Simulasi Menghitung Gaji Karyawan Percetakan

Di tengah peralihan era digitalisasi, industri percetakan masih menjadi salah satu sektor bisnis yang memiliki prospek keuntungan besar. Apalagi dengan naiknya popularitas e-commerce, solusi atas kebutuhan printing seperti kemasan, bisa teratasi melalui pesanan online

Oleh sebab itu, pengusaha yang bergerak di bidang percetakan perlu meningkatkan layanan agar pesanan cetak terpenuhi tepat waktu dan target bisnis tercapai. Salah satu langkah yang bisa dilakukan selain mengelola sumber daya adalah menata sistem penggajian karyawan untuk memudahkan pemberian insentif atas produktivitas mereka.

Lantas, bagaimana cara menghitung gaji karyawan percetakan yang bervariatif beserta penjelasan tentang komponen slip dan solusi penggajian yang lebih praktis? Simak di artikel ini.

Sistem Penggajian Karyawan Percetakan

Sistem Penggajian Percetakan

Sebagai pengusaha dan HR, memahami sistem penggajian adalah langkah awal untuk mengelola gaji karyawan dengan efisien. Sistem penggajian di bisnis percetakan seringkali kompleks karena melibatkan berbagai variabel, seperti jenis pekerjaan, tingkat keterampilan, dan produktivitas. 

Beberapa hal yang mendasari cara menyusun dan menghitung gaji karyawan percetakan meliputi:

1. Upah harian atau bulanan

Perusahaan percetakan biasanya memiliki karyawan dengan jenis pekerjaan yang berbeda, beberapa mungkin lebih cocok dengan upah harian, sementara yang lain mungkin lebih cocok dengan upah bulanan. Menggunakan sistem yang sesuai dengan jenis pekerjaan akan membantu memastikan penggajian yang adil dan transparan.

2. Komisi penjualan

Bagi karyawan di departemen penjualan, pembayaran komisi atas penjualan yang mereka hasilkan adalah komponen penting dalam sistem penggajian. Pengusaha dan HR harus menentukan besaran komisi yang tepat agar dapat memberikan insentif yang adil dan mendorong karyawan untuk mencapai target penjualan.

3. Tunjangan dan insentif khusus

Menghitung dan mengelola tunjangan dan insentif ini dengan benar akan membantu meningkatkan motivasi karyawan. Beberapa perusahaan percetakan memberikan tunjangan khusus seperti tunjangan transportasi, tunjangan makan, atau insentif produktivitas. Kehadiran juga mempengaruhi pemberian insentif kepada karyawan yang memiliki disiplin dalam waktu tertentu. 

4. Upah lembur

Saat pesanan percetakan sedang overload, tak jarang pemilik bisnis akan meminta karyawannya lembur untuk memenuhi target. Pencatatan jam lembur akan membantu HR mengonversi upah lemburnya sesuai perjanjian dan dibayarkan bersama gaji utama.

BACA JUGA: Sistem Gaji Karyawan Koperasi dan Contoh Perhitungan Slip Gajinya

Komponen Slip Gaji Pekerja Percetakan

Komponene Gaji di Percetakan

Slip gaji adalah dokumen yang berisi rincian tentang pendapatan dan potongan gaji seorang karyawan dalam periode pembayaran tertentu. 

Seperti bisnis pada umumnya, bisnis percetakan bisa menerapkan sistem gaji yang teratur yang dibayarkan setiap bulan, berdasarkan satuan waktu, dan komisi. Karyawan percetakan bisa diupah dengan sistem gaji karyawan toko dimana pengupahan dibagi rata dengan laba bersih toko atau durasi kerja karyawan tersebut (harian/mingguan/bulanan).

Untuk bisnis percetakan, cara menghitung gaji karyawan percetakan biasanya didasarkan pada komponen yang tercantum pada slip gaji berikut. 

  1. Pendapatan utama atau gaji pokok. Bagian ini mencantumkan pendapatan utama karyawan, seperti gaji pokok atau upah harian yang telah dihitung berdasarkan sistem penggajian yang berlaku.
  2. Komisi atas penjualan. Jika karyawan termasuk dalam tim penjualan dan memiliki hak atas komisi atas penjualan, bagian ini akan mencantumkan jumlah komisi yang diterima dalam periode pembayaran.
  3. Tunjangan dan insentif. Komponen slip gaji ini mencakup tunjangan dan insentif khusus, seperti tunjangan transportasi, tunjangan makan, atau insentif produktivitas. Upah lembur, bonus, THR, dan tunjangan lainnya yang bersifat kondisional juga dimasukkan.
  4. Potongan gaji. Bagian ini mencantumkan komponen-komponen yang termasuk sebagai potongan gaji, seperti pajak penghasilan (PPh 21), iuran pensiun, premi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, atau asuransi kesehatan yang dikenakan pada karyawan.
  5. Total gaji bersih. Total gaji bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi potongan gaji dari total pendapatan bruto karyawan.

Sama seperti slip gaji karyawan swasta pada umumnya, slip gaji terdiri dari beberapa elemen penting yang wajib dicantumkan sebagai bukti sah, yaitu: 

  • Identitas perusahaan, seperti nama perusahaan yang memberikan upah kerja, alamat, dan nomor kontak perusahaan.
  • Identitas karyawan. Mencakup nama, posisi/jabatan karyawan, NIK, serta Nomor Peserta Wajib Pajak.
  • Pernyataan kerahasiaan. Baik format slip gaji diberikan secara digital maupun cetak, pernyataan kerahasiaan memastikan bahwa informasi di dalamnya bersifat rahasia alias hanya penerima dan pemberi gaji yang tahu. Bentuk pernyataannya dapat berupa Private and Confidential.
  • Periode pembayaran gaji. Pencantuman periode memastikan bahwa gaji telah dibayarkan dalam masa kerja tertentu. 
  • Bukti pengesahan. Misalnya, cap perusahaan, tanda tangan, dan nama jelas pihak yang berwenang memberikan gaji.

BACA JUGA: Mengapa Slip Gaji Karyawan Penting Bagi Transparansi Perusahaan? 

Contoh Slip Gaji Karyawan Percetakan

Contoh Slip Gaji di Percetakan
Sumber: Freepik

Berikut adalah contoh slip gaji karyawan percetakan sederhana untuk memberikan gambaran lebih jelas:

Rincian Gaji di Percetakan

Dengan Gadjian, slip gaji karyawan dibuat secara otomatis dengan menekankan pada komponen-komponen penting yang transparan agar karyawan lebih mudah mengetahui informasi tentang gajinya.

Berikut ini contoh slip gaji karyawan percetakan yang dibuat di aplikasi Gadjian: 

Slip Gaji di Gadjian

Seperti yang bisa Anda lihat, komponen pendapatan dan potongan ditampilkan dalam kolom yang berbeda untuk merinci gaji bersih karyawan. 

BACA JUGA: 5 Manfaat Invoice Digital Untuk Memaksimalkan Penagihan Bisnis

Hitung Gaji Lebih Praktis dengan Gadjian

cta SOP Onboarding Karyawan Baru

Dalam mengelola sistem penggajian karyawan, pengusaha dan HR perlu memahami sistem yang efisien dan adil. Komponen slip gaji harus disusun dengan cermat untuk mencakup pendapatan utama, komisi penjualan, tunjangan, dan potongan gaji.

Oleh sebab itu, menggunakan software payroll berbasis web bisa mempermudah penghitungan gaji di perusahaan yang menerapkan sistem kerja tertentu seperti percetakan. Anda bisa mulai dengan mengunduh Gadjian.

Gadjian adalah aplikasi berbasis web yang dirancang khusus untuk memudahkan beragam tugas harian HRD dan pemilik bisnis. Contohnya, fitur kalkulator PPh 21 untuk menghitung pajak penghasilan karyawan, bayar dan lapor BPJS untuk menghitung potongan iuran yang dibayar karyawan serta melaporkan otomatis melalui SIPP BPJS Ketenagakerjaan. 

Untuk memudahkan penggajian sesuai level jabatan, Gadjian juga menyediakan fitur struktur dan skala upah yang memungkinkan Anda merancang range gaji dengan metode trend dan progressive. 

Anda juga bisa mengelola data personalia yang mencakup data pribadi karyawan, performa, serta histori pekerjaan sehingga tak perlu lagi repot membuat penyimpanan data personalia manual. 

Gadjian juga mengakomodasi sistem ESS (Employee Self-Service) sehingga karyawan dapat dengan mudah mengakses slip gaji online melalui smartphone. Dengan demikian, karyawan dapat langsung mengunduh slip gaji mereka saat diperlukan.  

Apa pun industri bisnis yang Anda jalani, Gadjian siap membantu meringankan tugas harian Anda. Daftarkan perusahaan Anda di Gadjian sekarang dan coba semua fiturnya secara gratis selama 14 hari. 

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Baca Juga Artikel Lainnya