Perhitungan Lembur Terbaru Berdasarkan UU Cipta Kerja

Peraturan tentang kerja lembur karyawan mengalami perubahan sejak berlakunya Omnibus Law. Jika sebelumnya ketentuan lembur UU Ketenagakerjaan diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 102 Tahun 2004, maka kini ketentuan lembur UU Cipta Kerja diatur dalam Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2021.

Aturan lembur lama dan baru

Pada prinsipnya tidak ada perbedaan penting antara dua peraturan hukum di atas, kecuali dalam hal waktu kerja lembur. Aturan lembur UU Cipta Kerja memungkinkan karyawan bekerja lembur lebih lama, dari sebelumnya 3 jam sehari dan 14 jam seminggu, menjadi 4 jam sehari dan 18 jam seminggu, tidak termasuk lembur di hari libur resmi dan istirahat mingguan.

Baca Juga: Tips Kelola Jadwal Shift Kerja Karyawan dengan Mudah

Berikut ini ringkasan perbandingan aturan lama dan aturan baru tentang kerja lembur.

Keputusan Menteri TK No 102/2004

PP No 35 Tahun 2021

  • Waktu kerja lembur maksimal pada hari kerja adalah 3 jam sehari dan 14 jam seminggu
  • Waktu kerja lembur maksimal pada hari kerja adalah 4 jam sehari dan 18 jam seminggu
  • Waktu kerja lembur maksimal di hari libur resmi atau istirahat mingguan (6 hari kerja) adalah 10 jam
  • Waktu kerja lembur maksimal di hari libur resmi atau istirahat mingguan (6 hari kerja) adalah 11 jam
  • Untuk hari libur resmi yang jatuh di hari kerja terpendek (6 hari kerja), waktu lembur maksimal adalah 8 jam
  • Untuk hari libur resmi yang jatuh di hari kerja terpendek (6 hari kerja), waktu lembur maksimal adalah 9 jam
  • Waktu kerja lembur maksimal di hari libur resmi atau istirahat mingguan (5 hari kerja) adalah 11 jam
  • Waktu kerja lembur maksimal di hari libur resmi atau istirahat mingguan (5 hari kerja) adalah 12 jam
  • Upah kerja lembur didasarkan pada upah bulanan, dan upah sejam dihitung 1/173 upah sebulan
  • Upah kerja lembur didasarkan pada upah bulanan, dan upah sejam dihitung 1/173 upah sebulan
  • Upah lembur tidak berlaku bagi pekerja golongan jabatan tertentu (pemikir, perencana, pelaksana, atau pengendali jalannya perusahaan)
  • Upah lembur tidak berlaku bagi pekerja golongan jabatan tertentu (pemikir, perencana, pelaksana, atau pengendali jalannya perusahaan)
  • Ada perintah kerja lembur tertulis dari atasan dan disetujui pekerja
  • Ada perintah kerja lembur tertulis atau melalui media digital dari atasan dan disetujui pekerja

Waktu dan upah lembur sesuai aturan terbaru

Ketentuan mengenai perhitungan lembur terbaru terdapat dalam Pasal 13 PP No 35 Tahun 2021. Perhitungan ini dibedakan berdasarkan waktu kerja lembur, yakni pada saat hari kerja dan hari libur resmi atau istirahat mingguan.

Lembur pada hari kerja

  • Satu jam pertama dibayar 1,5 kali upah sejam
  • Setiap jam berikutnya dibayar 2 kali upah sejam

Lembur pada hari libur resmi atau istirahat mingguan untuk 6 hari kerja dan 40 jam seminggu

  • Jam ke-1 sampai jam ke-7, masing-masing dibayar 2 kali upah sejam
  • Jam ke-8 dibayar 3 kali upah sejam
  • Jam ke-9 sampai jam ke-11, masing-masing dibayar 4 kali upah sejam

Untuk hari libur resmi yang jatuh pada hari kerja terpendek:

  • Jam ke-1 sampai jam ke-5, masing-masing dibayar 2 kali upah sejam
  • Jam ke-6 dibayar 3 kali upah sejam
  • Jam ke-7 sampai jam ke-9, masing-masing dibayar 4 kali upah sejam

Lembur pada hari libur resmi atau istirahat mingguan untuk 5 hari kerja dan 40 jam seminggu

  • Jam ke-1 sampai jam ke-8, masing-masing dibayar 2 kali upah sejam
  • Jam ke-9 dibayar 3 kali upah sejam
  • Jam ke-10 sampai jam ke-12, masing-masing dibayar 4 kali upah sejam

Upah maksimal lembur

Dengan ketentuan terbaru di atas, perhitungan lembur terbaru pada hari kerja maupun perhitungan lembur hari libur berubah dibandingkan ketentuan sebelumnya. Meski rumus hitung lembur per jam tetap, namun karena waktu kerja lembur maksimal lebih banyak, besaran upah lembur maksimal yang bisa diperoleh pekerja juga lebih besar. Berikut ini perbandingannya dalam tabel.

