Perusahaan Wajib Patuhi Protokol New Normal di Kantor

Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama hampir tiga bulan. Masyarakat tentu sangat berharap agar pandemi ini cepat berlalu. Namun ketika keadaan belum pulih kembali dan kita tetap diharuskan untuk menjalani aktivitas new normal. Pandemi ini telah mengubah perilaku kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Suasana ramadhan dan lebaran pun sangat terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Hampir semua aktivitas dilakukan dirumah saja dan akibatnya berdampak ke perekonomian secara luas. Hingga saat ini vaksin virus corona pun belum ditemukan karena butuh waktu cukup lama dalam pengembangannya. Hal tersebut membuat kita harus menjalani new normal dengan tetap melakukan social distancing dan physical distancing

Beberapa perusahaan merencanakan akan memulai aktivitas kembali di kantor usai libur lebaran. Untuk mengantisipasi penyebaran virus, perusahaan perlu menyusun protokol baru. Berikut beberapa protokol baru yang bisa diterapkan perusahaan untuk menjalani aktivitas new normal di masa Covid-19:

Kerja Secara Fleksibel 

Persiapan menjalani new normal, perusahaan diharapkan dapat menerapkan sistem kerja yang fleksibel. Maksudnya, membiarkan karyawan bekerja work from home apabila kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Sistem kerja ini dapat meminimalisir penyebaran virus karena orang sakit sangat berisiko tertular. Kebijakan lainnya yang dapat dilakukan yaitu mempertimbangkan karyawan yang menggunakan transportasi umum untuk dapat menerapkan kebijakan tersebut juga. Penerapan WFH tidak menjadi halangan apabila perusahaan dapat mengontrol kehadiran karyawannya. Perusahaan dapat menggunakan aplikasi absensi online Hadirr. Karyawan melaporkan kehadiran dengan melakukan clock in dan clock out yang menggunakan teknologi GPS. Dimana teknologi tersebut dapat memverifikasi lokasi karyawan. Data absensi pun ditampilkan secara real-time

Prioritaskan Keamanan Karyawan 

Setelah menjalani libur lebaran, beberapa perusahaan pun mengambil langkah untuk bekerja kembali di kantor. Salah dua kebijakan yang dapat diterapkan yaitu shifting maupun mempekerjakan kembali karyawan dengan umur 45 tahun ke bawah. Namun, tentunya perusahaan harus mengutamakan prosedur keamanan untuk karyawan tersebut.

Perusahaan diharapkan lebih sigap apabila ternyata nantinya di kantor terdapat karyawan yang menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Apabila diperlukan, perusahaan bisa menyediakan suplemen vitamin untuk membantu meningkatkan daya tubuh karyawan. Namun hal yang paling utama untuk dilakukan perusahaan adalah mengidentifikasi dan memonitor karyawan. Hal ini dilakukan agar perusahaan tetap waspada dan cepat tanggap mengenai penyebaran virus corona dan dapat meningkatkan rasa nyaman dan aman karyawan selama bekerja di kantor. 

Baca Juga: Teknologi Cloud Bisa Bantu UKM di Kala Pandemi Covid-19

Untuk itu perusahaan perlu menggunakan software Human Resources Information System (HRIS), misalnya aplikasi absensi online Hadirr yang memungkinkan karyawan untuk melakukan absensi dengan cara swafoto di smartphone masing-masing karyawan. Aplikasi ini memungkinkan karyawan dapat melakukan absensi tanpa perlu takut terkontaminasi oleh virus dari peralatan kantor misalnya mesin absensi fingerprint yang umum digunakan oleh banyak karyawan. 

Contact Tracing di Lingkungan Kantor 

Istilah contact tracing mungkin masih sangat awam untuk beberapa kalangan. Contact tracing dapat memungkinkan perusahaan memantau aktivitas karyawan, misalnya apakah karyawan sudah menerapkan physical distancing yang tepat hingga mengetahui apakah beberapa bulan terakhir karyawan berhubungan dengan karyawan lain yang ter-suspect virus corona. Hal itu sangat berguna untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Namun untuk saat ini beberapa perusahaan belum bisa untuk menikmati aplikasi contact tracing, karena beberapa perusahaan masih berusaha men-develop aplikasi tersebut. Apabila nantinya aplikasi tersebut sudah dapat digunakan, maka dapat dijadikan salah satu protokol baru perusahaan.

Baca Juga: Kelebihan Sistem Absensi Online yang Wajib Anda Ketahui

Dengan adanya penyesuaian kebijakan pada kondisi saat ini, perusahaan dituntut untuk dapat bereaksi cepat terhadap perubahan yang ada. Untuk mendukung strategi bisnis di masa pandemi yang masih berlangsung, aplikasi absensi online Hadirr mampu mengakomodasi kebutuhan perusahaan agar monitoring karyawan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Kehadiran karyawan dapat dengan mudah dimonitor dengan men­-download laporannya di dalam aplikasi Hadirr. Tantangan perubahan setelah masa pandemi Covid-19 dapat teratasi dengan mobile attendance Hadirr.

Aplikasi Absensi Online Hadirr

Writer: Diyan Faranayli

Share