Panduan Prosedur Baterai Lithium untuk Manajemen Inventaris yang Efektif

Panduan Prosedur Baterai Lithium untuk Manajemen Inventaris yang Efektif

Prosedur baterai lithium kini menjadi topik yang banyak dibicarakan setelah insiden kebakaran di kantor Terra Drone yang diduga berkaitan dengan baterai perangkat elektronik. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pengelolaan perangkat berbasis baterai lithium memang memiliki risiko yang perlu dipahami dan dikelola dengan tepat. 

Bagi HR, tantangan pengelolaan inventaris elektronik tidak hanya sebatas pencatatan dan distribusi perangkat. HR juga perlu memastikan bahwa setiap perangkat digunakan, disimpan, dan dirawat dengan aman sesuai prosedur yang benar. 

Dengan semakin meluasnya penggunaan perangkat berbasis baterai lithium di kantor, memahami prosedur yang tepat tidak hanya membantu menjaga keamanan. Namun, hal tersebut juga memperpanjang usia perangkat dan menekan biaya perawatan. 

Untuk membantu Anda memahami pengelolaan baterai lithium yang tepat, artikel ini akan membahas panduan lengkap yang wajib diketahui HR. Simak pembahasan selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Baterai Lithium dan Kenapa HR Harus Paham?

Prosedur Baterai Lithium

Baterai lithium adalah jenis baterai berdaya tinggi yang banyak digunakan dalam perangkat kantor seperti laptop, smartphone, tablet, hingga perangkat operasional lainnya. Keunggulannya terletak pada kapasitas penyimpanan energi yang besar, bobot ringan, dan kemampuan mengisi daya dengan cepat. 

Namun, di balik kepraktisannya, baterai lithium memiliki karakteristik sensitif terhadap panas, tekanan, serta pola penggunaan yang tidak tepat. Tanpa prosedur yang benar, perangkat dapat mengalami penurunan performa, kerusakan, hingga menimbulkan risiko keselamatan.

Baca Juga: Template Contoh Surat Pengajuan Barang Inventaris Kantor

Di perusahaan, peran HR saat ini tidak lagi terbatas pada pengelolaan karyawan saja. HR juga berperan dalam menjaga kelancaran operasional, termasuk memastikan inventaris elektronik aman digunakan oleh tim. 

Kesalahan kecil seperti overcharging, penyimpanan di area bersuhu ekstrem, atau penggunaan charger tidak resmi dapat mempercepat degradasi baterai dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Dengan memahami dan menerapkan prosedur baterai lithium yang tepat, HR dapat membantu perusahaan mencegah berbagai masalah. Pengetahuan ini juga memungkinkan HR membuat kebijakan internal yang lebih aman dan terukur. Dengan begitu, aset perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Mengapa Prosedur Baterai Lithium Penting dalam Pengelolaan Inventaris?

Prosedur Baterai Lithium

Penerapan pengelolaan baterai lithium bukan sekadar formalitas. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasional perusahaan. Tanpa prosedur yang jelas, perusahaan rentan menghadapi berbagai masalah, seperti:

  1. Kerusakan perangkat secara tiba-tiba akibat baterai menggelembung atau drop mendadak
  2. Downtime operasional karena perangkat tidak bisa digunakan di waktu yang penting
  3. Pemborosan biaya untuk perbaikan dan penggantian perangkat yang semestinya bisa dicegah
  4. Risiko insiden keamanan di tempat kerja, terutama jika baterai mengalami kebocoran, korsleting, atau suhu ekstrem

Melalui penerapan prosedur baterai lithium yang tepat, HR dapat mengontrol siklus perangkat dengan lebih akurat.  Hasilnya, workflow kerja menjadi lebih lancar, potensi insiden bisa ditekan, dan inventaris perusahaan tetap berada dalam kondisi terbaik.

Prosedur Baterai Lithium yang Tepat di Lingkungan Kerja

Prosedur Baterai Lithium

Pengelolaan baterai lithium tidak bisa dilakukan sembarangan karena sifatnya yang sensitif terhadap panas, tekanan, dan cara penggunaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan prosedur baterai lithium sebagai berikut:

1. Inventarisasi dan Pelabelan Baterai

Inventarisasi adalah langkah pertama dalam mencatat daftar aset untuk memastikan seluruh perangkat yang menggunakan baterai lithium dapat dipantau dengan baik. Setiap baterai perlu diberi label berisi nomor inventaris, tanggal masuk, dan masa penjaminan agar mudah dilacak. 

