Kalau kamu melihat laporan keuangan, ada banyak angka yang tampak penting tetapi sulit dipahami secara langsung. Sebab, angka pada pendapatan, aset, utang, hingga laba belum tentu menunjukkan kondisi bisnis secara utuh.
Di sinilah rasio keuangan perusahaan membantu menyederhanakan informasi tersebut. Rasio keuangan adalah perbandingan antara dua angka dalam laporan keuangan untuk menilai kondisi dan kinerja bisnis.
Lalu, bagaimana cara membaca rasio keuangan dengan mudah? Simak jenis, rumus, dan contoh analisis rasio keuangan berikut.
Kenapa Profesional Non-Finance Perlu Paham Rasio Keuangan?

Banyak orang menganggap rasio keuangan perusahaan hanya urusan tim finance atau akuntansi. Padahal, profesional dari berbagai fungsi juga perlu memahaminya karena banyak keputusan bisnis berkaitan langsung dengan kondisi keuangan perusahaan. Contohnya:
- HR & people: Rencana proses rekrutmen atau kenaikan gaji lebih mudah dipertimbangkan jika dikaitkan dengan kondisi keuangan perusahaan.
- Operations: Penambahan stok mungkin terlihat aman, tetapi bisa mengurangi likuiditas jika tidak diimbangi kemampuan membayar kewajiban.
- Business owner & UMKM: Laba yang tercatat tidak selalu sama dengan uang yang tersedia. Rasio membantu melihat kondisi bisnis dari beberapa sisi.
- CEO & direksi: Bank dan investor menggunakan berbagai rasio untuk menilai kesehatan perusahaan. Memahaminya membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih akurat.
Baca Juga: Contoh Perhitungan & Laporan Penyusutan Aset Otomatis
Namun, rasio hanya akan akurat jika didukung pencatatan keuangan yang benar. Sebab kesalahan pencatatan stok, transaksi pribadi, atau pencatatan biaya dapat menghasilkan analisis rasio keuangan yang keliru.
Studi Kasus: Laporan Keuangan PT Nusa Terang Mandiri
Agar pembahasannya lebih mudah diikuti, seluruh perhitungan berikut menggunakan satu contoh perusahaan yang sama. PT Nusa Terang Mandiri merupakan perusahaan distribusi fiktif dengan laporan keuangan tahun 2025.
Angka berikut disajikan dalam juta rupiah. Laporan keuangan ini akan menjadi dasar untuk menghitung berbagai rasio pada bagian selanjutnya.
| Neraca | Rp juta | Keterangan | Rp juta |
| Kas & setara kas | 1.200 | Penjualan neto | 18.00 |
| Piutang usaha | 1.800 | Harga pokok penjualan | (12.000) |
| Persediaan | 2.000 | Laba kotor | 6.000 |
| Beban dibayar di muka | 200 | Beban operasional | (3.600) |
| Total aset lancar | 5.200 | Laba usaha (EBIT) | 2.400 |
| Aset tetap neto | 6.800 | Beban bunga | (400) |
| Total aset | 12.000 | Laba sebelum pajak | 2.000 |
| Liabilitas lancar | 2.600 | Pajak penghasilan (22%) | (440) |
| Liabilitas jangka panjang | 2.200 | Laba bersih | 1.560 |
| Total liabilitas | 4.800 | ||
| Ekuitas | 7.200 |
11 Rasio Keuangan Perusahaan dan Cara Menghitungnya
Rasio keuangan perusahaan dapat dikelompokkan berdasarkan pertanyaan yang ingin dijawab. Apakah perusahaan mampu membayar kewajiban, mengelola utang, menghasilkan laba, atau menggunakan aset secara efisien?
Berikut 11 rasio yang dapat digunakan untuk menganalisis kondisi PT Nusa Terang Mandiri.
Rasio Likuiditas: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Kewajiban?
| Rasio | Rumus | Hasil |
| Current ratio | Aset lancar ÷ Liabilitas lancar | 2,00x |
| Quick ratio | (Kas + Piutang) ÷ Liabilitas lancar | 1,15x |
| Working capital to sales | Modal kerja ÷ Penjualan × 100% | 14,4% |
Current ratio sebesar 2,00x berarti setiap Rp1 kewajiban lancar ditopang Rp2 aset lancar. Angka ini menjadi salah satu contoh rasio likuiditas yang umum digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek.
Quick ratio sebesar 1,15x memberikan gambaran lebih konservatif. Rasio ini tidak memasukkan persediaan dan beban dibayar di muka karena keduanya tidak langsung tersedia untuk membayar kewajiban.
Sementara itu, working capital to sales sebesar 14,4% menunjukkan modal kerja bersih setara 14,4% dari penjualan. Rasio ini membantu melihat seberapa besar modal kerja yang digunakan untuk mendukung kinerja sales.
Rasio Solvabilitas: Seberapa Besar Perusahaan Menggunakan Utang?
| Rasio | Rumus | Hasil |
| Debt to equity ratio (DER) | Total liabilitas ÷ Ekuitas | 0,67x |
| Debt to asset ratio | Total liabilitas ÷ Total aset | 40% |
| Interest coverage ratio | EBIT ÷ Beban bunga | 6,0x |
DER sebesar 0,67x menunjukkan setiap Rp1 ekuitas menopang Rp0,67 liabilitas. Sementara itu, debt to asset ratio sebesar 40% menunjukkan 40% aset perusahaan dibiayai liabilitas.
Interest coverage sebesar 6,0x berarti laba operasi perusahaan mampu menutup beban bunga sebanyak enam kali. Namun, tidak ada satu batas rasio yang berlaku untuk seluruh industri.
Baca Juga: Cara Menghindari Hidden Cost HRIS agar Budget Tetap Terkendali
Oleh karena itu, gunakan rasio solvabilitas bersama tren historis dan kondisi industri. Perhatikan juga jenis liabilitas karena utang usaha memiliki karakter berbeda dari pinjaman berbunga.
Rasio Profitabilitas: Seberapa Efektif Perusahaan Menghasilkan Laba?
| Rasio | Rumus | Hasil |
| Net profit margin | Laba bersih ÷ Penjualan | 8,7% |
| Return on assets (ROA) | Laba bersih ÷ Total aset | 13,0% |
| Return on equity (ROE) | Laba bersih ÷ Ekuitas | 21,7% |
Net profit margin sebesar 8,7% berarti setiap Rp100 penjualan menghasilkan sekitar Rp8,70 laba bersih. Sementara itu, ROA mengukur kemampuan aset menghasilkan laba dan ROE menilai hasil terhadap ekuitas.
ROE yang tinggi tidak selalu berarti kinerja operasional semakin baik. Penggunaan utang yang lebih besar dapat meningkatkan ROE sekaligus menambah risiko keuangan.
Oleh karena itu, kamu dapat menggunakan analisis DuPont untuk melihat sumber perubahan ROE. Analisis rasio keuangan ini memisahkan pengaruh margin laba, perputaran aset perusahaan, dan leverage.
Rasio Aktivitas: Seberapa Efisien Aset Digunakan?
| Rasio | Rumus | Hasil |
| Inventory turnover | HPP ÷ Rata-rata persediaan | 6,0x |
| Receivable turnover | Penjualan ÷ Rata-rata piutang | 10,0x |
Inventory turnover sebesar 6,0x menunjukkan persediaan berputar sekitar enam kali dalam setahun. Jika dikonversi menjadi hari, persediaan rata-rata berada sekitar 61 hari sebelum terjual.
Sementara itu, receivable turnover sebesar 10,0x setara dengan rata-rata periode penagihan sekitar 37 hari. Angka ini sebaiknya dibandingkan dengan termin pembayaran yang ditetapkan perusahaan.
Analisis rasio keuangan jenis ini perlu dilakukan lebih detail karena angka rata-rata dapat menyembunyikan masalah. Misalnya, sebagian persediaan bisa bergerak cepat, sementara produk lain justru menjadi dead stock dan menahan modal perusahaan.
5 Kesalahan Umum Saat Membaca Rasio Keuangan Perusahaan
Rasio keuangan memang membantu membaca kondisi bisnis dengan cepat. Namun, hasilnya bisa menyesatkan jika kamu tidak melihat konteks dan kualitas datanya. Berikut 5 kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.
- Membandingkan perusahaan dari industri berbeda: Current ratio 1,2x mungkin wajar untuk bisnis ritel. Namun, angka tersebut belum tentu cocok untuk perusahaan dengan siklus proyek yang panjang. Jadi, bandingkan dengan perusahaan sejenis.
- Hanya melihat satu periode: Satu angka hanya menunjukkan kondisi pada satu waktu. Bandingkan beberapa periode untuk melihat apakah kondisi perusahaan membaik atau justru menurun.
- Menganggap laba sama dengan kas: Perusahaan bisa mencatat laba Rp1,5 miliar tetapi tetap kekurangan kas. Hal ini bisa terjadi jika sebagian besar penjualan masih berupa piutang.
- Menggunakan saldo akhir untuk rasio aktivitas: Rasio seperti perputaran persediaan dan piutang sebaiknya menggunakan rata-rata saldo awal dan akhir. Cara ini memberikan gambaran yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.
- Mengabaikan kualitas data: Rasio hanya akan akurat jika data yang digunakan juga akurat. Melalui sistem HRIS Gadjian, kamu dapat mengelola data kehadiran, payroll, BPJS, dan pajak secara terintegrasi agar data biaya karyawan lebih akurat.
Langkah Awal Memahami Rasio Keuangan untuk Non-Finance

Kalau kamu bukan orang finance atau akuntansi, tidak perlu langsung menghafal semua rasio. Mulailah dari 4 rasio keuangan perusahaan yang mudah dipahami dan paling sering membantu membaca kondisi bisnis:
Baca Juga: Cara Mengelola Payroll Perusahaan Multi Cabang dengan Aplikasi HRIS-Payroll
- Quick ratio: Apakah perusahaan cukup mampu membayar kewajiban jangka pendek tanpa menjual persediaan?
- Interest coverage: Apakah laba operasi masih cukup untuk membayar beban bunga?
- Net profit margin: Berapa bagian dari penjualan yang benar-benar menjadi laba?
- Receivable turnover: Seberapa cepat pelanggan membayar tagihan perusahaan?
Catat keempat rasio tersebut setiap bulan dalam satu tabel sederhana. Setelah beberapa periode, kamu bisa melihat apakah kondisi perusahaan membaik atau justru menurun.
Bagi profesional non-finance, cara ini lebih praktis daripada menghafalkan banyak jenis analisis rasio keuangan. Kamu cukup memahami arti setiap rasio dan menggunakannya saat ingin mengambil keputusan bisnis.
Tingkatkan Kompetensi Keuangan Bersama Gadjian Academy
Memahami rasio keuangan perusahaan membantu kamu membaca kondisi bisnis dengan lebih baik. Namun, skill tersebut bisa dikembangkan menjadi kompetensi yang langsung dipraktikkan dalam pekerjaan.

Jika kamu dari bidang non-akuntansi, Certified Accounting Support Professional (CASP) dari Gadjian Academy dapat menjadi pilihan. Program ini cocok untuk HR, admin, operations, dan business owner yang ingin memahami laporan keuangan secara mandiri. Pembelajaran berlangsung secara live online selama 2–3 hari dan menggunakan studi kasus.

Sementara bagi professional finance yang ingin mengembangkan skill business analyst, Certified Finance Business Partner (CFBP) bisa kamu pilih. Materinya mencakup budgeting, performance analysis, cost control, dan komunikasi dengan stakeholder. Program ini juga berlangsung secara live online selama 3–5 hari.
Selain meningkatkan skill, kamu juga perlu memastikan data operasional yang menjadi dasar analisis tetap akurat. Gunakan HRIS Gadjian untuk membantu mengelola kehadiran, manajemen payroll, BPJS, dan pajak secara terintegrasi.
Ingin pengelolaan HR dan payroll lebih praktis? Coba demo gratis Gadjian dan lihat bagaimana sistem HRIS dapat membantu mengelola data karyawan dengan lebih efisien!
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Tidak ada angka yang cocok untuk semua perusahaan. Namun, current ratio sekitar 1,5–2,5x sering menjadi acuan awal. Kamu tetap perlu melihat jenis industri dan membandingkannya dengan kondisi perusahaan pada periode sebelumnya.
Tentu bisa. Rasio keuangan punya rumus yang relatif sederhana. Yang perlu dilatih adalah memahami arti dan dampaknya bagi bisnis. Jika ingin belajar dari dasar, program CASP dari Gadjian Academy membantu profesional non-akuntansi memahami laporan keuangan melalui materi praktis dan studi kasus.
Untuk pemantauan internal, kamu bisa menghitungnya setiap bulan. Cara ini membantu menemukan perubahan lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pastikan metode perhitungannya tetap sama agar hasilnya mudah dibandingkan.
Current ratio bisa naik karena piutang atau persediaan bertambah. Jadi, kenaikan rasio belum tentu berarti uang tunai perusahaan semakin aman. Karena itu, periksa juga kas, piutang, dan persediaan sebelum mengambil keputusan.
Jangan langsung panik atau mengambil keputusan berdasarkan satu angka. Cari tahu rasio mana yang berubah dan penyebabnya. Setelah itu, evaluasi biaya, penagihan piutang, persediaan, atau utang sesuai masalah yang ditemukan.

