Potongan Slip Gaji Karyawan Bagian 1: BPJS Kesehatan

Dalam perhitungan gaji karyawan, terdapat komponen penambah yang memperbesar penghasilan, dan ada juga komponen pengurang yang berupa potongan. Salah satu potongan slip gaji karyawan adalah iuran BPJS Kesehatan.

Iuran yang dibayarkan sebagai premi ini menjadi pengurang gaji sejak pemerintah menetapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai program wajib bagi karyawan mulai 2015. UU No 24 Tahun 2011 tentang BPJS mengatur bahwa semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan, termasuk karyawan.

Mengapa BPJS Kesehatan Penting?

Jaminan sosial ini memberi manfaat perlindungan saat pekerja sakit dan membutuhkan perawatan dan pengobatan. Semua biaya akan ditanggung BPJS selama peserta aktif membayar iuran setiap bulan.

Mengikutsertakan karyawan dalam JKN merupakan bentuk kepedulian pemberi kerja terhadap kesejahteraan pekerja. Karena itu, perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya pada BPJS Kesehatan berarti mengabaikan kesejahteraan karyawan.

Konsekuensinya, jika pekerja belum terdaftar sebagai peserta, pemberi kerja wajib bertanggung jawab saat pekerjanya membutuhkan pelayanan kesehatan sesuai dengan manfaat yang diberikan oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga: 5 Hal Penting tentang Perhitungan BPJS Kesehatan untuk Karyawan

Perusahaan Wajib Mendaftarkan Karyawannya

Dalam Peraturan Presiden RI No 111 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, terdapat ketentuan mengenai BPJS Kesehatan untuk karyawan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat wajib dan mencakup seluruh penduduk Indonesia. (Pasal 6 ayat 1)
  2. Pemberi kerja sesuai ketentuan Pasal 6 ayat 3 wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan dengan membayar iuran. (Pasal 11 ayat 1)

Sanksi Tidak Mendaftarkan BPJS Kesehatan

Menurut UU BPJS, Pasal 17, perusahaan yang lalai tidak mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS akan dikenai sanksi berupa teguran tertulis, denda, dan/atau tidak mendapat pelayanan publik tertentu, misalnya dalam soal perizinan. Sedangkan jika perusahaan melanggar ketentuan tentang pembayaran dan penyetoran iuran jaminan sosial, menurut Pasal 55, maka dapat dikenakan ancaman pidana penjara paling lama delapan tahun atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000.

Berapa Iuran BPJS Kesehatan yang Dipotong dari Slip Gaji?

Bagi Pekerja Penerima Upah (PPU), karyawan perusahaan dikenai tarif BPJS Kesehatan sebesar 5% dari upah. Ketentuannya, 4% ditanggung oleh pemberi kerja, yang biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan BPJS Kesehatan, sedangkan 1% dibayar oleh karyawan dari potong gaji.

Iuran itu merupakan premi yang mencakup perlindungan untuk lima orang anggota keluarga, yaitu suami-istri dan tiga orang anak. Bagaimana jika ada tanggungan lainnya, seperti orangtua atau mertua? Karyawan membayar iuran tambahan satu persen per orang.

Upah sebagai Dasar Perhitungan Iuran

Upah yang dimaksud adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap yang diterima pekerja secara teratur setiap bulan. Namun, ada ketentuan mengenai batas upah sebagai dasar perhitungan iuran BPJS Kesehatan, yaitu:

  1. Batas terendah adalah upah minimum yang berlaku.
  2. Batas tertinggi adalah Rp 8.000.000. Jika penghasilan karyawan melebihi angka ini, maka dasar perhitungan iuran tetap menggunakan Rp 8.000.000.

Manfaat Kepesertaan

BPJS Kesehatan memberikan manfaat perlindungan kepada karyawan berupa layanan kesehatan rawat inap di rumah sakit atau fasilitas kesehatan dalam dua kelas yang disesuaikan dengan besar upah dan iuran:

  1. Layanan kelas I bagi penerima upah di atas Rp 4.000.000 sampai Rp 8.000.000.
  2. Layanan kelas II bagi penerima upah sampai dengan Rp 4.000.000.

Contoh Perhitungan Iuran BPJS Kesehatan:

Contoh Pertama

Seorang karyawan memiliki gaji Rp 4.000.000, maka perhitungan iurannya:

Iuran ditanggung perusahaan = 4% x Rp 4.000.000 = Rp 160.000
Iuran dipotong dari gaji karyawan = 1% x Rp 4.000.000 = Rp 40.000
Total iuran BPJS Kesehatan = Rp 200.000

Contoh Kedua

Seorang manajer bergaji Rp 10.000.000, maka dasar perhitungan iurannya menggunakan batas upah tertinggi, yakni Rp 8.000.000, seperti berikut:

Iuran ditanggung perusahaan = 4% x Rp 8.000.000 = Rp 320.000
IIuran dipotong dari gaji karyawan = 1% x Rp 8.000.000 = Rp 80.000.000
Total iuran BPJS Kesehatan = Rp 400.000

Baca Juga: Bayar BPJS Ketenagakerjaan Kini Lebih Mudah dengan Sistem EPS

Dengan menggunakan aplikasi HR software Gadjian, Anda tidak perlu repot menghitung manual iuran BPJS Kesehatan untuk setiap karyawan. Sebab, perhitungan iuran akan dilakukan secara otomatis oleh software payroll dan masuk dalam form penggajian online.

Iuran yang ditanggung perusahaan sebesar 4% otomatis muncul sebagai tunjangan BPJS Kesehatan. Sedangkan iuran yang dibayar oleh karyawan sebesar 1% akan tertera sebagai pemotong penghasilan karyawan, bersama PPh 21, iuran jaminan pensiun, dan jaminan hari tua di slip gaji online.

Dengan aplikasi payroll Gadjian, Anda bisa menghitung sekaligus membayar gaji secara online. Fitur Mandiri Cash Management (MCM) di Gadjian memungkinkan admin penggajian di perusahaan Anda membayar gaji seluruh karyawan hanya dengan sekali klik “bayar gaji” di dashboard Gadjian. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang aplikasi ini!

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share