Cara Menghitung PPh 21 Akhir Tahun

Image by pressfoto on Freepik - PPh 21 Akhir Tahun

Perhitungan PPh 21 masa Desember berbeda dari perhitungan PPh 21 masa bulan lainnya. Desember adalah masa pajak terakhir dalam satu tahun pajak, sehingga pemotongan PPh 21 masa pajak Desember merupakan penyelesaian atas pajak terutang dalam satu tahun kalender.

Secara singkat, PPh 21 yang dipotong bulan Desember adalah selisih antara pajak terutang setahun dengan pajak yang dipotong tiap masa pajak dari Januari sampai November

Aturan perhitungan PPh 21 Desember

Image by Freepik - PPh 21 Desember

Cara menghitung PPh 21 akhir tahun atau masa pajak Desember dijelaskan dalam Peraturan Dirjen Pajak No PER-16/PJ/2016 di bagian petunjuk umum dan contoh penghitungan pemotongan PPh Pasal 21 terutang pada bulan Desember atau masa pajak tertentu untuk pegawai tetap yang berhenti bekerja sebelum bulan Desember.

Menurut Peraturan Dirjen Pajak tersebut, yang dimaksud pegawai tetap adalah pegawai yang menerima penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris, anggota dewan pengawas, dan pegawai kontrak berdasarkan jangka waktu tertentu (PKWT) yang menerima penghasilan teratur.

Berikut ini ketentuan menghitung PPh 21 Desember dan PPh 21 bulan karyawan berhenti bekerja di tengah tahun pajak :

  1. Hitung PPh 21 terutang atas seluruh penghasilan yang diterima dalam tahun kalender bersangkutan, baik penghasilan teratur maupun tidak teratur.

Catatan: Penghasilan teratur adalah gaji atau upah, segala macam tunjangan, dan imbalan apa pun yang diterima secara periodik, termasuk uang lembur. Sedangkan penghasilan tidak teratur hanya diterima sekali setahun atau periode lainnya, berupa bonus, tunjangan hari raya (THR), jasa produksi, tantiem, gratifikasi, dan imbalan sejenis.

  • Untuk pegawai tetap yang kewajiban pajak subjektifnya sudah ada sejak awal tahun, namun mulai bekerja setelah bulan Januari atau tengah tahun, PPh 21 terutang dihitung berdasarkan jumlah seluruh penghasilan yang diterima.
  • Untuk pegawai tetap yang kewajiban pajak subjektifnya baru dimulai setelah bulan Januari atau tengah tahun, PPh 21 terutang dihitung berdasarkan jumlah seluruh penghasilan yang disetahunkan.
  1. PPh 21 terutang yang harus dipotong bulan Desember atau bulan terakhir karyawan bekerja (sebelum berhenti) adalah selisih antara PPh 21 terutang atas seluruh penghasilan teratur dan tidak teratur yang diterima dalam tahun kalender bersangkutan (angka 1) dengan PPh 21 yang telah dipotong dalam tahun kalender sampai dengan bulan sebelumnya.
  2. Apabila terjadi lebih bayar PPh 21 akhir tahun, yakni jumlah PPh 21 yang telah dipotong sampai bulan sebelumnya lebih besar dari PPh 21 terutang atas seluruh penghasilan dalam tahun kalender, maka kelebihan pemotongan PPh 21 tersebut dikembalikan kepada pegawai bersangkutan. 

Untuk karyawan yang berhenti bekerja sebelum Desember atau tengah tahun, pengembalian PPh 21 karyawan resign dilakukan bersamaan pemberian bukti potong PPh 21.

Catatan: Atas kelebihan potong PPh 21 tersebut, pemotong pajak (perusahaan) dapat memperhitungkannya dengan PPh 21 terutang atas penghasilan pegawai tetap lainnya dalam masa pajak yang sama, sehingga jumlah PPh 21 yang disetor telah mempertimbangkan jumlah kelebihan potong PPh 21 yang telah dikembalikan ke pegawai bersangkutan.

Jadi, perhitungan PPh 21 masa pajak Desember mirip dengan perhitungan PPh 21 bulan terakhir karyawan sebelum berhenti bekerja (resign) di tengah tahun pajak.

PPh 21 bulan terakhir (sebelum resign) = PPh 21 terutang tahun kalender – PPh 21 dipotong s/d bulan sebelumnya

PPh 21 Desember = PPh 21 terutang tahun kalender – PPh 21 dipotong s/d November

Mari kita lihat beberapa contoh perhitungan PPh 21 akhir tahun di bawah ini.

1. PPh 21 Desember pegawai tetap yang bekerja dari awal tahun

Image by pressfoto on Freepik - PPh 21 Desember Karyawan Tetap

Budi merupakan karyawan tetap yang memiliki penghasilan tahunan yang terdiri atas:

  • Penghasilan teratur: gaji Rp7.000.000 sebulan
  • Penghasilan tidak teratur: THR (April) dan bonus (Agustus), masing-masing sebesar 1 kali gaji

Budi menikah dan memiliki 1 anak (K/1), punya NPWP, peserta BPJS, dan sudah bekerja di perusahaan pada awal tahun kalender 2023. Perhitungan PPh 21 akhir tahun Budi seperti di bawah ini.

Baca Juga: Menghitung PPh 21 atas Bonus Tahunan: Aturan dan Contohnya

Perhitungan PPh 21 atas penghasilan teratur (gaji bulanan)

Perhitungan PPh 21 atas penghasilan teratur

Karena besaran gaji tiap bulan sama, maka potongan PPh 21 atas gaji pada bulan-bulan berikutnya juga sama, yakni Rp74.592.

Perhitungan PPh 21 atas penghasilan tidak teratur (THR dan bonus)

Perhitungan Pajak Penghasilan tidak teratur (THR dan bonus)

Karena besaran bonus Agustus sama dengan THR April, yakni 1 kali gaji, maka PPh 21 bonus juga sama dengan PPh 21 THR, yaitu Rp332.500.

PPh 21 atas seluruh penghasilan dari Januari sampai November 2023

Pajak Penghasilan atas seluruh penghasilan dari Januari sampai November 2023

PPh 21 Desember 2023

Perhitungan PPh 21 Desember 2023

Baca Juga: Simulasi Cara Menghitung PPh 21 Terlengkap dan Terbaru

2. PPh 21 Desember karyawan yang mulai bekerja setelah Januari, yang kewajiban pajak subjektifnya telah ada sejak awal tahun

Image by Freepik - PPh 21 Desember Karyawan Baru

Akbar pindah kerja ke perusahaan baru dan mulai bekerja sebagai manajer pada 1 Juli 2023 dengan gaji pokok Rp13.000.000 dan tunjangan jabatan Rp2.000.000, dengan status menikah dan memiliki 1 anak (K/1), serta memiliki NPWP. 

Dalam tahun pajak 2023, Akbar hanya bekerja 6 bulan di perusahaan baru tersebut, sehingga penghasilan neto dihitung 6 bulan, bukan 12 bulan. Berikut perhitungan PPh 21 akhir tahun atau masa Desember 2023:

PPh 21 dipotong sebulan

Perhitungan PPh 21 dipotong sebulan

Dengan penghasilan sama tiap bulan, maka potongan PPh 21 bulan-bulan berikutnya juga sama, yakni Rp200.000. Sehingga jumlah potongan PPh 21 dari Juli sampai November 2023 adalah: 5 x Rp200.000 = Rp1.000.000.

PPh 21 dipotong Desember 2023

Perhitungan PPh 21 dipotong Desember 2023

3. PPh 21 Desember karyawan yang mulai bekerja setelah Januari, yang kewajiban pajak subjektifnya baru ada setelah awal tahun

Image by our-team on Freepik - Pph 21 Desember Karyawan Baru Awal Tahun

Contoh kasus ini adalah karyawan asing yang baru mulai bekerja di Indonesia, di mana mereka akan bekerja untuk lebih dari 183 hari, atau bermaksud tinggal di Indonesia, atau baru saja memiliki NPWP.

Dalam perhitungan PPh 21, penghasilan neto disetahunkan, sebagaimana contoh berikut ini:

Rahul Agarwal mulai bekerja di perusahaan IT di Indonesia sejak 1 Juli 2023 dengan kontrak awal 3 tahun, dan dengan gaji Rp15.000.000 sebulan, dan baru saja memiliki NPWP. Ia menikah dan memiliki 1 anak (K/1).

PPh 21 dipotong sebulan

Contoh Hitungan PPh 21 Bulanan

Dengan demikian, potongan pajak PPh 21 dari bulan Juli sampai November 2023 adalah: 5 x Rp887.500 = Rp4.437.500.

PPh 21 dipotong Desember 2023

Contoh Hitungan PPh 21 Desember

Dari dua kasus di atas, Akbar dan Rahul sama-sama menerima gaji Rp15.000.000, bekerja mulai 1 Juli 2023, dan status PTKP sama, namun perhitungan PPh 21-nya berbeda. Pajak terutang Rahul lebih besar dari pajak terutang Akbar, karena penghasilan neto Rahul disetahunkan.

Baca Juga: Bagaimana Perhitungan PPh 21 THR Excel Terbaru?

Aplikasi penghitungan PPh 21 otomatis

cta cara membuat npwp

Tidak perlu pusing dengan perhitungan PPh 21 Excel seperti di atas. Ada cara hitung lebih praktis dan efisien dengan menggunakan aplikasi PPh 21 karyawan Gadjian

Gadjian adalah sistem payroll online berbasis web yang dilengkapi dengan kalkulator pajak yang akurat dan sesuai dengan aturan perpajakan di Indonesia, yang dapat menghitung PPh 21 pegawai tetap, pegawai tidak tetap, dan tenaga ahli, baik untuk pajak masa (bulanan) maupun pajak tahunan.

Ada tiga metode hitung PPh 21 yang bisa kamu pilih di aplikasi ini, yaitu gross apabila PPh 21 ditanggung karyawan dan memotong slip gaji, gross up apabila perusahaan memberikan tunjangan pajak dan PPh 21 memotong slip gaji, dan nett apabila PPh 21 ditanggung perusahaan dan tidak memotong slip gaji.

Seluruh proses perhitungan berjalan otomatis di aplikasi, sehingga risiko kesalahan sangat minim dibandingkan perhitungan manual yang dilakukan oleh admin memakai rumus Excel. Kamu hanya perlu melakukan pengaturan PPh 21 Awal pada saat pertama kali menggunakan aplikasi Gadjian, dan selanjutnya sistem akan menghitung sendiri PPh 21 karyawan setiap penggajian.

Hasil perhitungan PPh 21 karyawan akan muncul di slip gaji online karyawan, seperti contoh di bawah ini. Slip ini dapat langsung diunduh oleh karyawan bersangkutan, sehingga lebih praktis dan lebih aman dibandingkan slip kertas yang harus diedarkan.

Contoh Slip Gaji Online

Selain menghitung komponen gaji dan menyusun slip gaji, termasuk PPh 21, Gadjian juga menyediakan bukti potong pajak Form 1721 A1 untuk pegawai tetap di perusahaan, yang dapat diunduh untuk pelaporan SPT Tahunan orang pribadi.

Aplikasi HRIS cloud Gadjian juga memudahkan kamu melakukan pelaporan pemotongan PPh 21 karyawan bulanan. Kamu tak perlu repot lagi mengunduh file template dan mengisinya manual, sebab file CSV sudah tersedia di aplikasi dan tinggal diunggah ke aplikasi e-SPT Masa PPh 21.

Kelebihan lainnya, Gadjian dapat melakukan pembetulan PPh 21 dalam hal terjadi perubahan peraturan pajak yang berdampak pada perhitungan pajak karyawan. Jadi, jika kamu tak ingin pusing setiap bulan menghitung gaji dan pajak karyawan, kamu wajib mencoba aplikasi Gadjian dari Fast 8 ini.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Baca Juga Artikel Lainnya