Contoh dan Cara Pengelolaan Aset pada Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki sejumlah aset berupa aset berwujud, seperti inventaris kantor, dan aset tidak berwujud, semisal merek dagang. Oleh sebab itu, setiap pemilik bisnis perlu mengetahui seluk-beluk pengelolaan aset agar bisnis bisa berjalan dalam jangka panjang. 

Pengertian dan Jenis Aset Perusahaan

Aset perusahaan merupakan komponen krusial bagi operasional perusahaan. Dengan memiliki aset, business owner bisa terus menjalankan bisnisnya. Karena itu, mengenali jenis-jenis aset dapat membantu perusahaan mengelola aset dengan baik.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), aset perusahaan adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi di masa lalu dan asal-muasal kedatangan manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan menghadirkan keuntungan bagi perusahaan. 

Jenis aset sendiri terbagi menjadi 2, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. 

Aset Lancar

Aset lancar merupakan jenis aktiva yang likuid alias mudah sekali dikonversi menjadi uang tunai. Biasanya, aset lancar memiliki siklus manfaat yang singkat dan lekas tergantikan, sekitar 1 tahun. Namun, tergantung pada siklus perusahaan masing-masing. 

Baca Juga: 5 Cara Menghitung Depresiasi Aset yang Tepat

Contoh dari aset lancar, yaitu kas, wesel tagih, piutang usaha, perlengkapan, persediaan, investasi jangka pendek, penghasilan yang masih diterima, dan beban dibayar di muka.

Aset Tidak Lancar

Karakteristik jenis aset tidak lancar berbeda dengan aset lancar. Aset ini memiliki siklus dan manfaat yang lebih panjang atau lebih dari 1 tahun. Jenis aset tidak lancar juga masih dibagi lagi menjadi 3 subjenis, yaitu:

  • Aset tetap (aktiva berwujud), yang digunakan untuk kegiatan produksi/operasional. Untuk alasan tertentu, aset tetap bisa dijual. Contoh: mesin, gedung, bangunan, tanah, dan kendaraan.
  • Aset tidak berwujud. Meski tidak terlihat, aset ini memiliki nilai dan manfaat. Contoh: hak paten, hak sewa, hak cipta, hak guna bangunan, dan goodwill.
  • Investasi jangka panjang yang dimulai pada masa lalu ataupun masa depan.

Pentingnya Pengelolaan Aset bagi Perusahaan

Pengelolaan Aset

Secara umum, aset perusahaan yang dikelola secara maksimal memiliki beberapa manfaat.

1. Menjaga nilai aset  

Dengan pengelolaan aset yang baik, perusahaan dapat menjaga nilai aset tetap tinggi, berusia lebih panjang, dan terhindar dari kerusakan yang menyebabkan penurunan nilai jual aset. Untuk itu, agar nilai aset terjaga, perusahaan perlu menyiapkan biaya operasional yang cukup dan sesuai dengan tujuan.

2. Memonitor depresiasi aset

Depresiasi aset, mulai dari nilai hingga fungsinya, merupakan salah satu risiko menggunakan aset tetap. Namun, jika dikelola dengan baik, perusahaan akan lebih mudah dalam memonitor penyusutan.

3. Memudahkan pembuatan anggaran inventaris

Adanya pengelolaan aset membantu perusahaan merencanakan pengadaan inventaris kantor dan aset lainnya. Misalnya, dana pembelian, dana konstruksi, dana pemeliharaan, dan dana untuk memperpanjang usia atau menghapus aset perusahaan.

4. Menghindari pembelian inventaris berlebih

Mengelola aset juga melatih perusahaan agar lebih cermat ketika membeli inventaris baru. Dengan demikian, pembelian yang tidak perlu pun bisa dihindari.

5. Manajemen risiko

Perusahaan perlu sadar adanya bahaya dan risiko dari aset yang dimiliki. Oleh sebab itu, manajemen risiko membantu perusahaan mempersiapkan langkah pengendalian untuk mencegah ancaman berupa penilaian risiko dan perubahan sistem kerja, seperti pandemi.

6. Mengurangi risiko kehilangan

Manajemen aset membantu perusahaan menyimpan inventaris dengan baik sejak awal hingga akhir. Ini dapat mengurangi risiko kehilangan aset. 

Baca Juga: Kelola Daftar Inventaris Kantor Pakai Software HRD

Cara Mengelola Aset Perusahaan

Berikut ini cara perusahaan mengelola aset dan kewajiban yang berguna bagi keputusan bisnis secara umum.

Monitor nilai aset 

Semua hal yang dimiliki perusahaan dan digunakan untuk operasional bisnis bisa disebut sebagai aset. Termasuk juga inventaris kantor, seperti alat tulis, komputer, laptop, mesin printer, dan sebagainya. Namun, ada juga aset berupa piutang dagang, investasi, dan lain-lain. 

