Kiat Perusahaan Antisipasi Gelombang Kedua Corona

Sejumlah negara masih berperang mengatasi pandemi virus corona, sehingga pandemi ini masih dikatakan jauh dari kata usai. Disisi lain sejumlah negara mampu mengontrol wabah ini dengan baik dan ada juga yang bisa mengontrol namun tetap ditemukan pertambahan kasus baru. Hal tersebut dikhawatirkan menandakan adanya gelombang kedua virus corona. Beberapa negara Eropa pun mulai perketat aturan kembali untuk mengantisipasi adanya gelombang kedua tersebut. 

Baca Juga: Download Panduan New Normal Bagi Perusahaan dan Karyawan (Infografis)

Faktor yang dapat memicu terjadinya gelombang kedua adalah adanya keputusan untuk melakukan pencabutan pembatasan sosial secara menyeluruh. Selain itu gelombang kedua corona dapat terjadi apabila suatu negara mengalami penurunan kurva yang mengakibatkan masyarakat cenderung melupakan kondisi yang mereka alami sehingga membuat orang-orang mengabaikan protokol kesehatan yang berakibat tingkat penularan lebih tinggi.  

Gelombang kedua sangat bergantung bagaimana masyarakat berperilaku pada masa-masa pandemi ini. Dibutuhkan strategi perusahaan juga untuk dapat meredam kekhawatiran adanya gelombang kedua karena hal tersebut akan mempengaruhi bisnis. Perusahaan diharapkan dapat berpikir selangkah lebih maju untuk dapat menerapkan strategi bisnis yang tepat karena virus corona bisa jadi lebih buruk apabila ditangani dengan salah. Untuk itu diperlukan kiat untuk mengantisipasi adanya gelombang dua virus corona, antara lain yaitu:

Tingkatkan komunikasi dengan karyawan 

Pandemi saat ini diharapkan perusahaan tetap meningkatkan komunikasi dengan karyawan agar tidak terjadinya miscommunication. Selain itu meningkatkan komunikasi dengan karyawan diharapkan akan membuat mental positif karyawan tetap terjaga, karena informasi yang bermunculan di luar tentunya akan membuat karyawan menjadi stres maupun was-was. 

Memahami dan mengimplementasikan kebijakan pemerintah 

Penanganan setiap daerah terkait pandemi akan berbeda-beda dan tidak dapat disamakan. Untuk itu perusahaan perlu mengikuti kebijakan pemerintah terbaru dan memahami kebijakan tersebut agar dapat menentukan strategi kedepannya yang lebih tepat, misalnya apakah keputusan untuk mempekerjakan karyawan kembali di kantor sudah tepat untuk diterapkan di daerah tersebut. 

Menentukan kebijakan WFH atau WFO

Perusahaan tentunya harus mengetahui bisnis utama mereka termasuk industri apa karena itu  sangat mempengaruhi kebijakan apa yang akan diambil kedepannya. Untuk industri manufaktur tentunya akan sulit untuk produktif apabila karyawannya harus bekerja di rumah atau work from home karena pekerjaan karyawannya sangat tergantung dengan interaksi secara langsung dengan pihak lainnya.

Namun apabila perusahaan memungkinkan untuk menerapkan kebijakan bekerja di rumah perusahaan perlu melakukan pertimbangan, apakah dengan penerapan tersebut produktivitas karyawan akan tetap terjaga. Apabila ternyata produktivitas menurun, perusahaan dapat menerapkan opsi lain seperti adanya pembagian jadwal kerja (shifting) siapa saja yang harus masuk kantor dan siapa saja yang tidak perlu bekerja dikantor. Namun perlu diperhatikan juga keamanan karyawan apabila ada penerapan bekerja di kantor. 

Gunakan teknologi touchless 

Proses penggajian karyawan bisa menjadi tantangan di masa pandemi karena proses bisnis bulanan yang biasanya dilakukan di kantor kini sebisa mungkin harus dilakukan secara jarak jauh. Solusi untuk masalah ini dapat terselesaikan dengan bantuan teknologi digital yaitu dengan menggunakan software payroll berbasis cloud. Di mana aplikasi software gaji tersebut masih dapat diakses secara remote karena pembayaran gaji dapat dilakukan secara online. Payroll system Gadjian yang terintegrasi dengan MCM Mandiri dan Flip.id memudahkan perusahaan Anda untuk menghitung gaji karyawan dan secara otomatis melakukan pembayaran gaji secara online

Baca Juga: Cluster COVID-19 Perkantoran: Efektifkah Penerapan Higienitas di Perusahaan Anda?

Selain itu untuk menjaga higienitas di lingkungan kantor, perusahaan dapat melakukan monitoring kerja dan kehadiran karyawan dengan teknologi touchless. Transformasi absensi dari mesin fingerprint ke teknologi touchless mengurangi potensi risiko penularan penyakit berbahaya, termasuk COVID-19. Hadirr salah satu aplikasi absensi berbasis online dilengkapi dengan teknologi face recognition yang mencatat kehadiran karyawan sesuai dengan wajah. Karyawan cukup mengambil swafoto melalui smartphone masing-masing untuk dapat melakukan absen.

Coba Gadjian Sekarang

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Writer: Diyan Faranayli

Share