Wajib Tahu! Ini Tips Ampuh Tingkatkan Produktivitas Karyawan

Produktivitas karyawan yang rendah hingga kini masih menjadi persoalan utama ketenagakerjaan di banyak perusahaan Indonesia dan akan terus menyisakan pekerjaan rumah bagi HR dan para pemimpin organisasi bisnis. Lebih parah lagi, tingkat produktivitas kerja yang rendah ini kerap menjadi sorotan investor.

Sebagai gambaran kasar, kita bisa melihat hasil survei Japan External Trade Organization (JETRO) terhadap kondisi bisnis perusahaan Jepang di Asia dan Oceania yang dilakukan Agustus-September 2019, dengan melibatkan lebih dari 13.000 perusahaan, termasuk 1.700-an responden di Indonesia.

Baca Juga: Ini Loh Cara Penilaian Kinerja Karyawan Milenial

Survei yang dirilis pada Februari 2020 itu menyebutkan 55,8% persen perusahaan Jepang mengaku tidak puas dengan produktivitas tenaga kerja di Indonesia bila dibandingkan dengan upah minimum yang harus dibayarkan. Angka ketidakpuasan ini jauh lebih tinggi dari rata-rata negara-negara di Asia Tenggara yang hanya 30,6%.

“Sementara dengan upah yang naik, tingkat produktivitas Indonesia hanya tercatat 74,4% dibandingkan Vietnam yang mencapai 80%. Bahkan, Indonesia berada di urutan tiga terbawah di antara negara-negara ASEAN,” kata Senior Director JETRO Wataru Ueno dikutip Bisnis.com.

Lantas, bagaimana cara meningkatkan kinerja karyawan? Sebagian perusahaan mungkin berpikir memberikan kompensasi yang menarik bisa menjadi solusi. 

Sayangnya, resep ini tidak sepenuhnya bekerja. Gaji dan tunjangan tidak berhubungan langsung dengan produktivitas. Justru banyak riset yang menemukan korelasi positif antara kebahagiaan dan produktivitas. Karyawan yang lebih bahagia akan lebih produktif dibanding yang kurang atau tidak bahagia.

Karena itu, jika Anda mengalami masalah produktivitas, mungkin Anda perlu mencari cara untuk membuat karyawan lebih bahagia, lebih terlibat (engaged), dan lebih antusias dalam bekerja. Atau, Anda dapat mencoba mengikuti tips ampuh berikut ini:

1. Kenali potensi karyawan dan tempatkan sesuai minatnya

Produktivitas Karyawan

Langkah pertama, Anda perlu kenal lebih dekat dengan setiap karyawan untuk mengidentifikasi karakter kepribadian, kemampuan, dan keterampilan mereka. Lalu tempatkan mereka sesuai minat dan bakatnya. 

Ini akan membuat mereka merasa dihargai, selain membuat mereka lebih produktif. Anda tidak dapat berharap karyawan produktif apabila meminta mereka untuk mengerjakan tugas-tugas di luar kemampuan dan ketertarikan.

Seorang karyawan extrovert mungkin lebih nyaman dengan pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang, karena ia tahu cara berkomunikasi yang baik dengan klien. Sementara seorang introvert yang detail, mungkin betah dengan jenis pekerjaan yang menuntut ketelitian dan akurasi.

2. Beri pelatihan soft skill dan hard skill

Kinerja karyawan

Produktivitas rendah akibat kurangnya keterampilan atau kompetensi hanya bisa diatasi dengan memberikan pelatihan. Tidak harus berbiaya mahal, Anda dapat meminta skillful employee di perusahaan untuk memberikan training kepada karyawan lainnya. 

Atau, Anda juga dapat menerapkan cross-training di mana setiap karyawan saling bertukar keterampilan. Ini berguna saat seorang karyawan sakit atau cuti, di mana Anda punya karyawan lain untuk menggantikan posisi untuk sementara.

Selain kesempatan belajar, memberikan pelatihan yang dibutuhkan karyawan akan membantu mereka berkembang secara personal. Tak kalah penting, Anda juga perlu memperhatikan pengembangan soft skill, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan pemecahan masalah. Untuk jenis pekerjaan tertentu, keterampilan sosial tersebut dapat mendorong produktivitas.

3. Sediakan lingkungan kerja yang mendukung

Produktivitas kerja karyawan

Lingkungan kerja juga memengaruhi produktivitas karyawan. Bukan hanya fasilitas kerja lengkap, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan kerja juga wajib menjadi perhatian Anda. Jika perlu, perhatikan hal-hal kecil tapi penting, seperti kebersihan, cahaya, sirkulasi udara, dan tingkat kebisingan. Kantor yang nyaman membuat karyawan betah berlama-lama tanpa memikirkan jam kerja.

Selain dalam arti fisik, lingkungan kerja juga mencakup aspek psikologis. Tempat kerja yang memiliki banyak tekanan, persaingan antar-karyawan yang tak sehat, menyimpan banyak konflik, penuh toxic people, dan ditambah beban kerja yang berat, dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak nyaman. Bahkan, kondisi ini dapat menyebabkan angka turnover tinggi.

4. Sering mengadakan acara informal

Monitoring karyawan

Produktivitas tim bermula dari hubungan antar-anggota yang sehat dan saling mendukung. Untuk itu, Anda perlu membangun organisasi seperti sebuah keluarga besar yang memiliki ikatan emosi yang kuat. 

Sesekali, atau lebih baik sering, buatlah kegiatan santai yang menyenangkan dan melibatkan banyak karyawan, seperti outbound, wisata, family gathering, atau sekadar makan bersama di libur akhir pekan. Meski sederhana, acara semacam ini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan soliditas tim.

5. Terapkan sistem reward and punishment

Produktivitas kerja

Menerapkan kebijakan “stick and carrot” atau pemberian penghargaan dan hukuman juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mendorong produktivitas karyawan. Karyawan yang berkinerja bagus akan mendapat reward, bisa dalam bentuk bonus, kenaikan gaji, atau promosi jabatan

Sebaliknya, karyawan yang bermalas-malasan, sering bolos, dan berkinerja di bawah standar mendapatkan punishment, bisa berupa denda, pemotongan tunjangan, hingga pemberhentian. Cara ini akan memacu mereka untuk lebih produktif karena iming-iming hadiah.

6. Jadwalkan sesi motivasi

Motivasi karyawan

Cara lain meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan membuat mereka tetap memiliki moral yang tinggi. Menjadwalkan sesi motivasi dapat membantu karyawan untuk tetap punya semangat kerja.

Kumpulkan karyawan Anda dan lakukan evaluasi bersama. Beri mereka dorongan untuk mencapai target bersama dan yakinkan setiap anggota tim bahwa mereka adalah orang-orang hebat yang direkrut untuk mewujudkan visi organisasi. Ini bukan saja meningkatkan kebanggaan mereka terhadap pekerjaan, tetapi juga akan membuat karyawan Anda termotivasi dan merasa terlibat.

Nah, setelah menerapkan tips di atas, Anda bisa memonitor perubahan kinerja karyawan. Untuk itu, Anda dapat menggunakan Gadjian, aplikasi HRIS yang memiliki fitur Analisis Kinerja Karyawan yang mencatat data produktivitas karyawan secara real-time.

Gadjian merupakan sistem payroll berbasis web yang membantu HR dan Finance dalam menghitung gaji karyawan secara otomatis, paperless, dan menghasilkan slip gaji online. Selain membuat pekerjaan penggajian menjadi mudah dan cepat, software yang efisien ini memungkinkan Anda menghemat biaya pengelolaan administrasi karyawan hingga puluhan juta rupiah setahun.

Coba Gadjian Sekarang

Untuk memudahkan Anda mengelola data kehadiran karyawan, Gadjian terintegrasi dengan aplikasi absensi online Hadirr. Mobile app berbasis Android dan iOS ini tidak hanya membantu Anda memonitor sistem pelaporan kehadiran karyawan di banyak tempat secara real-time, tetapi juga memungkinkan Anda memonitor jadwal dan kinerja karyawan dari jauh, seperti saat work from home selama pandemi.

Baca Juga: 3 Langkah Menangani Karyawan yang Sering Bolos Kerja

Sistem absensi online Hadirr dengan swafoto di smartphone sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk WFH maupun WFO. Aplikasi e-absensi ini dilengkapi teknologi GPS dan biometrik untuk meminimalkan kecurangan. Kelebihan lainnya, Hadirr juga dapat mencatat dan menghitung jam lembur karyawan, untuk kemudian dihitung upahnya dengan aplikasi Gadjian

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Share