penggajian itu disusulkan beberapa minggu setelah tanggal pembayaran. Bahkan, ada karyawan yang harus meminta surat keterangan penghasilan ke bagian keuangan perusahaan sebagai syarat administrasi pengajuan kredit, hanya karena selama ini ia tidak pernah menerima slip gaji.

Perusahaan seperti ini mungkin beranggapan yang terpenting gaji telah dibayarkan tepat waktu, sedangkan slip gaji hanya sekedar kertas yang sifatnya tidak mendesak atau hanya diberikan jika diminta karyawan. Padahal, slip gaji sama pentingnya dengan gaji, dan keduanya merupakan hak karyawan.

Menurut hukum ketenagakerjaan, slip gaji sifatnya wajib diberikan saat tanggal penggajian. Pasal 17 ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan No 78 Tahun 2015, menyebutkan:

Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah yang diterima oleh pekerja/buruh pada saat upah dibayarkan.  

Bagi perusahaan, manfaat slip gaji adalah sebagai dokumen keuangan terkait pengeluaran perusahaan untuk gaji. Sedangkan bagi karyawan, selain sebagai bukti penghasilan resmi yang dapat digunakan untuk penilaian kelayakan kredit, slip gaji memberikan informasi tertulis mengenai berapa total penghasilannya dan terdiri dari komponen apa saja, berapa potongannya, dan berapa yang ia terima. 

Bagi kedua pihak, slip gaji menghindarkan dari selisih paham perhitungan upah dan komponennya. Apabila karyawan merasa nominal gaji yang diterima tidak sesuai dengan yang seharusnya, ia dapat memeriksa rincian yang tercetak di dokumen itu.

Slip gaji sekurang-kurangnya memuat hal berikut:

  1. Nama dan logo perusahaan. Sebagai dokumen resmi, slip gaji harus memuat nama perusahaan, beserta logo jika ada, sebagai otoritas yang mengeluarkannya. Nama perusahaan juga terkait dengan masalah pajak penghasilan karyawan yang tercantum di slip gaji, di mana perusahaan merupakan badan pemotong PPh 21.
  2. Identitas karyawan. Slip gaji harus memuat nama karyawan, golongan jabatan, nomor induk karyawan, serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) terkait dengan pemotongan PPh 21. Karyawan yang tak punya NPWP dikenai pajak penghasilan 120% dari tarif yang berlaku untuk pemilik NPWP.
  3. Tanggal pembayaran. Meskipun waktu penggajian sudah disepakati dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, slip gaji tetap harus mencatumkan tanggal pembayaran gaji. Ini berguna untuk menghindari perselisihan apabila karyawan mengklaim bahwa gaji terlambat atau belum masuk rekening.
  4. Rincian komponen dan perhitungannya. Penghasilan karyawan terdiri atas sejumlah komponen penambah dan pengurang, yang semuanya harus tercantum dalam slip gaji.

Baca Juga: 3 Komponen Upah dalam Penggajian Menurut Undang-Undang

a. Komponen penambah penghasilan terdiri atas:

  1. Gaji pokok, sebagai imbalan pekerjaan yang besarnya ditetapkan sesuai golongan jabatan atau tanggung jawab pekerjaan.
  2. Tunjangan tetap, yang dibayarkan secara tetap dan teratur dan tidak dipengaruhi oleh kehadiran atau prestasi karyawan, misalnya tunjangan jabatan.
  3. Tunjangan tidak tetap, yang dibayarkan secara tidak tetap atau dipengaruhi oleh kehadiran karyawan, misalnya tunjangan makan dan tunjangan transportasi.
  4. Upah lembur, yang dihitung berdasarkan ketentuan Kepmenaker 102/2004.
  5. Penghasilan non-upah, yang meliputi tunjangan hari raya (THR) keagamaan, bonus, komisi, gratifikasi, dan lainnya.

b. Komponen pengurang penghasilan terdiri atas:

  1. PPh 21, dihitung dan dipotong oleh perusahaan sebagai pemberi kerja.
  2. Iuran BPJS Kesehatan, sebesar 1% dari upah karyawan.
  3. Iuran BPJS Ketenagakerjaan, sebesar 2% dari upah untuk Jaminan Hari Tua (JHT) dan 1% dari upah untuk Jaminan Pensiun (JP).
  4. Potongan angsuran pinjaman karyawan, jika ada.

5. Keterangan “private and confidential”. Ini perlu dicantumkan sebagai pengingat bahwa slip gaji adalah dokumen pribadi yang sifatnya rahasia, sehingga semua informasi di dalamnya hanya diketahui oleh perusahaan (admin penggajian) dan karyawan bersangkutan. 

Untuk membuat format slip gaji seperti di atas, cara yang paling umum adalah menggunakan spreadsheet semacam Excel. Kamu dapat menggunakan form template slip gaji untuk semua karyawan di perusahaanmu, kemudian memasukkan setiap komponen gaji.

Ada sejumlah komponen yang mesti dihitung lebih dulu, misalnya tunjangan kehadiran yang dihitung berdasarkan rekap absensi karyawan, jam lembur dan upah lembur berdasarkan rumus yang ditetapkan pemerintah, serta pajak penghasilan PPh 21. Setelah beres, baru dipindahkan ke slip gaji.

Karena slip gaji merupakan perhitungan akumulatif, jika ada komponen yang salah hitung, maka akibatnya salah semua di akhir. Misalnya seperti ini: 

  1. Rekap absensi keliru → tunjangan kehadiran keliru → jumlah penghasilan keliru → PPh 21 keliru
  2. Hitung jam lembur keliru → upah lembur keliru → jumlah penghasilan keliru → PPh 21 keliru

Karena itu, menyusun slip gaji Excel menuntut ketelitian ekstra, dan tentu saja menguras waktu dan tenaga. Jika kamu menginginkan solusi perhitungan cepat dan akurat, kamu perlu menggunakan payroll software Gadjian yang efisien.

Aplikasi penggajian berbasis cloud terbaik di Indonesia ini menawarkan penyusunan slip gaji otomatis, sehingga kamu tak perlu membuatnya di Excel yang rumit dan merepotkan. Sistem di aplikasi akan menyusun slip gaji berdasarkan komponen gaji di perusahaanmu.

Baca Juga: 3 Komponen Upah dalam Penggajian Menurut Undang-Undang

Sedangkan perhitungan semua komponen dilakukan melalui sistem hitung gaji online, meminimalkan risiko kesalahan htung yang banyak disebabkan oleh human error. Komponen lembur dan PPh 21 yang rumit juga dapat diselesaikan dengan mudah, dan hasilnya otomatis muncul dalam slip gaji. 

Berikut ini contoh slip gaji karyawan dengan aplikasi Gadjian:

Contoh Slip Gaji Karyawan Tetap atau Slip Gaji Karyawan PKWT | Gadjian

Di luar sistem hitung otomatis, kelebihan dari aplikasi penggajian Gadjian selain hemat kertas adalah lebih menjamin kerahasiaan dan privasi karyawan. Sebab, hanya admin penggajian dan karyawan bersangkutan yang dapat mengaksesnya. Ini berbeda dengan slip gaji kertas yang kerap terlambat diedarkan, berisiko tercecer, atau jatuh ke tangan orang lain. 

Slip gaji online juga memungkinkan pengecekan lebih cepat. Bukti pembayaran ini diberikan tepat bersamaan dengan pembayaran gaji, sehingga karyawan langsung dapat mencocokan nominal yang masuk ke rekeningnya dengan slip gaji online di aplikasi Gadjian.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share