Menghitung Upah Lembur Karyawan Kerja Sabtu/Minggu

Lembur merupakan salah satu bahasan yang penting dalam operasional perusahaan. Hal ini tak hanya berkaitan dengan target produktivitas yang hendak dicapai, tetapi juga perlengkapan yang harus disediakan oleh perusahaan, seperti listrik dan konsumsi. Selain itu, perhitungan upah lembur karyawan biasanya menjadi ‘momok’ tersendiri bagi Divisi HR atau Finance. Cara menghitung lembur memang tertera dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep.102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. Akan tetapi, perhitungan lembur karyawan tentu memakan banyak waktu apalagi jika jumlah karyawan yang lembur tergolong cukup banyak.

Baca Juga: Panduan Lengkap Menghitung Upah Lembur Karyawan

Secara umum, perusahaan cenderung meminta karyawan lembur pada hari kerja (Senin s.d Jumat untuk 5 (lima) hari kerja; dan Senin s.d Sabtu untuk 6 (enam) hari kerja). Namun, terkadang karyawan harus bekerja pada hari istirahat mingguan (Sabtu/Minggu) karena adanya tuntutan produksi. Bagaimana pemerintah mengatur perhitungan upah lembur untuk hal ini?

Pasal 11 dalam Kepmen Lembur menjelaskan tentang cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut:

b. apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka:

b.1. perhitungan  upah  kerja  lembur  untuk  7  (tujuh)  jam  pertama  dibayar  2  (dua)  kali  upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh 4 (empat) kali upah sejam;

c. apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

Baca Juga: Perhitungan Lembur Praktis dengan Gadjian dan Hadirr

 Ringkasnya bisa dilihat di tabel berikut ini:

Waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu Jam ke-1 s.d ke-7  2 x upah sejam
Jam ke-8 3 x upah sejam
Jam ke-9 dan ke-10 4 x upah sejam
Waktu kerja 5 (lima) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu Jam ke-1 s.d ke-8 2 x upah sejam
Jam ke-9 3 x upah sejam
Jam ke-10 dan ke-11 4 x upah sejam

 Keterangan: Upah sejam = 1/173 x upah sebulan

Apabila perhitungan lembur tersebut dirasa terlalu rumit, pengusaha bisa menggunakan aplikasi penghitungan gaji, seperti Gadjian. Payroll system Gadjian dapat membantu HR dalam perhitungan gaji karyawan, sesuai dengan beragam komponen yang perlu dibayarkan, seperti lembur, THR, dan bonus. Gadjian memiliki fitur payroll software lengkap, mulai dari catatan absensi hingga rekam pola kerja (shift), sehingga akan memudahkan manajemen dalam memantau lembur karyawan.

Setelah mengetahui peraturan ini, Anda dapat mengevaluasi apakah upah lembur karyawan telah dibayar dalam jumlah yang seharusnya. Jika perhitungan lembur karyawan ternyata merepotkan, lebih baik gunakan HR software seperti Gadjian. Harga aplikasi slip gaji yang bisa hitung lembur online ini, mulai dari Rp12.500 per orang per bulan! Payroll software yang handal dan ekonomis, tunggu apa lagi?

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share