Oh No! Daftar Kesalahan Exit Interview yang Sering Dilakukan Karyawan

Daftar Kesalahan Exit Interview yang Sering Dilakukan Karyawan

Mengundurkan diri dari sebuah pekerjaan merupakan langkah penting dalam perjalanan karier seseorang. Setelah melewati proses resign dan notice period, ada satu tahap akhir yang sering diremehkan, yaitu exit interview. Sesi ini menjadi penutup resmi hubungan antara karyawan dan perusahaan.

Namun, tidak sedikit karyawan menganggap exit interview hanya sebagai formalitas. Di sisi lain, ada pula yang memanfaatkannya untuk meluapkan kekecewaan yang terpendam. Tanpa disadari, sikap tersebut justru dapat berdampak buruk pada citra profesional ke depan.

Dalam praktiknya, exit interview kerap menjadi titik runtuhnya reputasi yang telah dibangun. Hal ini terjadi karena kesalahan exit interview muncul akibat minimnya persiapan dan kurangnya kontrol emosi. Padahal, kesan terakhir sering kali lebih membekas dibandingkan pencapaian selama bertahun-tahun bekerja.

Melalui artikel ini, Anda akan memahami 8 kesalahan exit interview yang paling sering dilakukan karyawan. Simak pembahasan berikut agar tahu cara menghindari kesalahan dan meninggalkan kesan positif.

Mengenal Exit Interview serta Manfaatnya bagi Bisnis dan Karyawan

Kesalahan Exit Interview

Sebelum membahas kesalahan yang sering terjadi, penting bagi karyawan dan praktisi HR memahami pentingnya exit interview

Exit interview adalah percakapan antara karyawan yang akan berhenti dan perwakilan perusahaan, biasanya dari HR, untuk mendapatkan informasi tentang budaya kerja, gaya kepemimpinan, dan hal-hal yang bisa diperbaiki. Informasi ini jadi bahan penting perusahaan dalam meningkatkan pengalaman karyawan dan proses kerja ke depannya.

Kejujuran karyawan dalam menyampaikan pendapat tentu penting, tapi harus selalu dibarengi profesionalisme. Sebab, exit interview bukanlah forum untuk menumpahkan semua kekesalan atau mengungkap masalah pribadi. Cara menyampaikan kritik yang terstruktur dan objektif akan lebih dihargai.

Selain itu, exit interview juga menjadi momen bagi karyawan untuk menutup hubungan dengan perusahaan secara profesional. Dengan memberi masukan yang konstruktif, tetap sopan, dan menjaga nada komunikas, karyawan dapat meninggalkan kesan positif. 

Dengan demikian, sesi ini bukan sekadar formalitas, melainkan kesempatan untuk memperkuat jaringan profesional dan membuka peluang di masa depan.

Baca Juga: Pelajari 13 Tanda Karyawan Akan Resign dari Perusahaan

8 Kesalahan Exit Interview yang Sering Terjadi

Kesalahan Exit Interview

Berikut delapan kesalahan exit interview yang paling sering dilakukan karyawan, beserta strategi untuk menghindari kesalahan tersebut:

1. Meluapkan Kemarahan

Kesalahan exit interview paling umum adalah terlalu meluapkan emosi dalam percakapan. Kondisi ini umumnya dilakukan karyawan yang merasa diperlakukan tidak adil atau frustrasi dengan atasan. Padahal, tindakan ini bisa merusak reputasi profesional.

Contoh kesalahan:

“Manajer saya toxic dan membuat kehidupan kerja saya seperti neraka. Saya benci cara dia memimpin tim ini.”

Cara lebih baik:

“Saya menyadari bahwa saat ini saya membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda untuk terus berkembang. Saya mencari lingkungan yang lebih sesuai dengan cara kerja saya.”

Dengan mengubah diksi, pesan tetap tersampaikan tanpa terlihat emosional. Hal ini juga menunjukkan kemampuan mengendalikan diri dan profesionalisme.

2. Terlalu Banyak Berbagi Rencana Pribadi

Terkadang, karyawan yang mengajukan resign dan diterima di tempat baru tanpa sengaja menceritakan detail kontrak kerja baru atau gaji tinggi. Namun, hal ini dapat membuat HR atau manajer lama merasa kurang nyaman. Sebab, oversharing tidak hanya menunjukkan kurangnya etika, tetapi juga mengurangi fokus pada pemberian feedback konstruktif.

Contoh kesalahan:

“Saya pindah ke pekerjaan impian dengan gaji naik 50%, jam kerja fleksibel, dan tunjangan kesehatan lebih baik.”

Cara lebih baik:

“Kesempatan baru ini sejalan dengan tujuan pertumbuhan karier dan pengembangan kompetensi jangka panjang yang ingin saya capai saat ini.”

