New Normal di Kantor: Tata Cara Penggunaan Masker Kain

Virus corona sudah menjadi pandemi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dan saat ini di Indonesia pun sudah mulai diberlakukan transisi new normal oleh pemerintah. Transisi tersebut membuat semua kalangan masyarakat harus beradaptasi dengan cepat dan dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker kain untuk meminimalisir penyebaran virus. 

Baca Juga: Pengaturan Shift Karyawan Saat New Normal

COVID-19 merupakan virus yang tidak dapat dilihat dan tidak bisa diketahui siapa yang menjadi carrier virus tersebut. Memakai masker menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah penularannya. Kalian bisa menggunakan masker kain, walaupun masker kain tidak seefektif masker N95 atau masker lain yang tersedia di apotik (seperti merek Sensi atau Nexcare). Penggunaan masker kain cukup bermanfaat untuk meminimalisir paparan droplet virus corona dalam menjalani aktivitas sehari-hari di masa new normal ini, dimana beberapa perusahaan mulai memberikan kebijakan kepada karyawannya untuk dapat bekerja di kantor kembali. 

Masker kain yang direkomendasikan untuk digunakan adalah masker yang memiliki 3 lapisan kain. Lapisan pertama adalah lapisan kain hidrofilik seperti katun, kemudian dilapisi oleh kain yang bisa mendukung filtrasi lebih optimal. Lapisan kedua bisa juga menggunakan katun atau polyester. Sedangkan untuk lapisan ketiga atau bagian paling luar masker dapat menggunakan lapisan hidrofobik atau yang bersifat anti air seperti terbuat dari polypropylene. 

Masker kain dapat digunakan kembali, untuk itu pencucian dan penyimpanannya harus dilakukan dengan benar. Penggunaan masker kain yaitu maksimal 4 jam dan setelah itu harus diganti dengan masker baru yang bersih. Apabila masker yang digunakan ternyata lembab atau basah harus segera mungkin diganti. 

Cara melepas masker kain yang benar yaitu cukup dengan menarik bagian tali dan harus  langsung disimpan ke kantong plastik atau kertas yang tertutup. Cara ini dilakukan agar mencegah penyebaran virus ke barang-barang sekitar.

Disarankan juga untuk selalu membawa beberapa masker pengganti untuk digunakan beraktivitas. Pemakaian masker pun dapat efektif apabila kita menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti cuci tangan memakai sabun dan selalu menjaga jarak. Diperlukan peran aktif para pelaku usaha guna meminimalisir penyebaran virus. Para pelaku usaha diharapkan terus memprioritaskan keselamatan karyawan. Selain mewajibkan karyawan untuk menggunakan masker, pelaku usaha dapat menggunakan absensi online.

Baca Juga: Transisi PSBB: Siapkah Pelaku Usaha Terapkan Teknologi Touchless Saat Pandemi Covid-19?

Hadirr, aplikasi absensi online berbasis cloud merupakan cara lain agar implementasi new normal dapat dilaksanakan dengan lebih mudah. Hadirr membantu pelaku usaha untuk mengelola absensi karyawan dan mencatat kehadiran karyawan dengan fitur clock-in dan clock-out dimana karyawan cukup melakukan absen selfie (swafoto) pada smartphone pribadi sehingga tidak perlu takut terkontaminasi oleh virus. Presensi akan tercatat berdasarkan validasi referensi wajah dan GPS location. Pengelolaan karyawan secara digital bukan saja lebih praktis, tapi juga memudahkan pengelolaan perusahaan sekaligus menjaga agar seluruh anggota tim di perusahaan tetap sehat.

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Share