UMP 2020: Upah DKI Jakarta Tertinggi dan DIY Terendah

Kenaikan upah minimum selalu menjadi topik yang memantik perdebatan. Kali ini, penetapan UMP 2020 juga diwarnai ketidakpuasan baik dari kalangan pengusaha maupun serikat pekerja. Singkatnya, kenaikan terlalu besar bagi pengusaha dan terlalu kecil bagi buruh.

Penetapan persentase kenaikan upah oleh pemerintah pusat seharusnya bisa menjadi jalan tengah, karena telah ditetapkan berdasarkan indikator ekonomi yang jelas dan terukur, yakni inflasi dan PDB, serta punya pijakan hukum PP Pengupahan No 78 Tahun 2015.

Sekalipun serikat buruh mendesak pemerintah meninjau ulang PP tersebut, terutama terkait penentuan upah minimum, kenyataannya hingga saat ini aturan itu belum dicabut. Sehingga, menurut hukum positif, masih tetap berlaku dan sah. 

Masih sama dengan tahun 2019, UMP 2020 tertinggi dan terendah ada di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Berdasarkan besaran UMP, upah Jakarta tertinggi atau 2,5 kali dari upah Yogyakarta.

Provinsi

UMP 2019 UMP 2020 Kenaikan  Keterangan

DKI Jakarta

Rp 3.940.973 Rp 4.276.349 8,51% 

Tertinggi

DI Yogyakarta Rp 1.570.922 Rp 1.704.608 8,51% 

Terendah

Sebenarnya UMP bukan satu-satunya standar upah terendah di sebuah daerah, sebab menurut PP Pengupahan, Pasal 46 dan 47, gubernur dapat menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) menurut rekomendasi dari bupati/walikota dan pertimbangan dewan pengupahan provinsi. Tentu saja, besaran UMK tidak boleh rendah dari UMP. Dalam hal UMK ditetapkan, maka selambat-lambatnya tanggal 21 November 2019.

Sedangkan menurut SE Menaker, gubernur dapat (tidak wajib) menetapkan UMK untuk kabupaten/kota yang mampu membayar upah di atas UMP. Karena sifatnya tidak wajib, maka gubernur boleh untuk tidak menetapkan kenaikan UMK di wilayahnya. Jika demikian, maka berlaku UMK tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Besaran Minimal Upah Pokok Karyawan

UMP yang ditetapkan berlaku untuk satu provinsi tidak selalu menggambarkan besaran rerata UMK setempat. Ada kemungkinan, daerah-daerah pusat industri dengan harga kebutuhan hidup layak (KHL) yang tinggi memiliki UMK yang besarnya berkali lipat dari UMP

Sebagai contoh, pada tahun 2019, UMK tertinggi di Indonesia adalah Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi, yang merupakan wilayah Provinsi Jawa Barat yang UMP-nya termasuk terendah di Indonesia setelah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ketiga kabupaten/kota tersebut merupakan tiga daerah di Indonesia yang memiliki upah minimum di atas Rp 4 juta, mengalahkan Jakarta, sementara UMP Jawa Barat hanya Rp 1,6 juta tahun 2019.

Kabupaten/Kota

UMK 2019 Asumsi 

Kenaikan

UMK 2020

Kab. Karawang

Rp 4.234.010 8,51%  Rp 4.594.324
Kota Bekasi Rp 4.229.756 8,51% 

Rp 4.589.708

Kab. Bekasi Rp 4.146.126 8,51% 

Rp 4.498.961

Hingga saat ini sejumlah bupati/walikota masih mengkaji kenaikan UMK dan mengusulkannya ke gubernur. Jika semua daerah menaikkan UMK sebesar 8,51%, maka diperkirakan Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi masih akan tetap yang tertinggi, yaitu masing-masing Rp 4,5 juta, diikuti wilayah-wilayah sekitar Jakarta. 

Dengan asumsi persentase kenaikan yang sama, Kabupaten Bekasi diperkirakan memiliki UMK Rp 4,4 juta, Tangerang Rp 4,2 juta, Depok Rp 4,2 juta, dan Bogor Rp 4,2 juta. Sedangkan kota-kota besar lainnya, yakni Kota Bandung sekitar Rp 3,6 juta, Surabaya Rp 4,2 juta, dan Kota Yogyakarta Rp 2 juta. Surabaya merupakan kota dengan UMK tertinggi di Jawa Timur yang UMP-nya hanya Rp 1.768.777. 

Sebagai catatan, upah minimum tidak sama dengan upah pokok. Sebab, berdasarkan PP Pengupahan, Pasal 41 ayat (2), upah minimum merupakan upah bulanan terendah yang terdiri atas:

  1. Upah tanpa tunjangan, atau
  2. Upah pokok termasuk tunjangan tetap

Upah pokok merupakan imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Sesuai ketentuan di atas, maka upah pokok merupakan komponen upah minimum. 

Jika demikian, dalam hal upah minimum yang dibayarkan perusahaan terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap, maka sesuai ketentuan perundang-undangan, besarnya upah pokok minimal adalah 75% dari upah minimum.

Baca Juga: Inilah Besaran UMP Tahun 2020 Masing-Masing Provinsi di Indonesia

Sebagai contoh, jika perusahaan di Jakarta membayar upah sesuai UMP 2020 Rp 4.276.349 yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besaran upah pokoknya paling sedikit adalah 75% atau Rp 3.207.261.

Untuk menghitung upah karyawan tanpa repot, kamu bisa menggunakan HRIS software Gadjian yang memiliki fitur hitung gaji online. Aplikasi payroll ini dikembangkan sebagai perangkat lunak berbasis web yang memenuhi kebutuhan HR dan finance perusahaan dalam mengelola pekerjaan administrasi karyawan, terutama terkait dengan penggajian.

Dengan Gadjian, kamu dapat menghitung gaji karyawan, beragam tunjangan, lembur, bonus, THR, BPJS, dan PPh 21, secara otomatis. Kamu tidak perlu lagi menangani pekerjaan panjang dan melelahkan dengan beragam form di Excel yang tidak efisien secara waktu dan biaya serta berisiko salah hitung. Gadjian juga memungkinkan perusahaan membayar semua gaji karyawan lewat fitur Mandiri Cash Management (MCM)-Gadjian, hanya dengan sekali klik saja.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share