Dengan menunjukkan fokus pada pengembangan diri, karyawan bisa tetap terlihat profesional dan menjaga hubungan baik.

3. Menyalahkan Orang Lain 

Tidak sedikit tanda karyawan resign muncul akibat konflik personal di dalam tim. Namun, menyalahkan rekan kerja sebagai sumber masalah justru membuat Anda terlihat tidak profesional dan kurang kooperatif. Sebab dalam exit interview, HR lebih membutuhkan masukan yang objektif dan membangun, bukan konflik antarindividu.

Contoh kesalahan:

“Tim saya sangat malas dan tidak bisa bekerja dengan baik. Akhirnya, tidak ada pekerjaan yang selesai tepat waktu.”

Cara lebih baik:

“Selama bekerja di sini, ada tantangan dalam dinamika tim. Pengalaman ini mengajarkan saya cara menavigasi perbedaan komunikasi agar tetap produktif.”

Dengan mengubah fokus pada pelajaran yang dipetik, Anda dapat membuat masukan tetap bernilai bagi perusahaan.

Baca Juga: Daftar Pertanyaan Karyawan yang Akan Resign dan Cara Menjawabnya

4. Mengabaikan Sesi Masukan

Kesalahan exit interview lainnya adalah beberapa karyawan bersikap acuh karena merasa tanggung jawab sudah selesai. Sikap ini adalah kesalahan karena melewatkan kesempatan memberikan insight berharga untuk perbaikan perusahaan.

Contoh kesalahan:

“Lagipula saya mau pergi, jadi tidak ada masukan dari saya.”

Cara lebih baik:

“Jika ini membantu perusahaan, saya dengan senang hati berbagi masukan berdasarkan pengalaman yang mungkin bisa mendukung keberhasilan karyawan baru.”

Memberikan feedback menunjukkan profesionalisme dan kepedulian terhadap kelangsungan tim.

5. Menghindari Alasan yang Sebenarnya 

Saat mengajukan resign, karyawan sering memberikan alasan seperti “mencari tantangan baru” tanpa konteks yang membuat perusahaan sulit memahami masalah yang ada. Padahal, alasan yang dijelaskan secara jelas membantu HR memperbaiki struktur dan proses internal.

Contoh kesalahan:

“Saya butuh tantangan baru, jadi saya rasa ini waktunya bagi saya untuk pergi.”

Cara lebih baik:

“Setelah merenungkan tujuan karier jangka panjang, saya membutuhkan lingkup pekerjaan dengan tanggung jawab lebih luas yang belum tersedia di posisi saya saat ini.”

Dengan berkata jujur dan sopan, Anda memperlihatkan profesionalisme sekaligus membantu perusahaan melakukan evaluasi internal.

6. Tidak Mengatakan Hal Positif Sama Sekali

Kesalahan exit interview lainnya adalah beberapa karyawan terlalu fokus pada kekurangan perusahaan sehingga lupa menyebut hal positif. Padahal, exit interview adalah kesempatan untuk menutup hubungan kerja dengan nada positif dan membangun goodwill.

Contoh kesalahan:

Menjawab singkat saat ditanya pengalaman selama bekerja, tidak memberikan apresiasi atau masukan yang membangun.

Cara lebih baik:

“Terlepas dari tantangan yang ada, ada beberapa momen pembelajaran luar biasa. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan memimpin proyek yang memberi banyak ilmu baru.”

Dengan menyampaikan apresiasi, Anda dapat membuat kesan akhir lebih hangat dan meninggalkan reputasi profesional yang baik.

7. Mengkritik Tanpa Memberikan Solusi

Menyampaikan kritik tanpa diikuti saran perbaikan sering kali terdengar seperti keluhan belaka. Padahal, HR membutuhkan masukan yang jelas dan bisa digunakan sebagai bahan evaluasi. Masukan yang konstruktif akan lebih dihargai karena membantu perusahaan berkembang.

Contoh kesalahan:

“Manajemen tidak mau mendengar. Komunikasi di sini buruk dan membuat semua orang stres.”

Cara yang lebih tepat:

“Menurut saya, komunikasi antar tim bisa ditingkatkan lewat evaluasi rutin dan koordinasi yang lebih terbuka.”

Dengan menyertakan solusi, Anda menunjukkan sikap profesional dan kemampuan melihat masalah secara objektif.

Baca Juga: AI Employee Retention Strategy: Predicting Turnover Early

8. Menutup Exit Interview dengan Sikap Berlebihan

Sebagian karyawan ingin meninggalkan kesan dramatis saat keluar dari perusahaan. Padahal, sikap merasa paling berjasa atau sulit tergantikan justru dapat merusak citra profesional. HR umumnya menilai sikap ini sebagai tanda kurangnya kedewasaan dalam bekerja.

Contoh kesalahan:

“Silakan cari pengganti saya. Belum tentu ada yang bisa kerja sekeras saya.”

Cara yang lebih baik:

“Saya sudah menyiapkan catatan kerja dan panduan serah terima agar proses transisi berjalan lancar.”

Sikap profesional terlihat dari kesiapan Anda meninggalkan pekerjaan dalam kondisi rapi dan tertata, meski sudah tidak lagi berada di perusahaan.

Mengapa Profesionalisme di Akhir Masa Kerja Sangat Penting?

Banner Aplikasi Rekrutmen Karyawan Online Berbasis Web dan Applicant Tracking System (GATS)

Exit interview adalah kesempatan terakhir bagi karyawan untuk menyampaikan pengalaman dan masukan mereka secara jujur. Feedback yang diberikan bukan hanya refleksi pribadi, tetapi juga sumber informasi berharga bagi HR untuk memahami apa yang memengaruhi kepuasan dan motivasi tim. 

Dengan masukan yang konstruktif, perusahaan dapat mengambil langkah nyata untuk meningkatkan retensi karyawan dan mencegah kehilangan talenta penting. Agar feedback ini benar-benar berdampak, HR membutuhkan alat yang mempermudah pemantauan dan analisis kondisi karyawan. 

Misalnya, pola kerja yang fleksibel, penilaian performa, dan manajemen benefit membantu mengidentifikasi tim yang mengalami burnout, ketidakpuasan, atau hambatan produktivitas. Dengan sistem yang efisien, HR dapat segera melakukan penanganan sebelum karyawan memutuskan untuk resign.

Selain mendukung retensi, insight dari exit interview juga bisa menjadi referensi penting bagi proses rekrutmen. Data yang dikumpulkan membantu HR merancang strategi rekrutmen, termasuk menentukan profil kandidat yang sesuai dan menyusun paket benefit yang kompetitif. 

Aplikasi HRIS Gadjian hadir sebagai solusi terpadu yang membantu seluruh proses ini. Dengan fitur monitoring KPI, pengelolaan pola kerja, manajemen benefit, dasbor rekrutmen, dan Gadjian Jobsite, HR dapat memaksimalkan efisiensi kerja sekaligus meningkatkan retensi. 

Semua data karyawan, mulai dari waktu kerja, performa, hingga feedback, dapat dianalisis dalam satu platform. Dengan demikian, keputusan strategis dapat diambil lebih cepat dan akurat.

Dengan pendekatan ini, profesionalisme selama exit interview bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi HR yang cerdas. Karyawan meninggalkan perusahaan dengan kesan positif, sementara HR mendapatkan insight yang dapat meningkatkan kualitas manajemen karyawan secara berkelanjutan.

Kelola SDM Secara Profesional dan Efisien Bersama Gadjian

GATS by Gadjian

Menjaga profesionalisme saat exit interview bukan sekadar etika, tetapi juga strategi untuk membangun reputasi dan meninggalkan kesan positif. Feedback yang jujur dan konstruktif membantu HR memahami kebutuhan karyawan, mengidentifikasi masalah, dan meningkatkan retensi tim.

Namun, proses pengelolaan karyawan dari rekrutmen hingga exit interview akan lebih efektif jika didukung teknologi HR yang tepat. Dengan sistem terintegrasi dan data yang akurat, keputusan strategis terkait SDM dan rekrutmen menjadi lebih tepat sasaran.

Di sinilah Gadjian hadir sebagai solusi HRIS yang canggih namun hemat biaya. Melalui modul Gadjian Applicant Tracking System (GATS) dan integrasi dengan aplikasi rekrutmen Bisadaya, HR dapat mengelola proses rekrutmen secara online dari awal hingga akhir. 

Melalui modul GATS, penilaian kandidat dapat dilakukan real-time. Fitur ini juga memungkinkan kolaborasi tim lebih mudah dan pemberian feedback langsung tanpa hambatan komunikasi.

Tak hanya itu, Gadjian juga mengotomatisasi tugas-tugas administratif, seperti penggajian otomatis, absensi, manajemen cuti, dan pemantauan KPI karyawan. Semua proses bisa dijalankan dalam satu platform berbasis cloud yang memungkinkan HR fokus pada strategi pengembangan SDM dan peningkatan produktivitas.

Dengan semua fitur yang lengkap dan terintegrasi, Gadjian menjadi pilihan terbaik untuk mengoptimalkan pengelolaan karyawan, mempermudah rekrutmen, dan mendukung profit bisnis perusahaan. 

Masih ragu berlangganan? Tenang, Anda bisa mencoba Gadjian gratis selama 14 hari. Jangan tunda lagi, segera maksimalkan efisiensi HR Anda mulai hari ini!

Aplikasi Penggajian

Baca Juga Artikel Lainnya