Perbedaan Perhitungan Pajak Nett, Gross, dan Gross Up

Penggajian merupakan upaya perusahaan untuk menghargai jerih payah karyawan, serta bermaksud untuk meningkatkan motivasi kerja mereka. Sementara itu, pembayaran pajak adalah upaya warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa. Pada praktiknya, perusahaan wajib mendorong karyawan untuk membayar pajak, baik dengan cara memotong gaji karyawan, atau memberikan tunjangan tertentu. Untuk itu, terdapat tiga metode perhitungan pajak, yaitu Nett, Gross, dan Gross Up. Di bawah ini ada 4 hal penting yang harus HR ketahui tentang perbedaan cara perhitungan pajak penghasilan (PPh 21).

Hitung PPh 21 Karyawan Tanpa Repot | Gadjian

Definisi Metode Perhitungan PPh 21

Secara garis besar, ketiga metode hitung PPh 21 dapat diartikan sebagai berikut:

  1. Nett, merupakan metode pemotongan pajak dimana perusahaan menanggung pajak karyawannya.
  2. Gross, merupakan metode pemotongan pajak dimana karyawan menanggung sendiri jumlah pajak penghasilannya.
  3. Gross up, merupakan metode pemotongan pajak dimana perusahaan memberikan tunjangan pajak yang jumlahnya sama besar dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan.

Perhitungan Nett vs Gross

Perbedaan metode perhitungan PPh 21 antara nett dan gross umumnya terjadi diawali dari besaran penghasilan yang semula dijanjikan kepada calon karyawan.

Perhitungan Nett

Gaji Pokok Rp 3.500.000
Subsidi Pajak Rp 175.000 Pajak Penghasilan Rp 175.000
Total Pendapatan Rp 3.675.000 Total Potongan Rp 175.000
Take Home Pay Rp 3.500.000
  1. Dalam perhitungan nett, karyawan dijanjikan untuk mendapat penghasilan bersih suatu nominal tertentu (Rp 3.500.000).
  2. Untuk memenuhi janji tersebut, perusahaan memberikan subsidi pajak sebesar pajak penghasilan karyawan (Rp 175.000).
  3. Perusahaan sebenarnya membayar lebih (Rp 3.675.000) dari apa yang dijanjikan kepada karyawan (R. 3.500.000).

Perhitungan Gross

Gaji Pokok Rp 3.500.000
Subsidi Pajak Pajak Penghasilan Rp 175.000
Total Pendapatan Rp 3.500.000 Total Potongan Rp 175.000
Take Home Pay Rp 3.325.000
  1. Dalam perhitungan gross, karyawan dijanjikan untuk mendapat penghasilan kotor suatu nominal tertentu (Rp 3.500.000).
  2. Pajak penghasilan yang timbul (Rp 175.000) menjadi tanggung jawab karyawan sepenuhnya.
  3. Perusahaan cukup membayar sebesar apa yang dijanjikan kepada karyawan (Rp 3.500.000) karena tidak ada subsidi pajak penghasilan.

Baca Juga: Panduan Lengkap Perhitungan PPh 21 Berdasarkan PTKP Terkini

Keunggulan Perhitungan Metode Gross

Perhitungan Gross lebih adil bagi karyawan, karena menurut Pasal 11 PP 78/2015 tentang Pengupahan,

“setiap Pekerja/Buruh berhak memperoleh upah yang sama untuk pekerjaan yang sama nilainya.”

Maksudnya, dengan karyawan menanggung PPh 21 terutangnya sendiri, penghasilan bruto karyawan tidak terpengaruh oleh PTKP.

Kelemahan Perhitungan Metode Nett

Perhitungan Nett mengakibatkan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dari perhitungan semula. Selain itu, semisal perusahaan akan menganggarkan kenaikan gaji, maka yang perlu dipertimbangkan adalah persentase kenaikan gaji dihitung berdasarkan keseluruhan Take Home Pay? Terakhir, biasanya perhitungan Nett akan menyulitkan penyusunan anggaran perusahaan karena harus menghitung subsidi pajak terlebih dahulu.

Apapun metode menghitung PPh 21 yang dipilih, pekerjaan ini memang menguras waktu Divisi HR. Untuk menghindari adanya kesalahan dalam perhitungan PPh 21, ada baiknya perusahaan menggunakan aplikasi gaji yang akan membantu memastikan pelaporan pajak berjalan dengan lancar. Gadjian adalah aplikasi HR terlengkap, dimana Anda juga dapat mengunduh file .csv untuk diimpor ke e-SPT PPh 21 dan Form 1721 A1 bagi karyawan tetap, bahkan Anda juga dapat melakukan pembetulan PPh 21 di Gadjian. Anda bisa mencurahkan perhatian lebih banyak ke program peningkatan sumber daya manusia.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

 

Share