6 Faktor yang Memengaruhi Besar-Kecilnya Kompensasi Karyawan

Kompensasi yang dibayarkan langsung kepada karyawan memiliki besaran yang tidak sama. Penyebabnya, setiap perusahaan memiliki kebijakan pemberian kompensasi yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal organisasi maupun eksternal. Faktor apa saja itu?

1. Biaya Hidup

Perbedaan tingkat biaya hidup antar-daerah dapat menyebabkan perbedaan kompensasi karyawan. Biaya hidup tinggi juga melahirkan tuntutan pekerja atas upah yang lebih tinggi pula.

Untuk menunjang biaya hidup yang layak, perusahaan yang mempekerjakan karyawan di daerah dengan tingkat biaya hidup tinggi umumnya memberikan gaji pokok lebih besar atau kompensasi lain dalam bentuk tunjangan kemahalan. Misalnya, perusahaan di Jakarta yang memiliki karyawan di kantor cabang yang berlokasi di daerah yang biaya hidupnya tinggi, seperti Jayapura, memberikan tunjangan kemahalan.

2. Regulasi Pemerintah

Besarnya kompensasi juga dipengaruhi oleh faktor peraturan perundang-undangan terkait upah. Misalnya, pemberian kompensasi karyawan wajib mengacu pada upah minimum yang berlaku di setiap daerah. UU Ketenagakerjaan dan PP Pengupahan melarang perusahaan membayar upah karyawan lebih rendah dari upah minimum provinsi (UMP) dan upah kota/kabupaten (UMK).

Baca Juga: 5 Tujuan Perusahaan dalam Menentukan Kompensasi Karyawan

Meski persentase kenaikan upah minimum setiap tahun ditentukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, besarnya UMP dan UMK di setiap daerah tidak sama karena ditetapkan oleh masing-masing gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dewan pengupahan provinsi. Karena itu, besarnya gaji karyawan antar-daerah bisa berbeda meski untuk jabatan dan sektor usaha yang sama.

3. Kompensasi Perusahaan Lain

Nilai kompensasi juga dipengaruhi oleh upah di perusahaan lain yang bergerak di sektor usaha yang sama. Karena itu, sebelum perusahaan menawarkan kompensasi kepada calon karyawan, HR umumnya sudah melakukan survei gaji di perusahaan lain.

Ini akan menjadi dasar menentukan seberapa besar perusahaan akan membayar imbalan karyawan, apakah di kisaran upah pasaran atau lebih tinggi. Pemberian kompensasi lebih tinggi akan menarik lebih banyak pencari kerja dan memudahkan perusahaan memilih yang terbaik.

4. Kemampuan Perusahaan

Kompensasi juga dipengaruhi faktor internal, yakni kemampuan finansial perusahaan. Perusahaan berskala besar atau punya reputasi bagus tentu  bisa memberikan kompensasi yang besar bagi karyawannya, seperti gaji, berbagai tunjangan kesejahteraan, dan fasilitas.

Namun, tidak demikian dengan perusahaan kecil dan menengah. Meski ingin bersaing dengan kompetitor dalam merekrut karyawan yang cakap, mereka tetap harus realistis mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan. Memaksakan pemberian kompensasi langsung yang nilainya terlalu tinggi tidak hanya berdampak pada inefisiensi, tetapi juga dapat menyebabkan kesenjangan upah di perusahaan.

5. Jenis Pekerjaan dan Tanggung Jawab

Perusahaan merupakan sebuah bentuk organisasi bisnis yang menerapkan sistem pembagian kerja yang jelas dan terukur, dengan berbagai jenis pekerjaan dan tanggung jawab. Semakin besar tanggung jawab karyawan, semakin besar pula kompensasi yang ia peroleh, sesuai dengan struktur dan skala upah.

Misalnya, karena tanggung jawab yang lebih besar, seorang kepala bagian berhak memperoleh kompensasi lebih besar daripada supervisor. Ini merupakan bentuk keadilan dalam pemberian kompensasi.

Baca Juga: Bentuk-Bentuk Kompensasi Karyawan di Perusahaan

6. Peranan Serikat Buruh

Kompensasi karyawan juga dipengaruhi oleh peran serikat buruh, terutama dalam perjanjian kerja bersama. Tuntutan atas tunjangan tertentu dari serikat buruh memungkinkan perusahaan memenuhinya.

Sebagai HR di perusahaan, kamu wajib tahu bahwa kompensasi bisa berbentuk uang dan bukan uang. Kompensasi berupa uang antara lain upah, tunjangan, bonus, dan komisi, sedangkan kompensasi tidak berupa uang bisa diberikan dalam bentuk fasilitas.

Menghitung kompensasi berupa uang merupakan pekerjaan rutin HR setiap penggajian. Kamu masih menghitungnya dengan cara manual menggunakan Excel di komputer kantor? Cara itu cukup melelahkan dan menghabiskan waktu.

Kamu perlu mencoba payroll software Gadjian yang serba otomatis dalam mengerjakan perhitungan gaji, lembur, tunjangan, bonus, dan segala macam penghasilan karyawan. HR software ini cukup mudah digunakan oleh siapa saja yang ingin menyelesaikan tugas-tugas administrasi HR lebih efisien dan minim kesalahan.

Setiap tanggal penggajian, kamu tak perlu lagi pusing menghitung gaji dan segala komponennya satu per satu. Gadjian memiliki kalkulator gaji online yang bisa kamu andalkan dalam perhitungan slip gaji karyawan.

Karena merupakan aplikasi payroll online, kamu bisa mengelola administrasi karyawan di mana saja selama kamu terkoneksi dengan internet. Bahkan, kamu juga bisa langsung membayar gaji semua karyawan hanya dengan sekali klik. Mau coba?

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share