Waktu kerja lembur

Upah lembur maksimal di aturan lama

Upah lembur maksimal di aturan terbaru

Hari kerja

5,5 x upah sejam (3 jam)

7,5 x upah sejam (4 jam)

Hari libur resmi/istirahat mingguan (6 hari kerja)

25 x upah sejam (10 jam)

29 x upah sejam (11 jam)

Hari libur resmi/istirahat mingguan (5 hari kerja)

27 x upah sejam (11 jam)

31 x upah sejam (12 jam)

Contoh perhitungan lembur terbaru

Cara hitung lembur karyawan paling umum adalah dengan metode manual. Rumus hitung lembur mengikuti aturan PP di atas, di mana upah lembur dihitung per jam.

Berikut ini contoh perhitungan lembur UU Cipta Kerja untuk karyawan yang memiliki gaji Rp5.190.000 sebulan di perusahaan yang menerapkan 5 hari kerja. Selama bulan Mei 2021, karyawan tersebut bekerja lembur pada Senin (3/5) 4 jam, Selasa (4/5) 4 jam, Rabu (5/5) 3 jam, Kamis (6/5) 2 jam, dan hari Sabtu (8/5) 10 jam, Sabtu (22/5) 9 jam.

Lembur hari kerja

Hari /Tanggal

Jumlah jam

Perhitungan upah lembur

Jumlah upah

Senin, 3 Mei

4 jam

(1,5 + 2 + 2 + 2) x upah sejam

7,5 x upah sejam

Selasa, 4 Mei

4 jam

(1,5 + 2 + 2 + 2) x upah sejam

7,5 x upah sejam

Rabu, 5 Mei

3 jam

(1,5 + 2 + 2) x upah sejam

5,5 x upah sejam

Kamis, 6 Mei

2 jam

(1,5 + 2) x upah sejam

3,5 x upah sejam

   

Total

24 x upah sejam

Lembur hari libur

Hari /Tanggal

Jumlah jam

Perhitungan upah lembur

Jumlah upah

Sabtu, 8 Mei

10 jam

{(2 x 8) + 3 + 4}x upah sejam

23 x upah sejam

Sabtu, 22 Mei

9 jam

{(2 x 8) + 3} x upah sejam

19 x upah sejam

   

Total

42 x upah sejam

Nilai upah lembur

Jumlah upah lembur

(24 + 42) x upah sejam

= 66 x upah sejam

Upah sejam

1/173 x Rp5.190.000

= Rp30.000

Nilai upah lembur

66 x Rp30.000

= Rp1.980.000

Hitung lembur otomatis

Menggunakan cara manual seperti di atas memiliki banyak kelemahan. Selain menghabiskan waktu, juga tinggi risiko human error, misalnya salah input data di kolom Excel yang dapat berakibat pada kekeliruan hasil akhir perhitungan.

Cara paling mudah dan akurat adalah menggunakan aplikasi hitung lembur otomatis. Aplikasi HRIS Gadjian dilengkapi dengan fitur hitung lembur online yang dapat mengalkulasi upah kerja lembur sesuai rumus di aturan terbaru secara otomatis, cepat, dan minim risiko salah hitung.

Baca Juga: Tanya Jawab UU Cipta Kerja: Perjanjian Kerja dan Pengupahan

Gadjian juga terintegrasi dengan aplikasi absensi online Hadirr yang dapat mencatat jam lembur karyawan, kemudian data jam lembur tersebut diimpor ke Gadjian untuk dihitung upahnya. Kalkulasi upah lembur merupakan bagian dari payroll, di mana nilai upah lembur akan tercantum otomatis dalam perhitungan slip gaji karyawan sebagai komponen penambah penghasilan bruto.

Dengan Gadjian, hitung gaji, lembur, tunjangan, bonus, BPJS, dan PPh 21 menjadi jauh lebih efisien. Gadjian adalah HRIS Indonesia berbasis cloud yang andal membantu HR/Finance menyelesaikan beragam pekerjaan administrasi karyawan tanpa repot. Software ini juga memungkinkan perusahaan menghemat biaya puluhan juta rupiah setahun.

Coba Gadjian Sekarang

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *