Cara Menghitung Turnover Rate Tahunan Karyawan

Labor turnover (LTO) atau turnover rate merupakan tingkat perputaran karyawan dalam sebuah perusahaan yang diukur berdasarkan jumlah tenaga kerja yang berhenti bekerja dalam periode waktu tertentu. LTO yang tinggi dapat mengganggu produktivitas perusahaan dan membuat bisnis tidak berjalan efisien.

LTO berkaitan dengan retensi perusahaan terhadap karyawan, di mana keduanya berbanding terbalik. Semakin tinggi turnover berarti semakin rendah retensi, dan begitu pula sebaliknya.

Turnover selalu dikaitkan dengan tingkat kebahagiaan (happiness) dan kepuasan (satisfaction) karyawan tentang pekerjaan dan organisasinya. Semakin bahagia karyawan, maka semakin merasa terlibat (engaged) dan juga semakin loyal. Karena itu, turnover dapat dikendalikan dengan strategi peningkatan engagement karyawan.

Baca Juga: Menghitung Labor Turnover atau Turnover Rate Karyawan, Pentingkah?

Namun, strategi ini hanya dapat menekan jumlah karyawan yang tidak lanjut bekerja karena pengunduran diri (resign) dengan alasan terkait pekerjaan, misalnya tidak puas dengan gaji, jenjang karir, dan sistem kerja. Resign bukan karena alasan pekerjaan, seperti pensiun, PHK, atau ingin melanjutkan pendidikan formal, sepenuhnya di luar kendali HR.

Turnover rate dapat dihitung dengan menggunakan metode tahunan, yaitu persentase karyawan yang berhenti kerja dalam periode satu tahun. Rumus turnover rate tahunan adalah:

LTO = _  jumlah karyawan keluar atau tidak lanjut bekerja__ x 100
             (jumlah karyawan di awal tahun + di akhir tahun) : 2

Sebagai contoh, apabila perusahaan per Januari 2019 punya 100 karyawan, pada Desember 2019 punya karyawan 200 orang, dan jumlah karyawan yang resign adalah 15 orang. Maka, turnover rate karyawan adalah 10%, berikut perhitungannya:

LTO =          15           x 100
(100 + 200) : 2

       = 10%

Menghitung turnover rate karyawan dengan metode tahunan memiliki manfaat bagi HR dan perusahaan, antara lain:

1. Mengetahui besaran turnover tahunan beserta alasan yang melatari karyawan resign dari perusahaan, terutama yang disebabkan oleh ketidakpuasan karyawan yang terkait dengan pekerjaan itu sendiri, dari mulai kompensasi hingga soal manajemen kantor. Tujuannya, HR dapat menemukan solusi untuk membuat karyawan lebih betah bekerja di perusahaan.

2. Mengetahui berapa banyak karyawan yang direkrut dalam setahun, misalnya apakah headcount di setiap divisi sesuai dengan manpower plan (MPP) yang telah ditetapkan HR, atau apakah terjadi kekurangan atau kelebihan tenaga kerja.

3. Mengetahui berapa biaya perusahaan untuk rekrutmen karyawan baru selama setahun, apakah sesuai HR budget atau terjadi penambahan biaya. Misalnya, banyak karyawan yang resign di tengah tahun sehingga memaksa perusahaan merekrut karyawan pengganti.

Dengan demikian, turnover yang tinggi dapat berpengaruh pada biaya rekrutmen karyawan melebihi HR budget. Karena karyawan yang keluar banyak, maka perusahaan membutuhkan perekrutan pegawai baru. Ini menyebabkan pembengkakan biaya perusahaan di luar rencana.

Dalam penyusunan HR budget, karyawan yang pensiun dapat dihitung dan dimasukkan dalam MPP. Tetapi, jumlah pegawai yang akan resign dalam setahun tidak pernah bisa dihitung di awal, meski HR dapat mengupayakan pengendalian dengan menerapkan strategi untuk menaikkan retensi.

Memantau penerapan MPP dan HR budget dapat dilakukan dengan Gadjian. Sistem HR berbasis cloud ini dilengkapi fitur analisis kinerja karyawan yang memberikan informasi mengenai demografi karyawan perusahaan secara lengkap, antara lain jumlah tenaga kerja di setiap divisi dan biaya gajinya.

Baca Juga: Pentingnya Headcount Conversation dalam Mengelola HR Budget Perusahaan

Dengan fitur ini, kamu bisa mengetahui apakah semuanya berjalan sesuai rencana, termasuk apakah turnover rate cukup rendah sehingga tidak terlalu berdampak pada HR budget. Jika sebaliknya, turnover rate tinggi membuat pengusaha merogoh kocek anggaran lebih dalam, maka tugas HR adalah mencari tahu penyebabnya dan mencari solusinya.

Sebagai payroll system yang andal dan digunakan banyak perusahaan di Indonesia, Gadjian punya keunggulan dalam hitung gaji online, sekaligus pembayarannya secara mudah dan cepat melalui internet banking. Sistem perhitungan dan pencatatan yang serba otomatis membuat aplikasi ini sangat efisien untuk berbagai skala usaha di Indonesia.

Dengan Gadjian, kamu tak perlu menguras tenaga dan waktu mengerjakan administrasi penggajian setiap bulan. Lebih baik, fokuslah mencari cara menaikkan retensi dan engagement karyawan agar turnover rate di perusahaanmu tetap terkendali.

Coba Gadjian Sekarang

Share