Penting untuk merevaluasi nilai aset-aset yang dimiliki setiap semester, atau setidaknya setiap kuartal. Dengan menentukan apakah kamu memiliki sumber daya yang cukup, kamu bisa membayar pinjaman bisnis atau mengajukan pendanaan lebih pada kreditur. 

Buat jadwal arus kas masuk dan keluar

Selanjutnya, kamu bisa membuat jadwal yang menunjukkan kapan arus kas masuk dan keluar terjadi. Kalender ini akan menyeimbangkan aset dengan kewajiban bisnis. 

Jika ternyata bisnismu tidak memiliki uang kas yang cukup untuk melakukan pembayaran, kamu harus membuat jadwal pinjaman dan jadwal pelunasan. Dengan membuat penjadwalan, kamu lebih siap menghadapi berbagai krisis dan mengevaluasi kekurangan bisnismu. 

Hitung pendapatan aset

Dengan menghitung pendapatan aset, kamu dapat menentukan apakah kamu menghasilkan dana untuk melunasi pinjaman atau pembayaran lainnya.

Jika menemukan penghasilan aset yang tidak seimbang dengan kewajiban, kamu bisa menyeimbangkannya lagi dengan berbagai cara, Misalnya, meningkatkan produktivitas atau menjual sebagian aset yang sekiranya tidak produktif lagi bagi bisnis.

Optimalkan investasi 

Saat bisnis berhasil memperoleh profit, sebaiknya investasikan sebagian agar keuntungannya maksimal. Misalnya, dengan berinvestasi saham, reksadana, atau instrumen lainnya. Namun, ingat bahwa semakin tinggi risiko, semakin besar juga keuntungannya (high risk, high return). 

Tips Mengelola Aset Perusahaan di Tengah Kondisi Tak Terduga

Seperti yang sudah disebutkan di atas, mengelola aset penting agar siap dari beragam risiko. Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah perubahan sistem kerja yang disebabkan pandemi, yakni dari kerja di kantor menjadi kerja di rumah dan hybrid. Perubahan ini juga mengubah cara mengelola aset perusahaan terutama inventaris kantor. Lalu, bagaimana caranya?

1. Pinjamkan inventaris kantor ke karyawan

Sebagian karyawan di perusahaanmu mungkin saja mampu menyediakan peralatan kerja di rumah. Namun, untuk karyawan yang tidak memiliki perangkat sendiri bisa saja dipinjamkan inventaris kantor, seperti laptop untuk work from home (WFH)

Jika ada budget lebih, perusahaan juga bisa memberikan perlengkapan tambahan, semisal paket data internet, modem, atau portable printer/scanner untuk karyawan

2. Manfaatkan fasilitas pembiayaan 

Jika perusahaan harus membeli perangkat kerja untuk karyawan WFH, sedangkan budget minim, perusahaan dapat menggunakan fasilitas pembiayaan atau pinjaman karyawan. Misalnya, dari lembaga pembiayaan multi-finance, fintech atau platform benefit karyawan seperti Payuung.

3. Sewa peralatan 

Menyewa peralatan bisa jadi solusi untuk menyediakan perangkat kerja bagi karyawan. Terutama jika peralatan itu hanya digunakan untuk jangka waktu pendek. Kamu bisa mencari vendor online yang menawarkan jasa sewa peralatan kerja dengan harga terjangkau dan pilihan jangka waktu sewa. Dengan begitu, beban anggaran perusahaan pun berkurang. 

Baca Juga: Kelebihan Payroll Digital dalam Efisiensi Bisnis

Manfaatkan Aplikasi Inventaris Barang dari Gadjian

Memonitor aset kantor di segala situasi bisa jadi kesulitan tersendiri, apalagi dengan bervariasinya sistem kerja sekarang. Oleh karena itu, untuk mengelola aset berupa inventaris kantor sebaiknya beralih ke aplikasi pengelolaan aset perusahaan.

Segera manfaatkan fitur GAGA di aplikasi inventaris barang Gadjian. Fitur GAGA merupakan modul untuk mengelola dan mencatat semua inventaris kantor dengan mudah dan tepat. 

Teknologi cloud memungkinkan GAGA mencatat daftar aset perusahaan di mana pun dan kapan pun. Apalagi, GAGA sudah dilengkapi dengan QR code generator yang bisa mengidentifikasi inventaris kantor secara cepat dan praktis.

Gunakan fitur GAGA untuk melacak data inventaris kantor tersedia secara real-time. Bukan itu saja, fitur ini juga menyediakan data depresiasi aset sehingga kamu bisa merencanakan keuangan perusahaan dengan lebih baik. 

Coba aplikasi HRIS Gadjian dengan fitur-fiturnya terbaiknya agar pengelolaan aset kantormu jadi lebih efisien dan terorganisir.

Coba Gadjian Sekarang
Marketing Officer at Fast8 Group

Marketing Officer at Fast8 Group, also an editor Gadjian & Hadirr blogs.

Share

No Thoughts on Contoh dan Cara Pengelolaan Aset pada Perusahaan

Leave A Comment