Depan » Tips HRD » Strategi Employee Retention Pertahankan Kutu Loncat

Strategi Employee Retention Pertahankan Kutu Loncat

Strategi Employee Retention Pertahankan Kutu Loncat – Mengelola karyawan milenial memang agak tricky dan butuh strategi khusus. Salah satu sebabnya, karyawan milenial atau generasi Y dikenal gemar pindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dalam periode yang singkat. 

Bahkan, ada yang bisa bekerja di sebuah perusahaan hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Tetapi, tunggu dulu, ini tidak berarti sesuatu yang negatif. 

Justru dengan menjadi “kutu loncat”, mereka punya banyak pengalaman dan skill yang lebih baik dibandingkan karyawan generasi X atau baby boomers yang lebih memilih kemapanan karier di perusahaan yang sama, bahkan sampai pensiun.

Milenial adalah generasi digital pioneer, tech-savvy, punya skill andal, dan menyukai bekerja secara efisien, mandiri, dan fleksibel. Itu sebabnya, selama pandemi, milenial menjadi tulang punggung perusahaan ketika bisnis harus dijalankan secara remote atau WFH.

Sayangnya, milenial kerap dianggap tidak loyal. Jika saat ini mereka bersama kita, maka bisa jadi esok hari mereka pindah ke perusahaan pesaing kita. Akibatnya perusahaan tidak hanya kehilangan karyawan, tetapi juga harus mengeluarkan biaya rekrutmen lebih besar akibat turnover.

Situasi inilah yang disebut war for talent, istilah yang diperkenalkan McKinsey & Company yang mengacu pada persaingan ketat perusahaan berebut SDM yang jumlahnya terbatas. Setiap perusahaan ingin karyawan terbaik.

Oleh sebab itu, jika ingin melindungi karyawan kamu dari godaan perusahaan pesaing, maka salah satu cara jitu adalah meningkatkan retensi karyawan atau employee retention

Karyawan kutu loncat 

Membahas soal karyawan milenial tak lengkap jika tidak menyebut Deloitte, perusahaan audit dan konsultan global yang punya perhatian besar terhadap tenaga kerja milenial. Perusahaan ini rutin melakukan survei mengenai pekerja milenial dan generasi Z di berbagai negara.

The Deloitte Global 2022 Gen Z & Millennial Survey, yang melibatkan 23.220 orang responden dari 46 negara, menemukan bahwa keinginan dua kelompok karyawan ini untuk resign dari perusahaan masih cukup tinggi.

Baca Juga: 5 Program Retensi Karyawan yang Bisa Diterapkan HRD

Sebanyak 40% Gen Z dan 24% milenial yang disurvei mengaku ingin meninggalkan pekerjaan mereka saat ini dalam kurun 2 tahun mendatang. Sedangkan 35% Gen Z dan 32% milenial tetap ingin resign meski belum tahu akan bekerja di mana.

Employee Retention

Jika dibandingkan survei 4 tahun sebelumnya, dengan responden 10.000 orang di 36 negara, temuan survei 2022 memang lebih rendah. Survei Deloitte tahun 2018 mengungkap 43% responden milenial berencana meninggalkan pekerjaan mereka dalam kurun 2 tahun. 

Penurunan ini kemungkinan dipengaruhi pandemi yang membuat milenial berpikir ulang untuk resign dalam waktu dekat. Meski demikian, Deloitte menyebut temuan terakhir ini masih tergolong tinggi.

Apa yang paling diinginkan karyawan milenial?

Masih menurut survei Deloitte 2022, kekhawatiran terbesar karyawan milenial dan Gen Z adalah masalah biaya hidup yang semakin tinggi. Silakan lihat grafik berikut:

Strategi employee retention

Kekhawatiran tentang biaya hidup dan keuangan ini dipengaruhi situasi ekonomi, termasuk inflasi tinggi, yang membuat mereka merasa tidak aman secara finansial. Hampir setengah Gen Z (46%) dan milenial (47%) hidup dari gaji ke gaji, dan terus merasa khawatir tidak akan mampu menutup pengeluaran mereka.

Baca Juga: Cara HR Mengatasi Burnout pada Karyawan

Terlepas dari itu, ada sejumlah alasan yang membuat karyawan milenial dan Gen Z bertahan di perusahaan mereka saat ini. Tiga yang paling utama adalah work-life balance, kesempatan belajar dan berkembang, serta gaji dan benefit finansial. Silakan perhatikan grafik di bawah:

employee engagement

Nah, dari survei ini bisa kita rangkum dua poin penting. Pertama, karyawan milenial khawatir dengan kemampuan finansial mereka, terutama untuk membiayai hidup. Kedua, mereka mempertimbangkan bertahan di perusahaan yang memberikan benefit finansial.

Benefit finansial sebagai strategi employee retention

Jadi, salah satu cara untuk meningkatkan employee retention, terutama milenial dan Gen Z, adalah dengan menyediakan benefit finansial. Yang dimaksud benefit adalah setiap pemberian perusahaan kepada karyawan di luar gaji, yang ditujukan untuk menunjang kesejahteraan karyawan dan keluarganya.

Benefit karyawan ada yang sifatnya finansial dan non-finansial. Benefit finansial dapat diberikan dalam berbagai bentuk, misalnya asuransi, reimbursement pengobatan, dana pensiun, kasbon, sampai pinjaman karyawan.

Pemberian benefit finansial merupakan cara paling mudah untuk meningkatkan employee engagement (employee retention). Dengan dukungan finansial, karyawan dapat memenuhi kebutuhannya dan menjadi lebih sejahtera, sehingga kepuasan kerja naik dan loyalitas karyawan juga naik. Karyawan yang loyal akan lebih lama bertahan di perusahaan.

Sebuah survei yang dirilis perusahaan manajemen risiko multinasional Willis Towers Watson menemukan bahwa 75% karyawan bertahan di perusahaan karena program benefit yang ditawarkan. Ini berarti employee benefit dapat menahan 3 dari 4 karyawan untuk tetap di perusahaan.

Platform benefit karyawan

fitur benefit karyawan
Fitur benefit karyawan, integrasi platform Payuung dan Gadjian | Gadjian

Namun, masalahnya tidak semua perusahaan mampu menyediakan benefit finansial secara penuh karena keterbatasan kemampuan keuangan perusahaan. Apabila perusahaan kamu tidak punya anggaran benefit karyawan, tak perlu khawatir. Kamu bisa memanfaatkan platform kesejahteraan karyawan, Payuung.

Payuung menyediakan beragam benefit karyawan dari pihak ketiga (merchant) yang tepercaya. Jika membutuhkan dukungan finansial untuk karyawan, maka tersedia kasbon dan pinjaman karyawan dengan proses yang mudah dan cepat.

Baca Juga: 7 Manfaat Reward Karyawan yang Sebaiknya Perusahaan Berikan

1. Kasbon atau tarik gaji awal

Kasbon merupakan solusi dana darurat untuk karyawan yang disediakan oleh Kini, platform keuangan yang bergerak dalam pembiayaan tarik gaji awal karyawan. 

Syaratnya cukup mudah, yakni perusahaan berdomisili di Indonesia, telah beroperasi 2 tahun, memiliki minimal 6 karyawan, memiliki laporan keuangan 2 tahun terakhir, menyertakan laporan rekening koran 6 bulan terakhir, dan karyawan memiliki slip gaji dengan komponen gaji pokok.

Kasbon maksimal adalah 80% dari gaji berdasarkan jumlah hari kerja. Karena bukan pinjaman, maka tidak ada bunga. Slip gaji karyawan otomatis akan dipotong sebesar gaji awal yang telah ditarik.

platform benefit karyawan

2. Pinjaman karyawan

Payuung menyediakan dua jenis pinjaman karyawan, yaitu pinjaman karyawan Multiguna dan Max Cash. Keduanya dapat dimanfaatkan karyawan tanpa membebani keuangan perusahaan, dengan sistem pengembalian potong gaji.

Pinjaman Multiguna tersedia sampai Rp10 juta dengan proses pengajuan dan persetujuan cepat, suku bunga kompetitif, dan tenor hingga 12 bulan, dan disediakan oleh fintech Pinjam Modal. Sedangkan pinjaman Max Cash dari Bank BTPN tersedia dengan limit hingga Rp300 juta dengan tenor maksimal 60 bulan. 

Payuung merupakan platform financial dan wellness pertama di Indonesia yang menawarkan solusi benefit karyawan. Keuntungan menggunakan platform Payuung bagi perusahaan antara lain:

a. Benefit karyawan melalui pihak ketiga sehingga tidak membebani keuangan perusahaan
b. Proses pendaftaran dan pencairan dana cukup mudah dan cepat karena semua dilakukan secara online
c. Tanpa persyaratan yang rumit dan tanpa agunan
d. Aman dan terjamin karena semua merchant di Payuung telah terdaftar dan diawasi oleh OJK
e. Manfaat maksimal, dapat membantu mengurangi biaya turnover, meningkatkan loyalitas dan produktivitas, dan menaikkan employee retention

Selain kasbon dan pinjaman, Payuung juga menyediakan benefit berupa asuransi karyawan, dana pensiun, dan investasi reksadana.

Ingin memberikan reward atau hadiah untuk karyawan? Di platform benefit ini, kamu juga bisa mencari aneka gift voucher untuk menunjang gaya hidup karyawan.

daftar persentasi payuung

Kamu juga bisa memanfaatkan Payuung Clinic, wadah konsultasi bagi owner maupun HR perusahaan seputar masalah SDM, bisnis, dan keuangan bersama ahli di bidangnya. Payuung Clinic disediakan oleh Gadjian Academy.

Payuung terafiliasi dengan Gadjian dan Hadirr di bawah Fast 8 Group. Jika mendaftar dan berlangganan software online Gadjian, maka kamu otomatis mendapat akses gratis ke platform Payuung dan Payuung Clinic.

Gadjian merupakan aplikasi slip gaji karyawan yang efisien. Payroll berbasis web ini menghitung gaji beserta semua komponennya secara otomatis, serta membantu HR mengelola administrasi karyawan perusahaan lebih efektif.

Coba Gadjian Sekarang
Content Writer at Gadjian

Jurnalis dan penulis konten/content writer.

Share

No Thoughts on Strategi Employee Retention Pertahankan Kutu Loncat

Leave A Comment