Era New Normal: Siapkah Indonesia Berdamai dengan Corona?

Era new normal atau hidup berdamai dengan corona yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia harus bersiap cepat atau lambat kembali beraktivitas “normal”. Pasukan TNI dan Polri telah diperintahkan untuk menertibkan masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan di sejumlah sarana publik. Khususnya di area ibukota dimana sarana publik esensial bagi kelancaran aktivitas masyarakat.

Hampir tiga bulan ibukota Jakarta menerapkan PSBB menyebabkan sebagian besar kegiatan masyarakat lumpuh. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat pandemi corona diprediksi terjun ke angka -0,5%, dibandingkan dengan pencapaian di kuartal I tahun 2020 yang mencapai 2,97%. Di sisi lain Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang masuk dalam kategori paling rendah dalam upaya penekanan penyebaran coronavirus dilansir dari Endcoronavirus. Apakah sudah saatnya siap menjalani era new normal dan hidup berdamai dengan Corona?

Baca Juga: Teknologi Cloud Bisa Bantu UKM di Kala Pandemi Covid-19

Work from home (wfh) kembali menjadi work from office (WFO), sarana transportasi umum kembali beroperasi dan restoran kembali membuka layanan dine-in. Narasi seperti ini sangat mungkin untuk terjadi jika masing-masing pihak memiliki kesadaran tinggi akan protokol keamanan dan kesehatan di tengah pandemi. Setiap orang memakai masker dan membawa hand sanitizer. Sarana publik menjaga hygiene dan memberikan peraturan ketat terkait pembatasan jumlah orang.

Bagaimana dengan dunia bisnis? Perusahaan yang bergelut di bidang hospitality dan offline retail mengalami pukulan paling berat di tengah pandemi. Pengusaha ritel menunggu keputusan pemerintah dalam mekanisme aturan era new normal. Bisnis restoran dengan berbagai prosedur akan beroperasi kembali agar bertahan di masa corona. Mereka akan lebih “vokal” supaya relaksasi PSBB terkabul. 

Terlepas dari kondisi dilema kesiapan menghadapi era new normal, pandemi telah mengubah cara beraktivitas manusia untuk jangka panjang. Untuk menghadapi hal tersebut perusahaan perlu siapkan protokol kerja era new normal. Prioritas utama adalah keselamatan karyawan mulai dari hal sederhana seperti pencatatan presensi karyawan. Aplikasi absensi online akan menggantikan fingerprint untuk meminimalisasi karyawan menyentuh benda di tempat umum.

Baca Juga: Employee Attendance: To Track or Not to Track?

Hadirr mobile attendance membantu perusahaan melakukan monitor kehadiran online secara efisien di tengah pandemi corona. Karyawan cukup mengunduh Hadirr pada smartphone dan melakukan selfie untuk mencatat absensi kehadiran. Dengan fitur terbaru timesheet, admin dapat menambahkan task untuk karyawan pada dashboard Hadirr. Karyawan bisa menambahkan task secara mandiri melalui smartphone. Memudahkan perusahaan dan karyawan dalam memantau aktivitas kerja.

Coba Hadirr Sekarang | Software Aplikasi Absensi Karyawan di Android Dan iOS Hanya Dengan Selfie

Writer: Haunina K. Sari

Share