Inventarisasi juga memudahkan identifikasi perangkat yang sering bermasalah sehingga dapat ditindaklanjuti lebih cepat. Untuk efisiensi, gunakan aplikasi inventaris seperti GAGA by Gadjian agar proses monitoring aset lebih akurat.

2. Penyimpanan dengan Standar Keamanan

Penyimpanan yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan baterai lithium dan memicu risiko overheating. Jadi, tempatkan baterai di ruang yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung untuk menjaga stabilitasnya.

Hindari meletakkan baterai berdekatan dengan bahan mudah terbakar atau benda yang dapat menghantarkan panas. Selain itu, pastikan baterai tidak disimpan dalam keadaan penuh atau kosong total agar tidak mengalami degradasi kimia lebih cepat.

3. Pengisian Baterai yang Tepat

Pengisian ulang adalah tahap sensitif dalam penggunaan baterai lithium karena arus listrik yang tidak stabil dapat memicu kerusakan. Gunakan hanya charger resmi atau charger yang telah memenuhi standar keamanan. Sebab, perangkat palsu berisiko menyebabkan lonjakan arus. 

Hindari membiarkan perangkat terhubung terus-menerus setelah penuh karena dapat menyebabkan overcharging. Perhatikan juga suhu lingkungan dan jangan isi daya saat perangkat terlalu panas. Dengan kebiasaan pengisian yang benar, umur baterai dapat bertahan lebih lama dan risiko insiden dapat diminimalkan.

4. Penggantian Baterai yang Tepat

Baterai lithium memiliki masa pakai terbatas, biasanya sekitar dua hingga tiga tahun tergantung pemakaian. Jika performa mulai menurun, seperti daya cepat habis atau pengisian lambat, tandanya Anda perlu mengganti baterai. 

Pemeriksaan rutin membantu HR mengidentifikasi baterai yang sudah melewati masa optimalnya sebelum menimbulkan masalah. Sebab, menggantikan baterai tepat waktu dapat mencegah downtime operasional dan kerusakan perangkat lainnya. 

Baca Juga: Contoh Perhitungan & Laporan Penyusutan Aset Otomatis

5. Daur Ulang dan Pembuangan yang Aman

Baterai lithium tidak boleh dibuang di tempat sampah biasa karena mengandung bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan. Pembuangan yang salah juga berpotensi memicu percikan api, terutama jika baterai dalam kondisi rusak. 

Dalam hal ini, perusahaan bisa bekerja sama dengan layanan daur ulang baterai agar pembuangan dilakukan sesuai standar keselamatan. Selain itu, HR dapat membuat kebijakan internal mengenai pengumpulan baterai bekas untuk menghindari pembuangan sembarangan. 

6. Mitigasi Saat Terjadi Insiden

Ketika baterai menunjukkan tanda bahaya, seperti panas berlebih atau bentuk mengembung, perangkat harus segera dihentikan penggunaannya. Jauhkan baterai dari lingkungan kerja dan tempatkan di area yang memiliki ventilasi baik. 

Hindari menyiram baterai dengan air karena bahan kimianya dapat bereaksi keras. Cukup gunakan pasir kering atau APAR kelas D untuk memadamkan api kecil. Setelah kondisi aman, HR harus mencatat insiden dan melaporkannya kepada tim keamanan atau fasilitas.

Tips Praktis Menjalankan Prosedur Baterai Lithium

Prosedur Baterai Lithium

Menjalankan prosedur baterai lithium akan lebih mudah jika perusahaan memiliki kebiasaan kerja yang konsisten. Oleh karena itu, HR dapat mengikuti tips berikut: 

  1. Jadwalkan pengecekan baterai: Pengecekan rutin minimal 2 kali setahun membantu mendeteksi penurunan performa sejak awal. Hal ini juga meminimalkan risiko perangkat rusak mendadak.
  2. Edukasi karyawan: Berikan pelatihan karyawan sederhana mengenai cara pengisian, penyimpanan, dan penggunaan baterai yang aman.
  3. Manfaatkan aplikasi untuk monitoring: Gunakan aplikasi inventaris untuk  membantu HR memantau umur pakai perangkat secara real-time tanpa pencatatan manual.
  4. Siapkan stok baterai cadangan: Ketersediaan baterai baru memastikan perangkat bisa langsung diganti tanpa menunggu pembelian.
  5. Beli baterai dari pemasok resmi: Pilihlah produk resmi yang lebih terjamin kualitas dan keamanannya sehingga risiko kerusakan dapat ditekan.

Bagaimana Aplikasi GAGA Mendukung Prosedur Baterai Lithium?

Blog Banner aplikasi aset inventaris kantor perusahaan

Mengelola aset perangkat berbasis baterai lithium akan jauh lebih mudah jika didukung oleh sistem yang terintegrasi. Sebab tanpa aplikasi, HR sering kali harus mengandalkan pencatatan manual yang rentan kesalahan dan sulit dipantau. 

Di sinilah aplikasi inventaris GAGA dari Gadjian berperan sebagai solusi praktis untuk membantu pengelolaan aset baterai lithium secara lebih rapi dan terkontrol.

Aplikasi GAGA by Gadjian memungkinkan HR mengelola inventaris perangkat dan baterai dalam satu sistem terpusat. Setiap data perangkat dapat dicatat dan dipantau secara real time sehingga kondisi inventaris selalu terbarui. HR juga dapat memantau siklus hidup baterai dan mengambil tindakan sebelum perangkat bermasalah.

Dengan GAGA by Gadjian, HR dapat:

  1. Mencatat data inventaris perangkat dan baterai secara real time
  2. Mendapatkan pengingat otomatis saat baterai mendekati usia pakai maksimal
  3. Melihat history penggantian baterai untuk evaluasi aset
  4. Menyusun laporan audit aset dan kondisi baterai dengan lebih cepat

Baca Juga: Review Aplikasi Inventaris Gadjian dengan Fitur HR Komplit

Keunggulan lain dari GAGA by Gadjian adalah integrasinya dengan sistem HR, seperti penggajian, cuti, dan absensi online. HR tidak perlu berpindah-pindah aplikasi untuk melakukan monitoring. Semua data penting dapat diakses dalam satu platform yang praktis sehingga pengelolaan aset berjalan lebih efisien.

Kelola Prosedur Baterai Lithium Lebih Aman dan Efisien dengan Gadjian

Aplikasi-Manajemen-Aset-Inventaris-Kantor-Gaga-Gadjian

Penerapan prosedur baterai lithium yang tepat bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi perusahaan. Dengan pengelolaan yang baik, HR dapat menjaga keamanan kerja, memperpanjang usia perangkat, serta mencegah pemborosan biaya akibat kerusakan. 

Di sinilah aplikasi inventaris Gadjian menjadi solusi strategis. Melalui modul GAGA, perusahaan dapat mencatat, melacak, hingga menganalisis seluruh aset kantor tanpa memakan waktu. Dengan teknologi cloud, seluruh data stok dapat diakses dari mana saja dan kapan saja sehingga pengelolaan aset menjadi lebih fleksibel.

GAGA mendukung manajemen stok barang yang lebih modern, efisien, dan minim human error. Aplikasi ini dapat digunakan secara gratis hingga 50 unit inventaris. Jika kebutuhan perusahaan bertambah, Anda cukup melakukan upgrade dengan biaya yang tetap terjangkau.

Tidak hanya inventaris, Gadjian juga menyediakan fitur HRIS yang terintegrasi dalam satu platform. Melalui satu dashboard, perusahaan dapat mengelola payroll otomatis, cuti dan izin karyawan, pengaturan shift kerja, klaim reimbursement, hingga penilaian kinerja karyawan.

Semua manfaat tersebut dapat dinikmati dalam satu sistem yang praktis dan mudah digunakan. Jadi, tunggu apa lagi? Coba demo gratis Gadjian sekarang!

Aplikasi Penggajian

Baca Juga Artikel Lainnya

No related posts found.