Masa Persiapan Pensiun (MPP) adalah program perusahaan yang membekali karyawan menjelang pensiun dengan pelatihan kesiapan mental, kesehatan, pengelolaan keuangan, dan kewirausahaan sebelum mereka berhenti bekerja.
Perusahaan dapat membantu karyawan swasta menyiapkan pensiun lewat program Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang mencakup perencanaan keuangan, kesiapan mental, koneksi profesional, pemahaman hak pensiun, dan perlindungan kesehatan.
Patokan awalnya adalah usia pensiun Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, yaitu 59 tahun sejak 2025, yang naik 1 tahun setiap 3 tahun hingga 65 tahun. Simak ulasannya lebih lanjut!
Baca Juga: Seputar Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan
Bagaimana Cara Mempersiapkan Pensiun Karyawan Swasta?
Kamu dapat membantu persiapan menghadapi masa pensiun karyawan swasta di tahun-tahun akhir dari masa kerja mereka dengan beberapa tips berikut ini:
1. Ketahui batas usia pensiun karyawan
Jika mengacu pada Pasal 15 PP No 45 Tahun 20151 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun, usia pensiun ditetapkan pertama kali 56 tahun pada 2015. Kemudian, mulai 1 Januari 2019, usia pensiun menjadi 57 tahun.
Selanjutnya, setiap 3 tahun, usia pensiun bertambah 1 tahun hingga mencapai usia pensiun 65 tahun. Dengan ketentuan ini, usia pensiun pada 2022 ini adalah 58 tahun.
Dengan mengetahui batas usia pensiun, kamu dapat mengenali siapa saja yang akan segera meninggalkan jabatan di perusahaan. Ini tidak hanya membantu menyusun MPP, tetapi juga memudahkan perencanaan pergantian jabatan.
Agar mudah membuat daftar calon pensiun, kamu bisa menggunakan aplikasi HR Gadjian yang memiliki fitur analisis karyawan yang menyajikan data real-time demografi karyawan, termasuk masa kerja dan usia karyawan.
2. Membantu perencanaan keuangan
Tips kedua adalah membantu karyawan merencanakan keuangan masa depan. Jika karyawan ingin berinvestasi, maka kamu perlu memberikan pelatihan tentang jenis-jenis investasi yang aman dan dapat dinikmati hasilnya di hari tua. Atau, jika calon pensiunan ingin berbisnis, kamu juga bisa membantu menyediakan pelatihan kewirausahaan bagi mereka.
3. Membantu karyawan membangun koneksi
Apabila karyawan merupakan pekerja yang memiliki keahlian profesional, dan ingin tetap aktif mengisi masa tuanya dengan kegiatan yang berhubungan dengan profesi mereka, kamu juga dapat membantu mereka membangun koneksi yang relevan. Karyawan tipe ini bisa menjadi konsultan, pelatih, pembicara, dan motivator di masa tuanya.
Baca Juga: Wajibkah Perusahaan Memberikan Uang Pisah Karyawan Resign?
4. Menjelaskan hak-hak pensiun
Hal penting yang ingin diketahui karyawan dalam persiapan menjelang pensiun adalah hak apa saja yang akan mereka terima saat tidak lagi bekerja di perusahaan. Nah, kamu perlu menjelaskan kepada karyawan tentang hak-hak mereka yang meliputi:
Tabel Hak Karyawan Pensiun
| Hak | Besaran atau bentuk | Dasar | Sumber dana |
|---|---|---|---|
| Uang pesangon | 1,75 × ketentuan Pasal 40 ayat (2) | PP 35/2021 Pasal 56 | Perusahaan |
| Uang penghargaan masa kerja (UPMK) | 1 × ketentuan Pasal 40 ayat (3) | PP 35/2021 | Perusahaan |
| Uang penggantian hak | Cuti belum diambil dan belum gugur, serta hak lain di perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB | PP 35/2021 | Perusahaan |
| Jaminan Hari Tua (JHT) | Saldo akumulasi iuran + hasil pengembangan; klaim 10% untuk persiapan pensiun atau 100% saat usia pensiun | Program BPJS Ketenagakerjaan | Iuran perusahaan dan karyawan |
| Jaminan Pensiun (JP) | Penghasilan bulanan hingga meninggal dunia | Program BPJS Ketenagakerjaan | Iuran perusahaan dan karyawan |
a. Pesangon. Berdasarkan PP No 35 Tahun 20212 Pasal 56, karyawan pensiun berhak menerima pesangon sebesar 1,75 kali ketentuan Pasal 40 ayat (2) berikut ini:

b. Uang penghargaan masa kerja. Uang ini diberikan kepada karyawan pensiun sebesar 1 kali ketentuan Pasal 40 ayat (3) berikut ini:

c. Uang penggantian hak. Uang ini termasuk cuti yang belum diambil dan belum gugur, serta hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
d. Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini berupa saldo tabungan dari akumulasi iuran setiap bulan ditambah hasil pengembangan. Karyawan pensiun dapat mengajukan klaim pencairan JHT 10% dari saldo tabungan untuk persiapan masa pensiun, atau pencairan sekaligus 100% pada saat masuk usia pensiun.
e. Manfaat Jaminan Pensiun (JP). Seperti halnya JHT, program Jamsostek ini juga memberikan manfaat hari tua berupa penghasilan teratur setiap bulan pada saat karyawan pensiun sampai dengan meninggal dunia.
5. Menyiapkan perlindungan kesehatan
Terakhir dan tak kalah penting dalam persiapan pensiun karyawan swasta adalah perlindungan dan pemeliharaan kesehatan untuk usia lanjut. Selama masih aktif bekerja, karyawan mendapat tunjangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari perusahaan dan juga membayar premi BPJS Kesehatan dari gaji mereka.
Nah, pada saat pensiun, kamu perlu mendorong mereka untuk tetap membayar iuran JKN melalui kepesertaan mandiri. Sebab, mereka bukan lagi Pekerja Penerima Upah (PPU) yang sebagian besar iurannya ditanggung perusahaan, tetapi status mereka Bukan Pekerja yang harus membayar iuran sendiri.
Bagaimana Mengelola Iuran JHT dan JP Karyawan dengan Software HRIS?
JHT dan JP akan menjadi bekal karyawan memasuki usia pensiun. Karena itu, perusahaan yang peduli pada kesejahteraan karyawan akan mendaftarkan kepesertaan karyawan ke BPJS dan membayarkan iuran/premi setiap bulan.
Untuk memudahkan pekerjaan kamu menghitung premi BPJS, baik JKK, JKM, JHT, JP, maupun JKN, kamu bisa menggunakan Gadjian. Aplikasi payroll terbaik Indonesia ini punya fitur BPJS Online yang membantu kamu menghitung iuran BPJS secara online, cepat, dan akurat.
Baca Juga: Cara Hitung SPT Pensiunan Karyawan
Dengan kalkulator Gadjian, kamu tidak perlu repot menghitung manual besaran iuran yang dibayar perusahaan dan ditanggung karyawan. Setiap tanggal penggajian, tunjangan BPJS dari perusahaan akan terhitung otomatis di kolom penghasilan dan iuran BPJS akan masuk sebagai komponen pemotong penghasilan di slip gaji online karyawan.
Perhitungan gaji karyawan setiap bulan ini sudah termasuk potongan pajak penghasilan PPh 21. Jadi, dengan satu aplikasi, kamu dapat menyelesaikan banyak pekerjaan, lebih praktis dan efisien. Coba HRIS cloud Gadjian jika kamu ingin menghemat biaya kelola administrasi karyawan.
Sumber
- PP No. 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. JDIH Kemnaker. ↩︎
- PP No. 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja, dan PHK. JDIH Kemnaker. ↩︎
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Masa Persiapan Pensiun (MPP) adalah program perusahaan yang memberikan pelatihan kepada karyawan menjelang pensiun. Program ini mencakup kesiapan mental, kesehatan, pengelolaan keuangan, dan kewirausahaan.
Perusahaan dapat membantu karyawan swasta mempersiapkan pensiun melalui program MPP yang mencakup perencanaan keuangan, kesiapan mental, koneksi profesional, pemahaman hak pensiun, dan perlindungan kesehatan.
Karyawan harus dijelaskan mengenai hak-hak pensiun mereka, termasuk pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), dan manfaat Jaminan Pensiun (JP).
Perusahaan dapat membantu perencanaan keuangan karyawan dengan memberikan pelatihan tentang investasi yang aman dan menyediakan pelatihan kewirausahaan bagi calon pensiunan yang ingin berbisnis.
Batas usia pensiun karyawan dapat diketahui berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu usia pensiun ditetapkan pertama kali 56 tahun pada 2015, dan meningkat 1 tahun setiap 3 tahun hingga mencapai 65 tahun.
Membangun koneksi profesional penting agar karyawan yang ingin tetap aktif di masa pensiun dapat berperan sebagai konsultan, pelatih, atau motivator, sehingga tetap terhubung dengan bidang keahlian mereka.
Karyawan perlu didorong untuk tetap membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara mandiri setelah pensiun, karena mereka tidak lagi berstatus sebagai Pekerja Penerima Upah.
Perusahaan dapat menggunakan software HRIS untuk menghitung dan mengelola iuran JHT dan JP karyawan secara otomatis, sehingga memudahkan administrasi dan memastikan akurasi perhitungan.
Jaminan Hari Tua (JHT) adalah manfaat yang diberikan kepada karyawan berupa saldo akumulasi iuran yang dapat dicairkan 10% untuk persiapan pensiun atau 100% saat mencapai usia pensiun.
Program Jaminan Pensiun (JP) memberikan penghasilan bulanan kepada karyawan yang telah pensiun hingga mereka meninggal dunia, sebagai dukungan finansial di masa tua.
