Perbedaan Perhitungan Pajak Nett, Gross, dan Gross Up

Image by wirestock on Freepik - Metode Perhitungan Pajak

Perhitungan pajak Nett, Gross, dan Gross Up adalah tiga metode pemotongan PPh 21 karyawan yang berbeda dalam menentukan siapa yang menanggung beban pajak.

Nett ditanggung perusahaan, Gross ditanggung karyawan sendiri, dan Gross Up diberikan sebagai tunjangan pajak agar penghasilan bersih karyawan tetap utuh.

Namun sejak PMK 168/2023, hanya metode gross dan gross up yang berlaku dalam penghitungan PPh 21 dengan tarif efektif dan tarif progresif.

Baca Selengkapnya di Apakah Metode Nett PPh 21 Masih Berlaku?


Perusahaan memiliki kewajiban untuk mendorong karyawan membayar pajak, baik dengan cara memotong gaji karyawan, atau memberikan tunjangan tertentu. Untuk itu, terdapat tiga metode perhitungan pajak, yaitu Nett, Gross, dan Gross Up. Di bawah ini ada 4 hal penting yang harus HR ketahui tentang perbedaan cara perhitungan pajak penghasilan (PPh 21).

Apa Saja Metode Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21?

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016, ada tiga metode yang dapat digunakan dalam menghitung PPh 21. Secara garis besar, ketiga metode hitung PPh 21 dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Nett, merupakan metode pemotongan pajak dimana perusahaan menanggung pajak karyawannya.
  2. Gross, merupakan metode pemotongan pajak dimana karyawan menanggung sendiri jumlah pajak penghasilannya.
  3. Gross up, merupakan metode pemotongan pajak dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang jumlahnya sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan.

Apa Perbedaan Metode Perhitungan Pajak Nett vs Gross?

Perbedaan metode perhitungan PPh 21 antara nett dan gross umumnya terjadi diawali dari besaran penghasilan yang semula dijanjikan kepada calon karyawan.

Perhitungan Nett

metode nett
Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan Metode Nett | Gadjian

  1. Dalam perhitungan nett, karyawan dijanjikan untuk mendapat penghasilan bersih suatu nominal tertentu (Rp 3.500.000).
  2. Untuk memenuhi janji tersebut, perusahaan memberikan subsidi pajak sebesar pajak penghasilan karyawan (Rp 175.000).
  3. Perusahaan sebenarnya membayar lebih (Rp 3.675.000) dari apa yang dijanjikan kepada karyawan (R. 3.500.000).

Baca Juga: Tarif Pajak PTKP 2024 dan Contoh Penggunaannya

Perhitungan Gross

metode gross
Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan Metode Gross | Gadjian
  1. Dalam perhitungan gross, karyawan dijanjikan untuk mendapat penghasilan kotor suatu nominal tertentu (Rp 3.500.000).
  2. Pajak penghasilan yang timbul (Rp 175.000) menjadi tanggung jawab karyawan sepenuhnya.
  3. Perusahaan cukup membayar sebesar apa yang dijanjikan kepada karyawan (Rp 3.500.000) karena tidak ada subsidi pajak penghasilan.
cta perhitungan pajak

Keunggulan Perhitungan Metode Gross

Perhitungan Gross lebih adil bagi karyawan, karena menurut Pasal 11 PP 78/2015 tentang Pengupahan,

“Setiap Pekerja/Buruh berhak memperoleh upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya.”

Maksudnya, dengan karyawan menanggung PPh 21 terutangnya sendiri, penghasilan bruto karyawan tidak terpengaruh oleh PTKP.

Kelemahan Perhitungan Metode Nett

Perhitungan Nett mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari perhitungan semula.

Selain itu, semisal perusahaan akan menganggarkan kenaikan gaji, maka yang perlu dipertimbangkan adalah persentase kenaikan gaji dihitung berdasarkan keseluruhan Take Home Pay? Terakhir, biasanya perhitungan Nett akan menyulitkan penyusunan anggaran perusahaan karena harus menghitung subsidi pajak terlebih dahulu.

Baca Juga: Cara Lapor Pajak Perorangan Anti Ribet di Aplikasi Gadjian

Hitung Pajak Mudah dengan Gadjian

Aplikasi perhitungan pajak
Aplikasi HRIS Online | Gadjian

Apapun metode menghitung PPh 21 yang dipilih, pekerjaan ini memang menguras waktu Divisi HR. Untuk menghindari adanya kesalahan dalam perhitungan PPh 21, ada baiknya perusahaan menggunakan aplikasi gaji yang akan membantu memastikan pelaporan pajak berjalan dengan lancar.

Gadjian adalah aplikasi HR terlengkap, dimana Anda juga dapat mengunduh file .csv untuk diimpor ke e-SPT PPh 21 dan Form 1721 A1 bagi karyawan tetap, bahkan Anda juga dapat melakukan pembetulan PPh 21 di Gadjian. Anda bisa mencurahkan perhatian lebih banyak ke program peningkatan sumber daya manusia.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Sumber

PER-16/PJ/2016 tentang Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan PPh 21/26. JDIH Kemenkeu.

PP No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. JDIH Kemnaker.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Metode Nett adalah cara pemotongan pajak di mana perusahaan menanggung pajak karyawan. Dalam metode ini, karyawan dijanjikan penghasilan bersih tertentu, dan perusahaan memberikan subsidi pajak agar penghasilan tersebut tercapai.

Dalam metode Gross, karyawan dijanjikan penghasilan kotor tertentu, dan pajak penghasilan yang timbul menjadi tanggung jawab karyawan sepenuhnya. Perusahaan hanya membayar jumlah yang dijanjikan tanpa subsidi pajak.

Metode Gross Up adalah cara pemotongan pajak di mana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan, sehingga penghasilan bersih karyawan tetap utuh.

Setelah PMK 168/2023, hanya metode Gross dan Gross Up yang berlaku dalam penghitungan PPh 21 dengan tarif efektif dan tarif progresif, sehingga metode Nett tidak lagi digunakan.

Kelebihan metode Gross adalah lebih adil bagi karyawan, karena penghasilan bruto karyawan tidak terpengaruh oleh PTKP, dan perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk subsidi pajak.

Kelemahan metode Nett adalah perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih besar dari yang dijanjikan kepada karyawan, dan dapat menyulitkan penyusunan anggaran perusahaan karena perlu menghitung subsidi pajak.

Perusahaan memiliki kewajiban untuk mendorong karyawan membayar pajak, baik melalui pemotongan gaji atau memberikan tunjangan tertentu untuk memastikan karyawan memenuhi kewajiban pajak mereka.

Perusahaan harus mempertimbangkan biaya tambahan yang dikeluarkan untuk subsidi pajak dan bagaimana kenaikan gaji akan dihitung berdasarkan keseluruhan Take Home Pay karyawan.

Disarankan agar perusahaan menggunakan aplikasi gaji untuk membantu memastikan pelaporan pajak berjalan dengan lancar dan menghindari kesalahan dalam perhitungan PPh 21.

Baca Juga Artikel Lainnya