Ada berbagai jenis sertifikasi HR yang bisa membantu praktisi mengembangkan kompetensi dan karier, mulai dari sertifikat kompetensi BNSP hingga kredensial internasional seperti SHRM, HRCI, dan CIPD. Gadjian Academy juga menawarkan program CHCP dan CPO yang berfokus pada penerapan praktik HR di perusahaan.
Pilihan terbaik bergantung pada pengalaman, tujuan karier, kebutuhan kompetensi, dan anggaran. Sebelum mendaftar, pahami perbedaan sertifikat kompetensi, sertifikat pelatihan, dan kredensial profesional agar investasi waktu dan biaya lebih tepat sasaran.
Apa Itu Sertifikasi HR?

Sertifikasi HR merupakan pengakuan atas kompetensi seseorang dalam bidang manajemen sumber daya manusia. Pengakuan ini dapat diperoleh melalui uji kompetensi, asesmen, atau evaluasi sesuai ketentuan lembaga penerbit.
Sertifikasi HR berbeda dari sertifikat keikutsertaan pelatihan. Peserta pelatihan bisa memperoleh sertifikat setelah menyelesaikan program, sedangkan sertifikat kompetensi mensyaratkan pembuktian kemampuan sesuai standar yang digunakan.
Perbedaan tersebut juga diatur dalam Pasal 14 PP Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional. Peraturan ini membedakan sertifikat pelatihan dari sertifikat kompetensi kerja.
- Sertifikat pelatihan diberikan oleh lembaga pelatihan kepada peserta yang menyelesaikan program sesuai ketentuan.
- Sertifikat kompetensi kerja diberikan kepada tenaga kerja yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi BNSP.
Saat membandingkan jenis sertifikasi HR, periksa dua hal terlebih dahulu: siapa yang menerbitkan sertifikat dan bagaimana peserta dinilai. Keduanya membantu Anda memahami apakah sebuah program berfokus pada pembelajaran praktis, pengakuan kompetensi nasional, atau kredensial profesional internasional.
Baca juga: Sertifikasi CHRP Terpercaya di Indonesia dan Panduan Memilihnya
Apakah Sertifikasi HR Wajib di Indonesia?
Pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 115 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi Kerja bagi Tenaga Kerja Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Keputusan ini ditetapkan pada 18 Agustus 2022.
Salah satu acuan kompetensinya adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang MSDM yang ditetapkan melalui Kepmenaker Nomor 149 Tahun 2020. Standar ini memuat unit kompetensi yang berkaitan dengan fungsi pengelolaan SDM, termasuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja.
Bagi praktisi di Indonesia, sertifikasi HR Indonesia berbasis SKKNI patut menjadi pertimbangan utama. Kompetensi tersebut relevan di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur dan industri ritel hingga industri fintech, yang masing-masing memiliki kebutuhan pengelolaan SDM berbeda.
Sementara itu, sertifikasi HR internasional seperti SHRM dan CIPD dapat melengkapi kompetensi, tetapi tidak otomatis menggantikan sertifikasi nasional apabila kewajiban sertifikasi berlaku bagi posisi atau tenaga kerja yang bersangkutan.
Baca juga: 9 Skill HRD yang Wajib Dikuasi oleh Seorang Profesional
Perbandingan 9 Jenis Sertifikasi HR
Tabel berikut merangkum fokus, sasaran peserta, dan kisaran biaya berdasarkan informasi per Oktober 2026. Biaya dan persyaratan dapat berubah, jadi periksa kembali situs resmi penerbit sebelum mendaftar.
| Sertifikasi HRD | Penerbit | Cocok untuk | Kisaran biaya |
| CHCP | Gadjian Academy | HR pemula hingga menengah dan pemilik bisnis | Rupiah, tersedia per blok |
| CPO® | Gadjian Academy | HR di perusahaan berkembang dan pemimpin bisnis | Rupiah |
| Sertifikat Kompetensi BNSP Bidang MSDM | BNSP melalui LSP berlisensi | Staf hingga manajerial | Bervariasi menurut LSP |
| CHRP Program Lokal | Universitas atau lembaga pelatihan | HR yang menginginkan program dengan landasan akademis | Bervariasi |
| SHRM-CP / SHRM-SCP | SHRM, AS | HR operasional dan strategis | US$495–695 |
| aPHR | HRCI, AS | Lulusan baru dan career switcher | US$400 |
| PHR / SPHR / GPHR | HRCI, AS | Profesional HR, senior, dan HR global | US$495–595 |
| CIPD Level 3/5/7 | CIPD, Inggris | HR dan L&D yang menargetkan pasar internasional | Bergantung pada penyelenggara |
| CPTD | ATD Certification Institute, AS | Spesialis learning dan talent development | Dalam dolar AS |
Baca juga: Review 5 HR Management App Terbaik di Indonesia
Review 9 Jenis Sertifikasi HR
1. CHCP (Certified Human Capital Professional)

CHCP dari Gadjian Academy dirancang untuk praktisi HR dan pemilik bisnis yang ingin mengembangkan kemampuan pengelolaan SDM secara strategis. Program sertifikasi HR profesional ini mencakup lima blok materi:
- Organization Development: desain organisasi, job grading, dan perencanaan strategis SDM.
- People Development: talent acquisition, manajemen L&D, dan pengembangan karier.
- Remuneration Management: struktur gaji, strategi remunerasi, reward, BPJS dan PPh 21.
- Talent Management: manajemen kinerja dan perencanaan suksesi.
- Industrial Relations: PHK, perjanjian kerja, dan hubungan industrial.
Program ini juga menyediakan pembekalan SKKNI untuk peserta yang ingin mempersiapkan diri menghadapi uji kompetensi nasional.
Kelebihan: Materinya berbasis praktik dan peserta dapat memilih blok sesuai kebutuhan.
Keterbatasan: Sertifikat CHCP diterbitkan Gadjian Academy, bukan BNSP. Peserta yang membutuhkan sertifikat kompetensi nasional tetap perlu mengikuti jalur uji kompetensi yang sesuai.
Cocok untuk: HR generalis yang ingin berkembang ke peran strategis dan pemilik bisnis yang mengelola SDM sendiri.
2. CPO® (Chartered People Officer)
CPO® merupakan program pelatihan HR online bersertifikat dari Gadjian Academy. Materinya dirancang untuk membantu praktisi HR dan pemimpin bisnis membangun sistem pengelolaan karyawan sesuai kebutuhan perusahaan.
Delapan modulnya mencakup strategi HR berbasis bisnis, struktur organisasi, payroll dan benefit, PPh 21, anggaran HR, rekrutmen, manajemen kinerja, serta hubungan kerja dan konflik karyawan.
Pembelajaran berlangsung melalui kelas live, rekaman, dan materi pendukung, kemudian diakhiri take-home examination. Peserta yang memenuhi persyaratan kelulusan memperoleh e-sertifikat Chartered People Officer.
Kelebihan: Materi praktis untuk HR yang menangani banyak fungsi sekaligus, terutama di perusahaan berkembang.
Keterbatasan: CPO bukan sertifikat kompetensi BNSP, melainkan program yang berfokus pada pengembangan kemampuan praktis.
Cocok untuk: HR di UKM, praktisi yang menangani berbagai tugas HR, dan pemimpin bisnis yang ingin menata fungsi SDM.
CHCP atau CPO? Pilih CHCP jika membutuhkan cakupan HR strategis yang luas dan pembekalan SKKNI. CPO lebih sesuai jika ingin memperkuat praktik sehari-hari seperti payroll, KPI, dan struktur organisasi.
3. Sertifikat Kompetensi BNSP Bidang MSDM
Sertifikat kompetensi BNSP menjadi bukti bahwa seseorang telah dinyatakan kompeten pada skema tertentu melalui uji kompetensi. Proses asesmen dilakukan oleh LSP berlisensi sesuai ketentuan BNSP.
Tahapannya meliputi memilih skema sesuai jabatan, menyiapkan portofolio pekerjaan, mengikuti asesmen, dan menunggu hasil uji. Metode asesmen dapat mencakup tes tertulis, wawancara, observasi, atau studi kasus, bergantung pada skema.
Kelebihan: Mengacu pada standar kompetensi nasional dan relevan bagi praktisi yang membutuhkan pengakuan kompetensi formal di Indonesia.
Keterbatasan: Uji kompetensi menilai kemampuan yang sudah dimiliki peserta, bukan menggantikan proses belajar. Persyaratan juga bergantung pada skema yang dipilih.
Tips: Pastikan LSP memiliki lisensi untuk skema yang dibutuhkan. Periksa daftar LSP melalui situs resmi BNSP.
4. CHRP (Certified Human Resources Professional) Program Lokal
CHRP merupakan nama yang digunakan oleh sejumlah universitas dan lembaga pelatihan di Indonesia. Materinya biasanya mencakup fungsi utama MSDM, seperti rekrutmen, pengembangan karyawan, kompensasi, dan hubungan industrial.
Kelebihan: CHRP merupakan program sertifikasi HR yang memadukan landasan akademis dengan pengalaman praktisi serta menyediakan tugas atau ujian.
Keterbatasan: Tidak ada satu penerbit tunggal untuk semua program CHRP. Karena itu, reputasi, kurikulum, metode penilaian, dan jenis sertifikatnya perlu diperiksa sebelum mendaftar.
5. SHRM-CP dan SHRM-SCP
Society for Human Resource Management (SHRM) dari Amerika Serikat menawarkan dua kredensial utama. SHRM-CP berfokus pada praktik HR operasional, sedangkan SHRM-SCP ditujukan bagi profesional yang menangani strategi dan kepemimpinan HR.
Menurut kriteria kelayakan resmi SHRM, SHRM-CP tidak mewajibkan pengalaman HR sebelumnya. SHRM-SCP memiliki persyaratan pengalaman strategis atau ketentuan alternatif bagi pemegang SHRM-CP.
Kelebihan: Dikenal di lingkungan HR internasional dan menguji pengetahuan serta kompetensi perilaku.
Keterbatasan: Biayanya relatif tinggi dan materinya banyak merujuk pada praktik di Amerika Serikat.
6. aPHR (Associate Professional in Human Resources)
aPHR dari HR Certification Institute (HRCI) merupakan sertifikasi HR pemula yang cocok bagi orang yang ingin mempelajari dasar-dasar HR. Sertifikasi ini dapat dipertimbangkan oleh lulusan baru atau profesional yang ingin beralih ke bidang SDM.
Kelebihan: Memberikan jalur awal untuk membangun pengetahuan dan kredensial HR.
Keterbatasan: Materinya berorientasi pada praktik Amerika Serikat sehingga perlu dilengkapi pemahaman regulasi Indonesia bagi kandidat yang akan bekerja di pasar lokal.
7. PHR, SPHR, dan GPHR
HRCI menawarkan kredensial untuk praktisi HR berdasarkan tingkat pengalaman dan bidang tanggung jawab.
- PHR: berfokus pada praktik HR profesional dan operasional.
- SPHR: menekankan strategi serta kepemimpinan HR.
- GPHR: ditujukan bagi profesional yang mengelola HR lintas negara.
Kelebihan: Relevan bagi profesional yang ingin mengembangkan karier di bidang HR, terutama di perusahaan multinasional.
Keterbatasan: PHR dan SPHR banyak menguji penerapan regulasi Amerika Serikat. Untuk menangani persoalan seperti BPJS dan pesangon di Indonesia, praktisi tetap perlu menguasai regulasi lokal.
8. CIPD Level 3, 5, dan 7
Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) merupakan badan profesi HR dan learning and development dari Inggris. Kualifikasinya terdiri atas tiga jenjang utama:
- Level 3: dasar praktik HR dan L&D bagi pemula.
- Level 5: praktik people management bagi profesional dengan tanggung jawab lebih luas.
- Level 7: pengelolaan SDM strategis untuk tingkat lanjut.
Kelebihan: Pembelajaran melibatkan tugas tertulis dan penerapan konsep. Kualifikasi ini dapat relevan bagi praktisi yang menargetkan pasar kerja Inggris atau negara tertentu yang menghargainya.
Keterbatasan: Durasi belajar bisa mencapai beberapa bulan per level dan biaya bergantung pada penyelenggara. Materinya juga perlu disesuaikan dengan regulasi Indonesia.
9. CPTD (Certified Professional in Talent Development)
CPTD dari ATD Certification Institute berfokus pada pelatihan, pembelajaran, dan pengembangan talenta. Kredensial ini cocok bagi profesional yang ingin mendalami L&D atau pengembangan talenta perusahaan.
Kandidat umumnya perlu memiliki lima tahun pengalaman di bidang talent development dan 60 jam pengembangan profesional dalam lima tahun terakhir. Ada jalur alternatif bagi pemegang kredensial APTD yang memenuhi persyaratan pengalaman.
Kelebihan: Spesifik untuk profesional yang berfokus pada program pelatihan dan pengembangan talenta.
Keterbatasan: Cakupannya lebih sempit dibandingkan sertifikasi untuk HR generalis yang juga menangani payroll, administrasi, dan hubungan industrial.
Baca juga: 9 Skill HRD yang Wajib Dikuasi oleh Seorang Profesional
Bagaimana Cara Memilih Jenis Sertifikasi HR yang Tepat?

Sebelum mendaftar sertifikasi manajemen SDM, sesuaikan sertifikasi dengan tujuan karier dan kebutuhan pekerjaan. Pertimbangkan empat hal ini:
1. Level karier
Pemula dapat mempertimbangkan CPO, aPHR, atau CIPD Level 3. Praktisi menengah bisa mengevaluasi CHCP, SHRM-CP, atau PHR. Untuk level senior, pilihan yang relevan antara lain SHRM-SCP, SPHR, atau CIPD Level 7, dengan tetap memperhatikan persyaratan masing-masing.
2. Negara tempat bekerja
Jika berkarier di perusahaan Indonesia, prioritaskan pemahaman regulasi lokal dan sertifikasi kompetensi yang sesuai. BNSP dapat menjadi pilihan untuk pengakuan kompetensi nasional, sedangkan CHCP dan CPO berfokus pada pengembangan kemampuan praktis yang didesain khusus untuk perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
Jika menargetkan perusahaan multinasional atau pasar kerja luar negeri, pertimbangkan SHRM, HRCI, atau CIPD sesuai negara dan jenis pekerjaan yang dituju.
3. Kompetensi yang ingin ditingkatkan
Tentukan persoalan yang ingin Anda selesaikan. Jika membutuhkan pemahaman tentang payroll, PPh 21, KPI, dan hubungan kerja, program praktis seperti CPO dapat menjadi titik awal. Jika ingin mengembangkan HR secara strategis, CHCP menawarkan cakupan yang lebih luas.
4. Anggaran dan waktu yang tersedia
Sertifikasi internasional umumnya menggunakan mata uang asing dan dapat memerlukan biaya tambahan untuk materi persiapan atau keanggotaan. Sementara program lokal lebih terjangkau. Tetapi, Anda sebaiknya tetap membandingkan kurikulum, metode penilaian, dan hasil belajar yang ditawarkan.
Contoh Jalur Pengembangan Kompetensi HR
Seorang staf HR di perusahaan berkembang ingin beralih menjadi HR manager. Ia mulai memperkuat kemampuan praktis dalam payroll, hubungan kerja, dan manajemen kinerja melalui program pelatihan yang relevan.
Setelah punya dasar kuat, ia bisa mengikuti pembekalan SKKNI dan mengambil uji kompetensi BNSP. Jika kemudian menargetkan posisi regional, ia dapat mempertimbangkan kredensial internasional sesuai kebutuhan perusahaan.
Jalur tersebut bukan satu-satunya pilihan. Urutannya perlu disesuaikan dengan pengalaman, tuntutan jabatan, dan kompetensi karyawan.
Baca juga: Cara Menjadi HRD yang Handal Meski Bukan Lulusan Psikologi
Apa Manfaat Sertifikasi HR?

Sertifikasi dapat membantu praktisi membangun kerangka kerja yang lebih terstruktur, memahami standar profesi, dan menunjukkan kompetensi tertentu kepada perusahaan. Namun, sertifikat tidak otomatis menjamin promosi atau kenaikan gaji. Hasilnya tetap bergantung pada pengalaman, kinerja, kebutuhan perusahaan, dan penerapan ilmu di tempat kerja.
Bagi perusahaan, kompetensi HR yang memadai membantu pengelolaan karyawan berjalan lebih terstruktur dan mendukung kepatuhan terhadap regulasi. Kompetensi ini juga berperan dalam membangun lingkungan kerja sehat dan budaya kerja positif, mulai dari penerapan kebijakan yang adil hingga pengelolaan hubungan kerja.
Bagi pemilik bisnis, misalnya, pelatihan seperti CHCP dan CPO dapat membantu menentukan prioritas pengelolaan SDM, terutama ketika tim HR masih terbatas. Karena itu, meningkatkan kompetensi HR menjadi investasi penting untuk mendukung pengelolaan SDM organisasi yang lebih baik.
Baca juga: 7 Sertifikasi Profesi Keuangan di Indonesia dan Tips Memilih yang Tepat
Tingkatkan Kompetensi HR Bersama Gadjian Academy

Gadjian Academy adalah platform pelatihan dan sertifikasi tepercaya yang telah hadir sejak 2016, bagian dari ekosistem Fast8 People Hub. Pilihan programnya beragam, mulai dari seminar, workshop, hingga sertifikasi di bidang HR, sales, finance, dan untuk business owner, termasuk pilihan sertifikasi BNSP yang diakui secara nasional.
Kenapa banyak praktisi memilih Gadjian Academy?
- Harga terjangkau dibanding sertifikasi internasional berbasis dolar, plus diskon khusus member (pengguna Gadjian dan Hadirr otomatis menjadi member).
- Ilmu best practice yang lahir dari pengalaman nyata para mentor menangani persoalan HR di berbagai industri.
- Materi konkret yang disusun praktisi, bukan hasil generate AI, lengkap dengan contoh penerapan yang bisa langsung dipakai di kantor.
- Narasumber dan mentor berpengalaman, termasuk konsultan HR senior dengan jam terbang puluhan tahun.
- Format fleksibel: online, offline, dan hybrid, dengan akses rekaman materi.
- Terbukti dipercaya: lebih dari 9.000 peserta dan 4.000 perusahaan dari 30+ provinsi telah mengikuti 600+ event Gadjian Academy.
Pelajari program sertifikasi CHCP untuk pengembangan HR strategis atau program CPO untuk pendekatan praktis dalam mengelola fungsi HR. Cek juga jadwal terbarunya.

Dukung Kinerja HR dengan Teknologi yang Tepat
Kompetensi HR yang kuat perlu didukung proses administrasi yang efisien. Untuk urusan penggajian, software payroll Gadjian membantu perusahaan mengelola perhitungan gaji secara lebih praktis, akurat, dan memenuhi kepatuhan (compliance) hukum ketenagakerjaan Indonesia. Sebagai aplikasi HRIS, Gadjian juga mendukung pengelolaan administrasi karyawan lebih efisien untuk mengurangi pekerjaan rutin dan berulang.
Dengan proses payroll yang lebih terstruktur dan otomatis, HR dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk hal yang berdampak langsung pada organisasi, seperti pengembangan karyawan, evaluasi kinerja, dan perbaikan kebijakan SDM.
Coba Gadjian gratis 14 hari dan temukan cara menyederhanakan administrasi HR agar tim Anda dapat bekerja lebih efisien sekaligus berfokus pada pengembangan SDM organisasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Pemula dapat mempertimbangkan aPHR, CPO, atau CIPD Level 3. Pilih berdasarkan tujuan karier, anggaran, dan lokasi kerja yang dituju. Jika ingin berkarier di Indonesia, pelajari juga jalur sertifikasi kompetensi BNSP yang sesuai.
CHCP dan CPO dari Gadjian Academy berfokus pada pengembangan pengetahuan serta kemampuan praktis HR. Sementara itu, sertifikasi kompetensi BNSP menggunakan skema uji kompetensi berdasarkan standar nasional. Keduanya tetap mengacu pada SKKNI.
Sertifikasi internasional dapat menjadi nilai tambah, terutama jika perusahaan menghargai kredensial tersebut atau Anda menargetkan karier global. Namun, sertifikasi seperti SHRM, HRCI, dan CIPD tidak otomatis menggantikan pemahaman tentang regulasi ketenagakerjaan Indonesia atau sertifikasi nasional yang diwajibkan untuk posisi tertentu.
Tidak. Sertifikasi dapat memperkuat kompetensi dan menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan atau mengembangkan karier, tetapi kenaikan gaji tetap bergantung pada pengalaman, hasil kerja, tanggung jawab jabatan, kebijakan perusahaan, dan kondisi pasar tenaga kerja.
Periksa identitas penerbit, kurikulum, metode penilaian, kualifikasi pengajar, serta jenis sertifikat yang akan diterima. Jika menargetkan sertifikat kompetensi BNSP, pastikan LSP memiliki lisensi untuk skema yang sesuai dan verifikasi informasi melalui kanal resmi BNSP.
Gadjian Academy punya reputasi kuat di bidang pendidikan dan pelatihan HR, dengan mentor praktisi senior yang punya pengalaman puluhan tahun. Sertifikasinya diakui banyak perusahaan di Indonesia, dilengkapi dengan pembekalan SKKNI, dan biayanya cukup terjangkau dibanding sertifikasi sejenis.
