Bisnis Logistik: Meraih Cuan di Masa Pandemi Corona

Tak dapat dipungkiri pandemi Coronavirus di Indonesia berdampak besar bagi bisnis di Indonesia. Meski banyak bisnis yang terdampak negatif oleh pandemi ini, bisnis logistik dan jasa kurir merupakan salah satu lini bisnis yang dapat dibilang terkena dampak positif. Keterbatasan mobilitas masyarakat dalam dua bulan terakhir adalah peluang bagi perusahaan kurir dan logistik seperti JNE, Lalamove, SiCepat, Lion Parcel, dan Ninja Express.

Volume pengiriman paket jasa logistik sebagian besar masih sangat dipengaruhi oleh penjualan e-commerce. Kontribusi e-commerce, seperti yang dilansir dari Katadata.co.id sebesar 60% sampai 70%. Masyarakat di DKI Jakarta khususnya, beralih ke media e-commerce untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari demi mematuhi physical distancing.

Baca Juga: Aplikasi Pendukung untuk Work From Home (WFH)

Kenaikan permintaan untuk pengiriman makanan dan bahan makanan segar juga memberikan peluang bagi jasa logistik. Beberapa bisnis instan yang mendapatkan “cuan” di tengah wabah Corona adalah pembuatan hand sanitizer dan masker. Dalam memenuhi permintaan pasar diperlukan jasa logistik sebagai penghubung  antara penjual dan pembeli.

Penambahan layanan pengantaran express terutama untuk alat pelindung diri (APD) dan bahan makanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat mendorong kenaikan permintaan pengiriman bagi jasa logistik. Perusahaan logistik freight-forwarding seperti salah satu klien Gadjian, yaitu PT. Suryamas Logistik (SML Logistics) dapat menerapkan strategi untuk memperbanyak pengiriman jalur darat dan fokus dalam negeri. Strategi lain yang dapat diterapkan adalah on-demand warehousing, menyewakan gudang bagi pengiriman paket bahan makanan dan APD untuk menjawab tantangan disrupsi distribusi logistik akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan keterbatasan akses di beberapa wilayah.

Peluang bisnis yang meningkat tentu diimbangi dengan strategi untuk melindungi keamanan karyawan dan paket yang diantarkan. Alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker serta hand sanitizer adalah perlengkapan wajib bagi masing-masing kurir. Paket dijaga kebersihannya dengan disemprot disinfektan dan menetapkan protokol tertentu logistik dalam handling paket. 

Startup logistik Paket.id, menggandeng perusahaan logistik seperti JNE yang juga telah menetapkan prosedur ketat untuk melindungi keamanan karyawan dan paket. Pelanggan Paket.id dapat memesan penjemputan paket melalui aplikasi sehingga pelanggan tidak perlu khawatir beranjak dari rumah. Pembayaran dilakukan secara non-tunai untuk meminimalkan kontak langsung.

Baca Juga: Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Paket.id dan PT. Suryamas Logistik menggunakan aplikasi HR & payroll Gadjian untuk mengelola penggajian dan administrasi karyawan. Untuk memantau kinerja dari segi kehadiran karyawan, aplikasi absensi Hadirr membantu perusahaan dalam menyajikan laporan presensi karyawan. Pencatatan absen pun mudah, cukup dengan melakukan swafoto (selfie) menggunakan smartphone.

Kedua aplikasi ini berbasis cloud sehingga pengelolaan dan monitor karyawan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Terlebih lagi dalam implementasi Work from Home (WFH), fleksibilitas pengoperasian aplikasi sangat diharapkan supaya dapat mengakomodasi WFH. Pemanfaatan teknologi secara optimal saat ini selain menunjang bisnis logistik juga menunjang upaya dalam menjaga kesehatan karyawan.

Coba Gadjian Sekarang

Coba Hadirr Sekarang | Software Aplikasi Absensi Karyawan di Android Dan iOS Hanya Dengan Selfie

Share