Rumus Gross Up PPh 21 Karyawan 

Metode gross up merupakan salah satu opsi perhitungan PPh 21 karyawan yang diperbolehkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, selain gross dan nett. Jika metode gross memberikan gaji bruto dengan pajak ditanggung karyawan dan metode nett memberikan gaji bersih dengan pajak ditanggung perusahaan, maka metode gross up sedikit lebih rumit dengan perhitungan tunjangan pajak di depan.

  • Gross: Karyawan dijanjikan gaji Rp 10.000.000, namun menerima Rp 9.607.843, karena dipotong PPh 21 sebesar Rp 392.157.
  • Nett: Karyawan dijanjikan gaji Rp 10.000.000, dan menerima Rp 10.000.000. Pajak PPh 21 sebesar Rp 392.157 ditanggung oleh perusahaan.
  • Gross up: Karyawan dijanjikan gaji Rp 10.392.157 (termasuk tunjangan pajak), namun menerima Rp 10.000.000 karena dipotong PPh 21 sebesar Rp 392.157.

Dalam metode nett, perusahaan menanggung pajak karyawan. Menurut Pasal 8 Peraturan Dirjen Pajak No PER-16/PJ/2016, pajak yang ditanggung pemberi kerja termasuk penerimaan dalam bentuk kenikmatan dan bukan merupakan penghasilan karyawan, sehingga tidak dipotong pajak.

Sedangkan dalam metode gross up, perusahaan memberikan tunjangan pajak sebesar pajak yang dipotong. Tunjangan pajak ini termasuk penghasilan (objek PPh 21), sehingga ditambahkan ke dalam gaji bruto, dan dikenai potongan pajak. Bagi perusahaan, tunjangan pajak karyawan bisa menjadi pengurang penghasilan bruto perusahaan dalam perhitungan PPh badan.

Ada 2 langkah dalam menghitung PPh 21 gross up, yaitu:

1. Menghitung Tunjangan Pajak

Untuk menghitung tunjangan PPh 21 diperlukan rumus gross up PPh 21, agar  nominal tunjangannya sama    persis dengan pajak yang akan dipotong nantinya. Rumusnya seperti berikut:

Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Tunjangan PPh 21

Rp 0 – Rp 47.500.000

(PKP setahun – 0) x 5/95 + 0

Rp 47.500.000 – Rp 217.500.000

(PKP setahun – Rp 47.500.000) x 15/85 + Rp 2.500.000
Rp 217.500.000 – Rp 405.000.000

(PKP setahun – Rp 217.500.000) x 25/75 + Rp 32.500.000

Lebih dari Rp 405.000.000

(PKP setahun – Rp 405.000.000) x 30/70 + Rp 95.000.000

Agar lebih jelas, berikut contoh menghitung tunjangan pajak atas gaji karyawan Rp 8.000.000. Tentukan lebih dulu jumlah Penghasilan Kena Pajaknya.

Gaji setahun (12 x Rp 8.000.000)

Rp 96.000.000

Dikurangi:
Biaya jabatan setahun (12 x 5% x Rp 8.000.000)

(Rp  4.800.000)

Penghasilan netto setahun    

Rp  91.200.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak TK/0 (tidak kawin tanpa tanggungan)

(Rp  54.000.000)

Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Rp  37.200.000

Karena PKP antara Rp 0 sampai dengan Rp 47.500.000, maka berlaku rumus:

Tunjangan PPh 21 setahun:
= (PKP setahun – 0) x 5/95 + 0
= 37.200.000 x 5/95
= Rp 1.957.895

Tunjangan PPh 21 sebulan adalah Rp 1.957.895 : 12 bulan = Rp 163.158

2. Menghitung Potongan PPh 21 Gross Up

Setelah didapat nominal tunjangan pajak, langkah selanjutnya adalah memasukkan angka tersebut ke dalam penghasilan bruto karyawan untuk perhitungan PPh 21. Perhitungan yang benar akan menghasilkan potongan PPh 21 yang besarnya sama persis dengan tunjangan pajak, seperti bagian tercetak tebal berikut ini:

Gaji
Tunjangan pajak PPh 21

Rp 8.000.000
Rp  163.158 +

Penghasilan Bruto

Rp 8.163.158

Dikurangi:
Biaya jabatan: 5% x Rp 8.000.000

(Rp  400.000)

Penghasilan Bersih

Rp 7.763.158

Penghasilan bersih setahun 

Rp 93.157.896

Dikurangi:
Penghasilan Tidak Kena Pajak TK/0 (tidak kawin tanpa tanggungan)

(Rp 54.000.000)

Penghasilan Kena Pajak

Rp 39.157.896

Tarif PPh 21 : 5% x Rp 39.157.896

Rp 1.957.895

PPh 21 terutang setahun 

Rp 1.957.895

PPh 21 terutang sebulan

Rp 163.158

Dengan rumus seperti di atas, jika perusahaan ingin karyawan memperoleh take home pay (gaji bersih) Rp 8.000.000, maka perusahaan perlu membayar penghasilan bruto Rp 8.163.158. 

Gaji 

Rp 8.000.000

Tunjangan pajak

Rp  163.158

Pajak PPh 21

Rp 163.158

Total penghasilan

Rp 8.163.158 Total potongan

Rp 163.158

Take home pay

Rp 8.000.000

Cara hitung PPh 21 gross up di atas membuatmu pusing dan menguras waktu? Tenang, ada cara lain yang lebih efisien dan akurat menggunakan payroll software Gadjian. Aplikasi penggajian ini memiliki fitur hitung PPh 21 Online yang dapat menghitung pajak penghasilan karyawan dengan metode gross, gross up, maupun nett secara otomatis.

Hasil hitungnya akan muncul di slip gajionline karyawan sebagai pengurang gaji bruto karyawan. Dengan aplikasi ini, kamu tak perlu lagi menghitung gaji karyawan dan komponennya secara manual, sebab dengan kalkulator online Gadjian semua akan terakumulasi dan menghasilkan gaji bersih yang akan diterima karyawan.

Karena berbasis cloud, Gadjian didesain dengan sistem hitung yang fleksibel dibanding software on-premise. Misalnya, jika ada perubahaan peraturan perpajakan, contohnya PTKP yang kerap berubah, maka Gadjian akan memperbarui dan menyesuaikan sistem hitung PPh 21 dengan ketentuan pemerintah terbaru.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share