Aplikasi Contact Tracing Hadirr : Solusi Jitu Cegah Klaster COVID-19 di Perkantoran

Jumlah kasus penyebaran COVID-19 di tempat kerja terus meningkat tajam sejak dua bulan terakhir. Perkantoran menjadi klaster baru corona, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

Pada akhir Juli 2020, misalnya, terdapat 329 kasus positif di tempat kerja di wilayah ibu kota. Per 18 September 2020, jumlahnya melonjak menjadi 3.412 kasus, dengan rincian 1.223 di kantor kementerian, 639 di kantor swasta, 625 di lembaga negara, 601 di kantor Pemda DKI, dan sisanya 324 di pasar dan swalayan.

Baca Juga: Aplikasi Absensi Hadirr Luncurkan Fitur Contact Tracing

Kenaikan klaster perkantoran ini menjadi lampu merah bagi pemerintah daerah. Jika tidak ditekan, transmisi virus berisiko meluas. Pegawai atau karyawan yang terpapar corona dapat menciptakan klaster baru, yaitu keluarga dan lingkungan rumah.

Pada 14 September, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik rem darurat dengan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan intervensi untuk mengendalikan penyebaran virus ini juga dipicu oleh kenaikan kasus aktif hampir 50% sejak akhir Agustus.

Selama PSBB, pengusaha wajib membatasi aktivitas di tempat kerja dengan mengatur karyawan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Namun, 11 sektor usaha esensial tetap boleh beroperasi, yang mencakup kesehatan; bahan pangan, makanan, minuman; energi; komunikasi dan TI; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan kebutuhan sehari-hari.

Mereka juga wajib menjalankan protokol pencegahan yang ketat di tempat kerja, termasuk menjalankan tracing apabila ada karyawan yang terpapar COVID-19 agar tidak meluas di lingkungan perusahaan.

Metode tracing dapat dilakukan secara manual. Tetapi, cara ini lamban karena memakan waktu dan mengandalkan pada respons responden, sementara virus menyebar lebih cepat. 

Opsi lainnya adalah menghentikan aktivitas bisnis total untuk sementara sembari melakukan tracing. Namun, pengusaha harus menanggung biaya dan kerugian akibat menutup usaha.

Solusi terbaik saat ini adalah menggunakan aplikasi contact tracing. Aplikasi digital ini membantu pengusaha melakukan penelusuran otomatis secara efisien dan efektif.

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Oxford dan Google menemukan bahwa aplikasi contact tracing dapat mengurangi tingkat penularan dan kematian meski pada penggunaan yang rendah. 

Jika 15% dari populasi menggunakan aplikasi ini, menurut studi di atas, infeksi berkurang 8% dan kematian turun 6%. Jika penggunaan melibatkan 75% populasi, transmisi virus turun 81% dan kematian berkurang 78%. 

Tetapi, aplikasi bukan solusi mandiri, dan tetap harus dipadukan dengan upaya pencegahan lainnya seperti social distancing.

Apabila Anda masih tetap menjalankan bisnis saat corona dengan work from office (WFO), penggunaan aplikasi semacam ini sangatlah penting. Sebab, penelusuran kontak tidak hanya melindungi karyawan, tetapi juga mendukung kelangsungan bisnis Anda.

Anda dapat menggunakan Hadirr, aplikasi e-absensi yang punya fitur contact tracing. Fitur ini membantu perusahaan menelusuri kontak dekat penderita ketika di lingkungan kantor terdapat karyawan yang positif COVID-19, sehingga dapat mencegah penyebaran virus corona secepat mungkin.

Fitur contact tracing memanfaatkan teknologi Bluetooth yang tersemat pada smartphone, dan melakukan penelusuran secara otomatis dengan mencatat kedekatan fisik subjek dengan individu maupun kelompok di lingkungan kantor berdasarkan ID handphone.

Cara menggunakan fitur contact tracing Hadirr cukup sederhana dan hanya butuh tiga langkah:

1. Admin dan setiap karyawan mengaktifkan fitur contact tracing di aplikasi Hadirr
2. Menyalakan Bluetooth
3. Perangkat terkoneksi dengan internet

Sistem akan mendeteksi secara otomatis seseorang berdekatan atau berinteraksi dengan siapa dan berapa lama. 

Misalnya, karyawan A dinyatakan positif COVID, maka aplikasi bisa menunjukkan siapa saja yang berada di dekat A beserta durasi waktu interaksi dalam dua minggu terakhir. Misalnya, ia berdekatan dengan B selama 2 jam, C selama 3 jam, dan D selama 1,5 jam.

Kemudian, Anda dapat mengirimkan info secara private dan cepat kepada ketiga karyawan bersangkutan yang berisiko tertular virus corona, cukup dengan klik tombol di dashboard. Notifikasi langsung terkirim di aplikasi dan email mereka. 

Anda bisa mengambil langkah lanjutan, misalnya meliburkan mereka dan menyarankan agar menjalani tes PCR atau isolasi mandiri. Anda tak perlu meminta karantina seluruh karyawan dan menghentikan usaha total.

Dengan aplikasi ini, Anda dapat menghindari kerugian dan tetap dapat menangkap peluang bisnis 2020 di tengah pandemi. Aplikasi contact tracing Hadirr tidak hanya untuk perusahaan swasta, tetapi dapat digunakan oleh seluruh kantor, lembaga, atau organisasi yang menjalankan WFO, seperti BUMN, kantor pemerintahan, dan lembaga negara.

Baca Juga: Liputan Media tentang Contact Tracing dari Aplikasi Hadirr

Hadirr bisa diakses dengan biaya berlangganan yang sangat terjangkau. Hanya dengan Rp 12.500 per karyawan per bulan, Anda mendapatkan semua fitur e-absensi dan contact tracing dalam satu aplikasi pintar.

Bagaimana dengan perusahaan yang menerapkan WFH? Mobile app ini juga mendukung sistem bekerja dari rumah dan remote working. Hadirr adalah absensi online dengan GPS dan biometrik wajah yang berjalan di smartphone Android dan iOS, yang memungkinkan Anda memantau kehadiran karyawan di banyak tempat real-time sekaligus memonitor jadwal kerja dan produktivitas harian mereka.

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Share