Perhitungan PPh 21 Gross Up Karyawan

PPh 21 Gross Up

Pada praktiknya, ada perusahaan yang memberikan tunjangan pajak kepada karyawan setiap bulan sebesar jumlah pajak penghasilan yang dipotong dari gaji. Tunjangan yang ditambahkan ke dalam penghasilan bruto karyawan yang dikenai PPh 21 merupakan perhitungan PPh 21 yang menggunakan metode gross up.

Apakah perusahaanmu termasuk yang memiliki model penggajian semacam ini? Jika ya, berarti kamu perlu menerapkan perhitungan PPh 21 gross up. Dibandingkan gross, metode gross up lebih rumit meskipun keduanya sama-sama memotong pajak dari pendapatan kotor karyawan.

Baca Juga: Potongan Slip Gaji Bagian 4: Pajak Penghasilan (PPh 21)

Rumus Perhitungan

Cara menghitung PPh 21 gross up bisa dilakukan dengan dua langkah, yaitu menghitungkan tunjangan pajak penghasilan dan kemudian menghitung potongan pajaknya. Dengan demikian, gaji karyawan dinaikkan dulu sebesar pajak penghasilan, baru kemudian dikurangi PPh 21-nya.

Untuk mendapatkan angka yang sama besar dengan potongan PPh 21, tunjangan pajak dihitung berdasarkan besarnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) dengan mengikuti formula berikut ini:

PPh 21 Gross Up
Contoh Perhitungan PPh 21 Gross Up Karyawan | Gadjian

Baca Juga: Perbedaan Perhitungan Pajak Nett, Gross, dan Gross Up

Contoh Perhitungan

Misalnya, kamu ingin menggaji bersih seorang karyawan yang berstatus lajang tanpa tanggungan sebesar Rp 10.000.000, berapa tunjangan PPh 21 yang mesti diberikan perusahaan? Berikut perhitungannya:

penghasilan kena pajak
Cara Menghitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) | Gadjian

Karena PKP setahun Rp 60.000.000, maka berlaku rumus lapisan kedua, yaitu:

Tunjangan PPh 21 = (PKP setahun – Rp 47.500.000) x 15/85 + Rp 2.500.000

Tunjangan PPh 21 = Rp 60.000.000 – Rp 47.500.000 x 15/85 + Rp 2.500.000

Tunjangan PPh 21 = Rp 4.705.882

Besarnya tunjangan PPh 21 yang harus diberikan perusahaan sebulan adalah:

Rp 4.705.882 : 12 = Rp 392.157

Langkah berikutnya, masukkan tunjangan pajak itu ke dalam penghasilan bruto untuk menghitung PPh 21 karyawan. Jika benar, maka besarnya tunjangan pajak sama dengan potongan PPh 21.

tunjangan pajak penghasilan
Contoh Perhitungan Tunjangan Pajak Penghasilan | Gadjian

Baca Juga: Begini Kelola Sistem Kerja Shift Karyawan yang Tepat

Dengan model penggajian ini, jika menginginkan karyawan menerima take home pay Rp 10.000.000, maka perusahaan harus membayar gajinya Rp 10.392.157, atau dengan menambahkan tunjangan pajak sebesar Rp 392.157 sebulan.

objek pajak pph 21
Contoh Perhitungan Objek Pajak PPh 21 | Gadjian

Tunjangan yang diterima karyawan merupakan objek pajak PPh 21. Sedangkan bagi perusahaan, pengeluaran berupa tunjangan itu bisa dimasukkan sebagai biaya (deductable expense) yang menjadi pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan PPh perusahaan.

Hitung PPh 21 Gross Up Lebih Mudah dengan Gadjian

Perhitungan manual dengan cara di atas cukup menguras waktu dan tenaga. Hasilnya juga belum tentu akurat jika kamu kurang teliti.

Namun, jika menggunakan aplikasi HRIS Gadjian, pekerjaanmu akan jauh lebih efisien dan minim kesalahan. Software berbasis komputasi awan ini memiliki keunggulan dalam hitung PPh 21 online, termasuk dengan metode gross up secara otomatis.

Baca Juga: 5 Komponen Pemotong Gaji Karyawan

Tak perlu repot lagi menghitung tunjangan dan pajak penghasilan dengan rumus di atas. Kamu cukup memasukkan gaji karyawan dan sistem payroll Gadjian akan bekerja menghitung berapa tunjangan pajak sekaligus potongan PPh 21. Hasilnya juga akan muncul di slip gaji online. Mudah dan cepat kan?

Ingin tahu apa saja yang bisa dilakukan software payroll Gadjian untuk mengelola administrasi di perusahaanmu? Coba gratis aplikasi HR ini yuk.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *