Cara Mendapatkan Bantuan Modal Bisnis di Masa Pandemi

Penerapan PPKM Level 4 karena meningkatnya kasus COVID-19 telah berdampak luas terhadap dunia bisnis di Indonesia, dari mulai pengurangan karyawan, penurunan pendapatan, hingga penutupan usaha. Sebagai gambaran sederhana, mari simak data Badan Pusat Statistik (BPS) berikut ini, yang merupakan hasil survei dampak COVID-19 terhadap pelaku usaha pada Juli 2020, yang melibatkan 34.559 responden yang tersebar di wilayah RI.

Baca Juga: Transaksi Tumbuh 10 Kali Lipat di Masa Pandemi, Platform Benefide Ganti Nama Menjadi Payuung

Hanya 58,95% usaha yang tetap beroperasi seperti biasa. Sisanya berhenti beroperasi, beroperasi dengan teleworking atau work from home, dan beroperasi dengan pengurangan tenaga kerja, jam kerja, dan kapasitas produksi.

Penurunan pendapatan dialami semua skala bisnis. Sebanyak 82,29% usaha menengah dan besar (UMB) dan 84,20% usaha mikro dan kecil (UMK) mengalami penurunan pendapatan selama pandemi. 

Sedangkan 46,64% UMB dan 33,23% UMK mengurangi jumlah tenaga kerja mereka. Sektor usaha yang paling banyak mengurangi pegawai adalah manufaktur (52,23%), konstruksi (52,37%), serta akomodasi dan makan-minum/pariwisata (50,52%).

Sementara, salah satu yang paling dibutuhkan pengusaha saat ini adalah bantuan modal bisnis. Sebanyak 69,02% UMK dan 35,07% UMB membutuhkan modal usaha di masa pandemi untuk kembali bangkit.

Data BPS itu senada dengan apa yang disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, di Closing Bell CNBC Indonesia, pada 2 Februari 2021, bahwa hampir seluruh sektor yang terdampak COVID-19 mengalami kesulitan modal kerja. Para pelaku usaha ini tidak mampu bergerak tanpa bantuan modal bisnis. 

Karena itu, diperlukan dukungan pemerintah dan perbankan untuk menggulirkan skema pinjaman modal usaha, terutama bagi usaha kecil dan menengah, selain juga upaya efektif pemerintah memutus penyebaran wabah COVID-19.

Di masa pandemi, bantuan modal dibutuhkan untuk menyelesaikan kewajiban yang tertunda, seperti membayar upah karyawan dan pesangon karyawan PHK. Bagi sebagian perusahaan, modal usaha juga diperlukan untuk menutup kerugian, membuka cabang baru, atau merekrut karyawan baru.

Bantuan modal bisnis dapat diperoleh dengan enam cara berikut ini:

Kredit bank

Perbankan masih menjadi sumber modal utama bagi pelaku usaha, baik ketika bisnis mulai dirintis atau ketika sudah berjalan. Selain tersedia setiap saat, pinjaman bank juga ditawarkan dengan plafon yang besar.

Meski demikian, akses pinjaman ke bank membutuhkan sejumlah syarat kelayakan kredit seperti laporan keuangan perusahaan, prospek usaha, riwayat kredit, BI checking, dan agunan. Biasanya hanya pengusaha yang bankable saja yang dapat mengakses kredit bank.

Gadai aset

Menggadaikan aset di lembaga keuangan atau perusahaan gadai merupakan cara cepat mendapatkan modal usaha. Asal memiliki aset berharga, seperti surat tanah, logam mulia, kendaraan, dan lainnya, pinjaman bisa cair seketika. Besar pinjaman yang didapat umumnya di bawah taksiran nilai aset yang digadaikan.

Bantuan pemerintah

Pemerintah menyediakan skema pinjaman modal usaha kecil dan menengah melalui kredit usaha rakyat (KUR), yang bekerja sama dengan beberapa bank. Semua jenis usaha boleh mengajukan pinjaman dana usaha dari pemerintah ini, mulai dari sektor agraris, industri pengolahan (manufaktur), hingga jasa.

Tujuan skema kredit pemerintah ini adalah memberikan suntikan dana bagi UMKM yang masuk kategori feasible tetapi belum bankable, yaitu bisnis yang prospektif dan menjanjikan meski saat ini belum mendatangkan profit yang besar.

Marketplace

Cara memperoleh modal usaha yang lain adalah melalui marketplace yang menyediakan dana pihak ketiga. Platform ini umumnya mensyaratkan dokumen usaha, seperti laporan keuangan perusahaan. Namun, berbeda dari pemerintah atau perbankan, dana pinjaman di marketplace berasal dari pendana atau investor.

Crowdfunding

Crowdfunding atau pengumpulan dana secara online juga bisa digunakan untuk mencari pinjaman modal usaha. Dengan menawarkan proposal ide bisnis ke khalayak, pengusaha menarik minat orang-orang untuk ikut memberikan bantuan pinjaman. Kebanyakan, mereka yang mendapatkan dana dari para investor adalah pemilik bisnis yang unik, kreatif, dan inovatif.

Peer-to-peer lending

Bantuan modal bisnis juga dapat diperoleh dari peer-to-peer (P2P) lending melalui situs online atau aplikasi. Platform P2P lending merupakan fintech yang menghubungkan orang yang membutuhkan dana dengan investor secara langsung. 

Sama dengan kredit pada umumnya, pihak peminjam dana membayar pengembalian dana melalui cicilan berdasarkan tenggat waktu yang ditentukan. Meski demikian, syarat P2P lending pada umumnya tidak serumit kredit bank dan tidak membutuhkan agunan.

Kelebihan lainnya adalah proses P2P lending lebih cepat dibanding lembaga keuangan konvensional. Karena itu, cara ini paling cocok untuk pengusaha yang membutuhkan modal segera.

Jika menggunakan aplikasi Gadjian dan Hadirr, pemilik bisnis dapat memanfaatkan Payuung bisnis, platform business-to-business (B2B) yang juga menyediakan akses modal usaha online. Payuung bermitra dengan KoinWorks yang merupakan P2P lending yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta anggota dari Fintech Indonesia.

Proses peminjaman dana cukup ringkas dan cepat. Pengusaha mengajukan pinjaman secara online, dan apabila disetujui maka hanya perlu mengunggah dokumen yang dibutuhkan, seperti rincian usaha, tujuan pinjaman, dan rincian pemilik usaha. Setelah proses pendanaan diterbitkan secara online, calon peminjam hanya perlu menunggu investor memberikan pinjaman dana.

Payuung merupakan platform yang dapat digunakan untuk mengelola berbagai employee benefits, termasuk pinjaman karyawan dan asuransi, dan juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis melalui pengajuan modal usaha online. Dengan menyediakan akses P2P lending, pengusaha dapat memperoleh modal bisnis untuk bangkit dan bertahan di masa pandemi.

Jadi, dengan berlangganan Gadjian dan Hadirr, Anda dapat memperoleh banyak keuntungan. Bukan hanya manfaat dari aplikasi penggajian dan aplikasi absensi online dengan berbagai fitur yang memungkinkan pekerjaan administrasi HR/Finance menjadi otomatis dan efisien, Anda juga memperoleh akses modal usaha maupun pinjaman karyawan dari pihak ketiga melalui platform Payuung.

Baca Juga: Aplikasi HRIS Ini Bantu UMKM Tingkatkan Profit

Aplikasi HRIS Gadjian dan mobile attendance Hadirr juga membantu efisiensi perusahaan di masa sulit. Dengan menggunakan software ini, Anda akan menghemat biaya kelola administrasi karyawan puluhan juta rupiah setahun. 

Coba Gadjian Sekarang

Gadjian dan Hadirr juga membantu Anda tetap produktif sekalipun harus bekerja jarak jauh atau dari rumah. Akses online dan penyimpanan data dengan cloud yang fleksibel memudahkan Anda menggunakan kedua aplikasi ini dari mana saja dan kapan saja. Cek website Gadjian dan Hadirr untuk berlangganan atau mencoba gratis.

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *