7 Tips Agar Bisnis Restoran dan Kedai Kopi (F&B) Bertahan di Masa Corona

Food and beverage (F&B) merupakan salah satu industri yang terkena dampak serius coronavirus. Tak hanya di Indonesia, bisnis makanan dan minuman hampir di semua negara yang terjangkit wabah COVID-19 mengalami penurunan drastis, dan sebagian terpaksa tutup total.  

Yum China misalnya, perusahaan di Shanghai yang mengoperasikan sejumlah waralaba makanan cepat saji, seperti KFC, Taco Bell, dan Pizza Hut, menutup lebih dari sepertiga dari 9200 restoran akibat wabah. Gerai yang tetap buka mengalami penurunan penjualan 40-50% dibanding periode yang sama di tahun lalu.

Keadaan di Amerika Serikat tak lebih baik. Industri restoran diperkirakan mengalami kerugian 25 miliar dolar AS akibat pandemi dan 3 juta orang kehilangan pekerjaan. Seperti dilaporkan Business Insider, setidaknya 110.000 restoran akan tutup permanen, dan 30.000 di antaranya telah menghentikan operasi, menurut data National Restaurant Association (NRA). 

Baca Juga: Pemerintah Bebaskan PPh 21 Karyawan Saat Pandemi Covid-19, Ini Ketentuannya

Sementara di Italia, negara yang paling parah terdampak coronavirus, semua restoran dan kafe tutup total di bawah pengawasan pemerintah. Mereka hanya diperbolehkan melayani pengiriman pesanan makanan ke rumah-rumah.

Indonesia juga mengalami dampak serupa. Berdasarkan hasil riset startup penyedia aplikasi kasir digital Moka yang dirilis akhir Maret lalu, F&B menjadi industri paling terdampak COVID-19. Ada 13 dari 17 kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan, di antaranya Surabaya dan Jabodetabek. Meski demikian, take-away food mengalami sedikit kenaikan atau sekitar 7% di periode Januari-Februari 2020.

Bisnis kuliner lokal juga melakukan penyesuaian akibat pemerintah daerah yang menerapkan pembatasan sosial dengan melarang orang-orang berkumpul dan makan di satu tempat. Di luar itu, penurunan pendapatan juga dipengaruhi oleh sikap masyarakat yang was-was terhadap penularan virus, baik di lingkungan restoran maupun makanan yang disajikan.

Untuk meningkatkan, atau setidaknya mempertahankan, penjualan selama pandemi, pengusaha F&B mesti memberikan kepastian atau jaminan bahwa ruangan restoran, karyawan, dan makanan, benar-benar bebas dari virus. Berikut tips yang dapat diterapkan:

1. Mengutamakan penjualan delivery dan take-away 

Jika pemerintah daerah menerapkan aturan ketat mengenai pembatasan sosial di tempat umum, maka sebaiknya pengusaha beradaptasi dalam hal penjualan, dari restoran makan di tempat (dine-in) ke pelayanan pesan-antar (delivery) dan take-away (untuk dibawa pulang). Dengan mencegah pelanggan makan di tempat, maka risiko penularan virus juga dapat dikurangi. Sejumlah restoran cepat saji di Amerika Serikat, seperti McDonald’s dan Starbucks, telah menerapkan cara ini, yakni hanya melayani take-away.

2. Mengecek suhu tubuh karyawan dan pelanggan

Screening suhu tubuh menjadi hal normal saat ini dari mulai perkantoran, pertokoan, mal, hingga area transportasi publik. Menyediakan petugas dengan thermo gun di setiap pintu restoran dapat mencegah karyawan atau pelanggan yang memiliki gejala demam masuk ke dalam dan menularkan virus ke orang lain.

3. Mewajibkan karyawan memakai masker sepanjang hari

Ini tidak hanya untuk mencegah penularan virus ketika karyawan berbicara dengan pelanggan, tetapi juga untuk menyakinkan konsumen bahwa makanan dan minuman yang disajikan bebas dari kontaminasi virus yang disebarkan lewat droplet.

4. Membersihkan area servis dengan disinfektan setiap saat

Menyemprot spot yang kerap disentuh atau dipegang banyak orang dengan disinfektan dapat membunuh virus yang menempel pada benda tersebut. Bersihkan sesering mungkin permukaan meja, kursi, pegangan pintu, dinding kaca, dan buku menu, untuk menghindari transmisi virus dari benda ke manusia.

5. Menyediakan tempat cuci tangan untuk karyawan dan pelanggan

Tempat cuci tangan di pintu masuk juga membantu meminimalkan risiko penularan virus melalui tangan. Tak harus menggunakan hand sanitizer apabila sulit didapat, air mengalir dan sabun cair tak kalah efektif membunuh virus. Sebab menurut penelitian, coronavirus akan hancur apabila terkena detergen.

6. Menempelkan kartu cek suhu tubuh pada pembungkus makanan

Ini merupakan standar baru dalam pelayanan F&B terutama untuk pesanan delivery, seperti yang diterapkan Yum China. Pada setiap bungkus makanan yang dikirim oleh kurir tercantum kartu pengecekan suhu yang berisi nama karyawan yang membuat (memasak), menyajikan, dan mengirimkan makanan beserta suhu tubuh masing-masing. 

Ini berguna untuk memberi rasa aman dan jaminan kepada konsumen, yang berarti bahwa karyawan yang terlibat dalam rantai penyajian makanan adalah orang-orang yang sehat dan tidak terinfeksi virus. Contoh:

Dibuat Disajikan Dikirim
Nama Mike James John
Suhu 36,1 °C 35,9 °C 36,3 °C

7. Menerapkan contactless delivery jika perlu

Layanan delivery makanan cepat saji di China dan AS juga telah menerapkan pengiriman contactless untuk menjaga jarak antar-orang. Saat kurir datang, ia membuka tas atau cargo lalu meletakkan makanan di atasnya, kemudian melangkah mundur beberapa meter untuk mempersilakan konsumen mengambil paket makanan dan memeriksanya sendiri, tanpa penyerahan dari tangan ke tangan. Cara ini dapat diterapkan di Indonesia untuk mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca Juga: Tata Cara Mengatur Jadwal Shalat & Jadwal Kerja (Shift) Tenaga Medis Covid-19

Di tengah PSBB yang berlaku di sejumlah daerah, seperti Jakarta dan wilayah Bodetabek, bisnis F&B masih punya harapan untuk bertahan. Sebab, usaha yang berkaitan dengan sektor pangan termasuk yang dikecualikan atau tetap diperbolehkan beroperasi, meski dengan sejumlah syarat seperti konsumen tidak boleh makan di tempat.

Untuk membantu bisnis lebih efisien di masa sulit, pemilik usaha F&B dapat menggunakan aplikasi HR & payroll Gadjian untuk mengelola penggajian dan administrasi karyawan. Gadjian terbukti membantu menghemat pengeluaran perusahaan untuk biaya manajemen karyawan per tahun Rp 20 juta.

Software penggajian berbasis cloud ini dapat menghitung gaji karyawan, lembur, THR, dan BPJS, secara otomatis, cepat, dan akurat. Bahkan pengusaha bisa langsung membayar gaji semua karyawan hanya dengan sekali klik tanpa repot melalui fitur Mandiri Cash Management (MCM) yang terintegrasi.

Gadjian merupakan HRIS ekonomis namun dengan fitur yang lengkap untuk memudahkan pekerjaan HR dan finance. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk usaha kecil dengan jumlah minimal karyawan 5 atau 6 orang. 

Anda dapat memilih paket aplikasi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan perusahaan, yaitu Paket Standar dan Paket Sukses. Ingin tahu lebih banyak? Klik tombol di bawah ini untuk mencoba gratis 14 hari.

Coba Gadjian Sekarang

Share