15 Tokoh Indonesia yang Positif Corona

Sejak diidentifikasi pertama kali di Indonesia pada Maret 2020, wabah COVID-19 yang disebabkan virus corona menyebar cepat ke seluruh daerah dalam enam bulan dan menginfeksi lebih dari 280.000 orang. DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah kasus penularan tertinggi di Tanah Air.

Virus yang menular lewat droplet ini menyerang semua golongan usia dengan berbagai gaya hidup, baik orang-orang sehat maupun mereka yang punya penyakit penyerta. Beberapa figur publik di Indonesia juga tak luput dari infeksi virus penyebab pneumonia asal Wuhan ini.

Baca Juga: Ancaman Klaster Perkantoran Saat PSBB Jakarta Jilid 2

Berikut ini 15 tokoh positif COVID-19 di Indonesia, mulai dari pejabat, politisi, aktor/aktris, penyanyi, hingga komedian.

1. Andrea Dian

Andrea Dian Corona

Aktris Andrea Dian yang dikenal bugar dan menyukai kegiatan olahraga ini dinyatakan positif COVID-19 pada 22 Maret setelah mengalami gejala demam dan sempat diduga menderita demam berdarah. Ia menjalani perawatan di rumah sakit rujukan dan kemudian dipindah ke Wisma Atlet hingga dinyatakan sembuh pada 5 April.

2. Detri Warmanto

Detri Warmanto Corona

Detri Warmanto merupakan aktor film Indonesia yang pertama terinfeksi corona setelah melakukan tes swab di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto 15 Maret. Menantu dari Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo ini tidak mengalami gejala apa pun. Ia akhirnya bebas dari corona setelah menjalani isolasi mandiri selama dua pekan.

3. Budi Karya Sumadi

Budi Karya Corona

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pejabat negara positif COVID-19 pertama di Indonesia dan pasien ke-76 pada 14 Maret. Tiga hari sebelumnya, ia mengikuti rapat kabinet bersama presiden dan para menteri lainnya. Budi kemudian menjalani perawatan intensif lebih dari sebulan di RSPAD hingga dinyatakan sembuh pada 27 April. 

4. Edhy Prabowo

Edhy Prabowo Corona

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo belum lama ini juga dikabarkan positif COVID-19. Kabar ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada pertengahan September saat Edhy telah sembuh usai menjalani perawatan di RSPAD.

5. Fachrul Razi

Fachrul Razi Corona

Menteri positif COVID-19 lainnya adalah Fachrul Razi. Berdasarkan tes swab di RSPAD 17 September, Menteri Agama itu dinyatakan positif corona. Kabar resmi dari Kementerian Agama pada 21 September menyebutkan mantan wakil panglima TNI tersebut dalam kondisi baik dan sedang menjalani isolasi.

6. Bima Arya Sugiarto

Bima Arya Corona

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjadi wali kota pertama positif COVID-19. Ia diduga tertular virus di dalam pesawat saat perjalanan pulang dari Turki. Setiba di Indonesia, ia mengalami batuk-batuk dan kemudian melakukan tes swab. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dinyatakan positif COVID-19 pada 19 Maret dan dirawat di RSUD Bogor sebagai pasien pertama. Setelah menjalani perawatan hampir sebulan, Bima dinyatakan negatif.

7. Novel Baswedan

Novel Baswedan Corona

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengabarkan dirinya bersama istri dan empat anaknya positif COVID-19 berdasarkan tes swab di KPK. Novel merupakan pasien tanpa gejala. Setelah menjalani isolasi, korban kasus penyiraman air keras tersebut kini sudah membaik dan dinyatakan terbebas dari virus corona.

8. Arief Budiman

Arief Budiman Corona

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman juga dinyatakan positif corona berdasarkan tes swab 17 September yang dilakukan sebagai syarat mengikuti rapat bersama presiden di Istana Bogor. Ia melakukan karantina mandiri di rumah, namun sejak 22 September menjalani perawatan di RSPAD. Saat ini dikabarkan kondisinya semakin baik dan stabil.

9. Twindy Rarasati

Twindy Rarasari Corona

Aktris yang juga berprofesi sebagai dokter Twindy Rarasati mengumumkan dirinya mengidap COVID-19 pada medio April. Ia menjadi artis peran ketiga yang tertular corona dan berhasil sembuh, setelah Detri Warmanto dan Andrea Dian. Twindy menduga dirinya tertular dari pasien yang tidak jujur tentang riwayat perjalanan saat ia bertugas di rumah sakit. 

10. Iis Sugianto

Iis Sugianto Corona

Penyanyi senior Iis Sugianto pada 11 September mengunggah video di Instagram yang memberitahukan bahwa dirinya positif COVID-19 sejak dua minggu sebelumnya. Video tersebut dibuat saat dirinya menjalani perawatan di rumah sakit. Ia mengatakan dirinya sudah melewati masa kritis dan sudah dinyatakan sembuh.

