Contoh Cara Menghitung Gaji Konveksi

Gaji Konveksi

Cara menghitung gaji konveksi adalah dengan menerapkan sistem upah satuan hasil (per unit atau per pecahan) untuk karyawan produksi, atau upah harian flat/bertarget berdasarkan kehadiran, sementara karyawan non-produksi dibayar dengan upah tetap sesuai UMK/UMP.

konveksi umumnya tergolong usaha kecil, upah minimum pekerjanya dapat ditentukan berdasarkan kesepakatan sesuai PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021.

Konveksi adalah usaha produksi pakaian massal yang tergolong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), berbeda dari garmen yang berorientasi ekspor dan berbentuk perseroan terbatas.

Bisnis konveksi bisa dimulai dari usaha rumahan dengan modal beberapa unit mesin jahit dan mesin obras, tidak membutuhkan pabrik besar dan mesin canggih. Jumlah tenaga kerja pun bisa hanya beberapa orang.

Pakaian yang diproduksi oleh konveksi sangat beragam, dari mulai kaos distro, jersey olahraga, jaket, seragam, kemeja, celana, hingga pakaian anak dan bayi. Meski produknya terbilang massal, konveksi dapat melayani pesanan dengan desain khusus (customized), misalnya pakaian untuk komunitas.

Sistem gaji karyawan konveksi

sistem gaji konveksi

Berdasarkan PP No. 7 Tahun 2021, pabrik konveksi pada umumnya dikategorikan sebagai usaha kecil.  Sebab, modal usahanya tidak lebih dari Rp5 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau omzet tidak melebihi Rp15 miliar dalam setahun.

Organisasi bisnisnya juga sederhana. Pemilik konveksi sekaligus berperan sebagai pemimpin usaha yang menjalankan bisnis dan mengatur semua urusan. Usaha ini bertumpu pada kegiatan produksi, seperti desain, cutting, sewing, finishing, dan quality control, sehingga tenaga kerja yang utama adalah karyawan produksi.

Di pabrik konveksi, skill dan pengalaman karyawan lebih diutamakan. Oleh sebab itu, ada jenis pekerjaan yang bisa dilakukan satu orang dari memotong, menjahit, hingga finishing pakaian.

Perlu diketahui bahwa UU Cipta Kerja memuat pengecualian terhadap ketentuan upah minimum bagi usaha mikro dan kecil. Pengecualian ini diatur dalam Pasal 81 Perppu Cipta Kerja No. 2 Tahun 2022.

Terkait upah pekerja pada usaha mikro dan kecil lebih lanjut diatur dalam PP Pengupahan No. 36 Tahun 2021. Pasal 36 ayat 2 PP Pengupahan menerangkan bahwa upah minimum pada usaha mikro dan usaha kecil yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.

Secara umum, sistem upah karyawan pabrik konveksi dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni upah satuan waktu dan upah satuan hasil. Mari kita bahas perhitungannya satu per satu.

BACA JUGA: Sistem Penggajian dan Pengupahan Sesuai UU Terbaru

Upah satuan hasil

Upah satuan diterapkan untuk karyawan bagian produksi, misalnya penjahit atau pemotong kain. Ada dua cara menghitung gaji atau upah satuan konveksi, yakni:

  1. Upah per unit, yaitu upah yang ditetapkan untuk menyelesaikan 1 potong baju, celana, kemeja, atau lainnya. Dalam hal ini, karyawan mengerjakan keseluruhan proses produksi, dari memotong kain; membuat kerah, saku, lengan; memasang kancing; dan menyelesaikannya hingga berwujud pakaian.

Cara menghitung gaji konveksi berdasarkan satuan hasil adalah dengan menggunakan rumus berikut ini:

Gaji karyawan = unit x rate

Misalnya, upah menjahit per potong kemeja adalah Rp10.000 dan karyawan sehari menghasilkan 15 potong, maka upah sehari karyawan adalah Rp150.000.

  1. Upah per pecahan, yaitu upah yang ditetapkan untuk pekerjaan berdasarkan pembagian kerja. Satu potong baju dibuat melalui beberapa kali proses, dan setiap karyawan hanya menyelesaikan 1 proses atau membuat bagian tertentu dari baju, tidak menyelesaikan keseluruhan.

Misalnya, seorang karyawan dapat membuat 60 kerah kemeja setiap hari dengan upah Rp2.000 per unit, maka upah sehari adalah Rp120.000.

Upah harian

Selain berdasarkan satuan hasil, ada juga pengusaha konveksi yang menerapkan sistem upah harian yang dibayarkan berdasarkan kehadiran. Apabila tidak masuk kerja, karyawan tidak dibayar atau ‘no work no pay’.

Upah harian konveksi dapat diterapkan dengan dua cara, yaitu:

  1. Upah harian flat, yaitu upah harian yang besarannya tetap tanpa dipengaruhi hasil produksi karyawan. Upah harian flat ditetapkan berdasarkan kapasitas rata-rata tiap karyawan per hari.

Upah harian flat = rata-rata produksi harian x rate

Contohnya, kapasitas produksi rata-rata seorang karyawan membuat kerah kemeja adalah 50 potong per hari dan tarif per potong adalah Rp2.000, maka upah harian karyawan bagian kerah adalah Rp100.000. Upah ini dibayarkan sama tiap hari, tanpa melihat apakah karyawan menyelesaikan kurang atau lebih dari 50 potong.

  1. Upah harian bertarget, yaitu upah harian yang disertai target produksi harian. Apabila jam kerja habis tetapi target belum dicapai, maka karyawan wajib memenuhi targetnya tanpa dihitung lembur.

Contoh, jika upah harian karyawan adalah Rp100.000 dengan target membuat 100 saku baju sehari, maka ia wajib menyelesaikan targetnya meskipun jam kerjanya telah usai.

Upah tetap 

Usaha konveksi juga memiliki karyawan yang tidak bekerja di bagian produksi, misalnya karyawan bagian pembelian, bagian gudang, bagian mekanik dan pemeliharaan alat, dan bagian pemasaran. Karyawan non-produksi ini dibayar dengan upah tetap, yaitu upah bulanan yang ditetapkan menurut ketentuan upah minimum regional yang berlaku, yaitu UMK atau UMP.

BACA JUGA: Cara Menghitung Gaji Pokok dan Gaji Kotor di Excel

Uang lembur

Selain upah, karyawan pabrik konveksi juga mendapatkan hak lainnya, antara lain:

  1. Uang lembur per jam, yang berlaku untuk karyawan non-produksi yang dibayar dengan gaji tetap. Perhitungan uang lembur didasarkan pada kelebihan jam kerja karyawan.

Contoh, jika karyawan gudang bekerja 7 jam sehari, kemudian diminta menambah bekerja 2 jam lagi, maka upah lemburnya dihitung 2 jam.

  1. Uang lembur per unit, yang berlaku untuk karyawan produksi. Perhitungan lembur konveksi didasarkan pada kelebihan unit produk yang diselesaikan oleh karyawan.

Contoh, karyawan sewing yang diupah satuan berhasil menyelesaikan 140 unit saku baju selama 7 jam. Ia kemudian menambah 1 jam kerjanya dan berhasil menambah 20 unit saku baju. Maka, tambahan lemburnya adalah 20 unit.

Uang makan

Pengusaha konveksi juga dapat memberikan uang makan harian untuk karyawan. Perhitungan uang makan didasarkan pada kehadiran. Ada juga pabrik konveksi yang menyediakan makan siang untuk karyawannya, namun tidak memberikan uang hadir atau uang makan.

Tunjangan BPJS

Pekerja pabrik konveksi juga berhak atas tunjangan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan atau jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), dan jaminan hari tua (JHT). Namun, jika usaha konveksi termasuk industri rumahan, maka setidaknya karyawan diberi tunjangan jaminan kesehatan, JKK, dan JKM.

Slip gaji konveksi

slip gaji karyawan konveksi

Berdasarkan sistem upah di atas, yang membedakan komponen gaji karyawan konveksi dengan komponen gaji karyawan swasta adalah pada gaji atau upahnya. Dengan menerapkan upah satuan dan upah harian karyawan produksi di pabrik konveksi, maka tidak ada gaji pokok yang biasa dijumpai dalam komponen slip gaji karyawan swasta pada umumnya.

Berikut ini contoh slip gaji karyawan konveksi bagian produksi yang dibayar dengan upah satuan hasil:

contoh slip gaji satuan upah

Sedangkan contoh di bawah ini merupakan slip gaji karyawan konveksi yang menerima upah menurut satuan waktu (upah harian):

contoh slip gaji satuan waktu

BACA JUGA: Aturan dan Gaji Pekerja Harian Lepas

Cara menghitung gaji konveksi lebih efisien 

cta cara menghitung gaji karyawan konveksi

Daripada menggunakan Excel untuk menghitung satu per satu komponen slip gaji seperti di atas, lebih baik kamu menggunakan aplikasi payroll agar pekerjaanmu lebih efisien. Kamu bisa mencoba Gadjian, aplikasi payroll terbaik berbasis web.

Gadjian memiliki cara menghitung gaji konveksi menjadi mudah dan praktis tanpa perlu rumus. Aplikasi gaji karyawan Android ini punya fitur andalan kalkulator gaji dan PPh 21 yang menghitung setiap komponen gaji karyawan secara otomatis berdasarkan data upah yang dimasukkan di pengaturan.

Setiap komponen pendapatan, seperti gaji, tunjangan, lembur, uang makan, dan BPJS, akan terhitung dan terakumulasi di slip gaji, kemudian akan dikurangi komponen pemotong, termasuk pajak PPh 21 apabila kamu menggunakan metode gross atau gross up.

Aplikasi ini menghasilkan slip gaji online yang dapat diakses dan diunduh oleh karyawan bersangkutan melalui aplikasi employee self service GadjianKu pada tanggal penggajian. Kamu tidak perlu repot mencetak, memasukkan dalam amplop, dan mengedarkan satu per satu.

Berikut ini contoh slip gaji karyawan harian yang dibayarkan mingguan yang dibuat dengan Gadjian:

contoh slip gaji mingguan
Format slip gaji mingguan di Aplikasi Gadjian

Gadjian bisa menghitung gaji karyawan tetap, karyawan kontrak, karyawan lepas, dan tenaga ahli. Kalkulator Gadjian juga dapat menyelesaikan perhitungan gaji bulanan, mingguan, harian, maupun upah satuan. Karena itu, aplikasi ini cocok untuk semua skala bisnis, dari UMKM dengan 6 orang karyawan sampai perusahaan besar dengan ribuan tenaga kerja. 

Kamu dapat berlangganan software HR online Gadjian sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, jika masih dalam tahap merintis bisnis kecil yang upah karyawannya di bawah PTKP dan tidak kena pajak, maka kamu bisa memilih paket standar tanpa fitur PPh 21 yang belum dibutuhkan saat ini.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Sumber

Perppu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. JDIH Kemnaker.

PP No.7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. JDIH Kemenkeu.

PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. JDIH Kemnaker.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Gaji karyawan konveksi dapat dihitung dengan sistem upah satuan hasil untuk karyawan produksi, atau upah harian flat/bertarget berdasarkan kehadiran. Karyawan non-produksi dibayar dengan upah tetap sesuai UMK/UMP.

Konveksi adalah usaha produksi pakaian massal yang termasuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbeda dari garmen, konveksi tidak berorientasi ekspor dan biasanya memiliki modal yang lebih kecil.

Di konveksi, terdapat dua jenis sistem upah: upah satuan hasil untuk karyawan produksi dan upah harian untuk karyawan yang dibayar berdasarkan kehadiran. Karyawan non-produksi menerima upah tetap.

Upah satuan hasil adalah sistem gaji yang diterapkan untuk karyawan produksi, di mana gaji dihitung berdasarkan jumlah unit yang diproduksi, baik per unit atau per pecahan dari proses produksi.

Upah harian di konveksi dapat dihitung dengan dua cara: upah harian flat yang tetap tanpa dipengaruhi hasil produksi, dan upah harian bertarget yang mengharuskan karyawan memenuhi target produksi.

Karyawan di pabrik konveksi berhak atas uang lembur, uang makan, serta tunjangan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Karyawan juga mendapatkan hak atas jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua.

Uang lembur untuk karyawan non-produksi dihitung berdasarkan kelebihan jam kerja, sedangkan untuk karyawan produksi, lembur dihitung berdasarkan unit produk yang diselesaikan di luar jam kerja.

Ya, UU Cipta Kerja memberikan pengecualian terhadap ketentuan upah minimum bagi usaha mikro dan kecil, yang diatur dalam Pasal 81 Perppu Cipta Kerja No. 2 Tahun 2022.

Slip gaji karyawan konveksi berbeda karena tidak ada gaji pokok seperti pada karyawan swasta. Gaji karyawan konveksi lebih berfokus pada upah satuan dan upah harian.

Ya, usaha konveksi dapat dimulai dari rumah dengan modal beberapa unit mesin jahit dan tidak memerlukan pabrik besar atau mesin canggih, serta bisa dimulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit.

Baca Juga Artikel Lainnya