Rumus Menghitung Kenaikan Gaji Karyawan

Aplikasi Payroll - Hitung Gaji, Hitung BPJS, Hitung PPh 21, Hitung Lembur, Payroll Software Terbaik | Gadjian

Kenaikan upah karyawan pada umumnya ditetapkan oleh perusahaan dalam bentuk persentase. Misalnya, pada akhir tahun, pemimpin perusahaan mengumumkan per Januari tahun berikutnya, upah pekerja akan mengalami kenaikan 5%.

Dengan persentase, maka nominal kenaikan gaji karyawan tidaklah sama, kecuali mereka yang memiliki besaran upah yang sama. Sebab, persentase berbanding lurus dengan nilai nominal, atau semakin besar gaji karyawan sesuai golongan jabatannya, maka semakin besar tambahan rupiahnya.

Menghitung Kenaikan Upah

Untuk perencanaan keuangan perusahaan, kamu yang bekerja di divisi HR dan finance tentunya akan menghitung besaran tambahan upah setiap karyawan setelah mengetahui persentase kenaikan. Bila dilakukan secara manual, kamu bisa menggunakan rumus menghitung kenaikan gaji karyawan yang cukup sederhana ini:

Kenaikan Upah = Gaji Awal x Persentase Kenaikan Gaji

Contoh:
Perusahaan kamu mengumumkan kenaikan upah 7% untuk semua golongan jabatan. Ketiga karyawati di perusahaanmu memiliki gaji berbeda, Lintang bergaji Rp 4.000.000, Sekar Rp 5.000.000, dan Ajeng Rp 6.000.000. Maka perhitungan kenaikan upahnya seperti berikut:

Tambahan gaji Lintang = gaji awal x persentase kenaikan gaji
Tambahan gaji Lintang = Rp 4.000.000 x 7%
Tambahan gaji Lintang = Rp 280.000

Tambahan gaji Sekar = gaji awal x persentase kenaikan gaji
Tambahan gaji Sekar = Rp 5.000.000 x 7%
Tambahan gaji Sekar = Rp 350.000

Tambahan gaji Ajeng = gaji awal x persentase kenaikan gaji
Tambahan gaji Ajeng = Rp 6.000.000 x 7%
Tambahan gaji Ajeng = Rp 420.000

Dengan demikian, meski persentase kenaikan gaji sama-sama 7%, ketiganya mendapat tambahan rupiah yang berbeda. Lintang mendapat kenaikan sebesar Rp 280.000, Sekar Rp 350.000, dan Ajeng Rp 420.000.

Baca Juga: Hubungan Inflasi dengan Kenaikan Gaji Karyawan

Menghitung Upah Baru

Setelah persentase kenaikan upah diketahui, kamu juga dapat langsung menghitung upah baru karyawan, dengan rumusan yang juga sederhana seperti ini:

Upah baru = gaji awal x (100% + persentase kenaikan gaji)

Contoh: Dewan direksi di perusahaan kamu memutuskan menaikan gaji karyawan sebesar 6%. Berapa gaji baru yang akan diterima masing-masing karyawan berikut yang sekarang memiliki gaji berbeda, Tito Rp 7.000.000, Johan Rp 8.000.000, dan Mona Rp 9.000.000?

Upah baru Tito = gaji awal x (100% + persentase kenaikan gaji)
Upah baru Tito = Rp 7.000.000 x (100% + 6%)
Upah baru Tito = Rp 7.420.000

Upah baru Johan = gaji awal x (100% + persentase kenaikan gaji)
Upah baru Johan = Rp 8.000.000 x (100% + 6%)
Upah baru Johan = Rp 8.480.000

Upah baru Mona = gaji awal x (100% + persentase kenaikan gaji)
Upah baru Mona = Rp 9.000.000 x (100% + 6%)
Upah baru Mona = Rp 9.540.000

Perhitungan sederhana ini bisa kamu lakukan dengan Excel atau spreadsheet lainnya. Namun, persoalannya, dalam administrasi penggajian, tambahan upah atau kenaikan gaji tidak sekadar menambah besaran gaji, tetapi juga mengubah banyak komponen penyusun slip gaji.

Jika gaji naik, perhitungan upah lembur juga berubah karena upah per jam naik. Begitu juga dengan tunjangan hari raya (THR), iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta potongan pajak penghasilan, semuanya berubah karena perhitungannya menggunakan persentase atas upah karyawan.

Baca Juga: Cara Menentukan Kenaikan Gaji Karyawan

Konsekuensinya, saat kenaikan gaji karyawanmu, kamu harus menghitung perubahan komponen penggajian satu per satu. Pekerjaan yang memakan waktu ini bisa kamu tinggalkan jika menggunakan payroll software Gadjian dengan sistem hitung gaji online.

Semua komponen slip gaji yang berubah dapat dihitung dengan mudah dengan aplikasi berbasis cloud yang bekerja secara otomatis ini. Bahkan, untuk perhitungan yang rumit sekalipun, seperti perubahan PPh 21 akibat kenaikan gaji, Gadjian dapat menyelesaikannya secara cepat dan akurat.

HR software ini juga memiliki fitur struktur dan skala upah, untuk membantu perusahaan menyusun struktur dan skala upah karyawan secara otomatis. Dengan begitu, kamu punya pedoman kisaran kenaikan upah yang telah disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Jadi, jika mau mudah mengelola kebijakan pengupahan beserta administrasinya, Gadjian solusinya.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share