11. Yopie Latul

Yopie Latul Corona

Yopie Latul merupakan artis positif COVID-19 yang meninggal dunia pada 9 September. Penyanyi kelahiran Ambon yang memopulerkan lagu Poco Poco ini sempat dirawat di RS Sentra Medika Cibinong dengan status tanpa gejala. Ia diduga tertular corona saat menjadi bintang tamu di sebuah acara di Bogor.

12. Stan Isakh

Stan Isakh Corona

Artis lain yang juga meninggal karena COVID-19 adalah Stan Isakh. Penyanyi dan penulis lagu itu meninggal pada 10 Mei saat menjalani isolasi dengan status pasien dalam pemantauan (PDP). Sebelumnya, ia mengalami sesak napas dan didiagnosa menderita pneumonia duplex.

13. Elvy Sukaesih

Elvy Sukaesih Corona

Penyanyi dangdut senior Elvy Sukaesih dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab pertengahan Agustus. Sebelumnya, ia mengalami demam dan kehilangan indera penciuman. Elvy dirawat di RS Pondok Indah Bintaro selama 19 hari sebelum akhirnya dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

14. Piet Pagau

Piet Pagau Corona

Aktor kawakan Piet Pagau berjuang melawan COVID-19 sejak awal September, setelah dirinya dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan bersama kru film. Piet mengaku tidak merasakan gejala sakit. Meski demikian, ia menjalani isolasi di RS Hermina Galaxy Bekasi sampai dinyatakan negatif melalui tiga kali swab pada pertengahan September.

15. Nunung Srimulat

Nunung-Srimulat-corona

Kabar terakhir, komedian Nunung juga terpapar COVID-19. Ia mengalami gejala demam, sesak napas, dan kehilangan indera penciuman. Bersama lima anggota keluarganya, pelawak yang pertama kali muncul bersama grup Srimulat itu dinyatakan positif melalui tes swab. Hingga kini, Nunung masih menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu.

Virus corona punya daya infeksi yang kuat dan mudah menular ke setiap orang dengan berbagai kondisi fisik, tak peduli apakah mereka sehat atau sakit, tua atau muda. Selama belum ditemukan vaksin yang terbukti efektif, pencegahan menjadi cara terbaik untuk melawan corona.

Pemerintah saat ini mendorong strategi melawan virus dengan 3T, yaitu Testing (pengetesan PCR sebanyak-banyaknya), Tracing (penelusuran kontak penderita secepatnya), dan Treatment (perawatan bagi penderita). 

Tracing dapat dilakukan semua pihak, termasuk perusahaan terhadap karyawan mereka. Sebab, prinsipnya semakin cepat semakin baik. Bagi perusahaan yang menjalankan work from office (WFO), memiliki sistem tracing yang cepat dapat membantu mencegah klaster perkantoran.

Penelusuran kontak penderita secara cepat dapat dilakukan dengan aplikasi tracing. Menurut riset tim Google dan Oxford University, penggunaan aplikasi ini oleh 75% populasi dapat menurunkan tingkat penularan virus 81% dan menekan kematian hingga 78%.

Kabar baiknya, pengguna aplikasi absensi online Hadirr kini dapat memanfaatkan fitur baru contact tracing tanpa tambahan biaya. Aplikasi ini memiliki 3 keunggulan yang dapat diandalkan, yaitu:

a. Penelusuran kontak penderita secara cepat dan otomatis. Apabila di perusahaan Anda terdapat seorang karyawan positif COVID-19, Anda dapat mengetahui siapa saja orang-orang yang berada di sekitarnya atau berinteraksi dengannya dalam waktu dua minggu terakhir. Aplikasi contact tracing mendeteksi kedekatan jarak subjek serta durasi waktunya.

b. Pengiriman notifikasi cepat dan privat. Jika karyawan A dinyatakan positif corona, dan terdeteksi melalui aplikasi pernah berada di dekat karyawan B, C, dan D, maka Anda bisa segera mengirimkan notifikasi personal ke B, C, dan D sebagai orang yang berisiko terpapar virus.

c. Mencegah risiko kerugian. Dengan deteksi dini yang cepat, Anda tak perlu menghentikan aktivitas bisnis dan mengarantina seluruh karyawan, yang berdampak merugikan perusahaan. 

Baca Juga: 3 Cara Mengatur Jadwal (Shift) Kerja di Masa Pandemi Corona

Jika belum menggunakan Hadirr, Anda tetap dapat mencoba gratis fitur contact tracing ini. Silakan kunjungi website Hadirr sekarang.

Mobile app Hadirr juga mendukung work from home (WFH). Anda dapat memantau kehadiran karyawan di banyak titik dengan e-absensi GPS secara real-time, serta memonitor jadwal harian dan kinerja mereka dari jauh.

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Share