5 Manfaat Menerapkan Jam Kerja Fleksibel di Kantor

Mungkinkah mempekerjakan karyawan dengan jam kerja fleksibel? Jawabannya, tentu saja tergantung jenis usaha Anda. Namun, pada kenyataannya, sangat sedikit perusahaan yang menerapkan jam kerja fleksibel bagi karyawannya.

Hanya jenis pekerjaan tertentu saja yang menerapkannya, seperti bisnis yang tidak mensyaratkan bertemu dengan klien setiap saat. Selain itu, bisnis yang tidak terkait alat produksi di perusahaan, pekerjaan mandiri, dan pekerjaan yang bisa dikerjakan di mana saja tanpa membutuhkan fasilitas kantor juga bisa fleksibel.

Bisnis yang paling banyak menerapkan jam kerja fleksibel antara lain adalah industri kreatif, start-up digital, jasa arsitektur dan desain, media digital, publishing, hingga perusahaan creative content. Bagi start-up kecil, terkadang mereka malah tidak memiliki kantor dan menggunakan co-working space untuk bekerja.

Baca Juga: 5 Jenis Jadwal Kerja Perusahaan di Indonesia serta Kelebihan dan Kekurangannya

Ada perusahaan yang mewajibkan karyawannya hanya masuk kantor satu hari seminggu, sisanya bekerja dari rumah. Tentu saja, ini merupakan jenis pekerjaan yang tidak diukur dan dibayar dari jam kerja karyawan, tetapi dari hasil kerja, misalnya arsitek, pengembang software, fotografer, jurnalis, dan editor.

Namun, benarkah jam fleksibel hanya menguntungkan karyawan, dan merugikan perusahaan karena kehilangan kontrol terhadap kinerja karyawannya? Tentu saja tidak. Bagi perusahaan, menerapkan jam fleksibel juga memberi manfaat, di antaranya:

  1. Menghemat Biaya Perusahaan

Perusahaan yang menerapkan jam kerja fleksibel tidak perlu repot menyediakan berbagai fasilitas dan alat kerja kantor, seperti komputer, meja-kursi-kubikel, dan fasilitas makan siang. Karena tidak ada kewajiban hadir ke kantor setiap hari, perusahaan juga tidak perlu memberikan tunjangan transport untuk karyawan. Ini artinya perusahaan menghemat banyak pengeluaran, dan bisa membantu bisnis berjalan lebih efisien.

  1. Waktu Kerja Lebih Efisien

Jam kerja fleksibel membuat waktu kerja karyawan lebih efisien karena tidak perlu pulang-pergi ke kantor, terutama yang bekerja di kota-kota metropolitan yang setiap hari harus berjibaku dengan kemacetan. Karyawan tidak perlu membuang waktu berjam-jam di perjalanan yang dapat menyebabkan kelelahan dan stres.

Dengan begitu, mereka memiliki waktu lebih banyak untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan waktu kerja lebih banyak, karyawan juga dapat mengerjakan volume pekerjaan yang lebih besar.

  1. Menciptakan Lingkungan dan Waktu Kerja Personal yang Kondusif

Setiap orang punya kebiasaan, pola, dan waktu kerja yang berbeda-beda. Ada yang bekerja lebih cepat ketika malam hari, ada yang sambil mendengarkan musik kesukaannya, ada yang butuh tempat yang tenang, bersih, dan nyaman, serta ada pula yang harus sering berpindah tempat untuk mengatasi kebosanan.

Jam fleksibel memungkinkan semuanya, karena sistem kerja ini tidak diukur dari “bagaimana caranya, tetapi bagaimana hasilnya”. Karyawan punya kebebasan mengelola lingkungan dan waktu kerja personal yang paling kondusif untuk bekerja agar menghasilkan output yang memuaskan.

  1. Menekan Konflik Antarpersonal atau dengan Atasan

Semakin sedikit bekerja di kantor, semakin rendah pula risiko konflik antarpersonal di perusahaan. Karyawan ingin jeda tidur siang, menjemput anak dari sekolah, atau melepas penat dengan jalan-jalan? Tidak ada yang menegur, selama tanggung jawab pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Ini tidak mungkin terjadi di kantor dengan jam kerja ketat, kecuali karyawan ingin berurusan dengan atasan.

Perusahaan media sudah lama menerapkan sistem kerja ini, terutama bagi reporter mereka yang tersebar di daerah. Seorang jurnalis di lapangan dibebani target minimal, misalnya 2-3 berita per hari dan 1-2 tulisan panjang per minggu. Tidak ada jam kerja. Kenaikan gaji, tunjangan, dan bonus didasarkan pada penilaian karya, yakni kuantitas dan kualitas pekerjaan.

  1. Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Jam kerja fleksibel berdampak pada kebahagiaan karyawan karena dapat menekan stres serta memberi keleluasaan lingkungan dan waktu kerja terbaik bagi karyawan. Dampaknya, karyawan yang bahagia punya semangat kerja lebih besar atau lebih termotivasi untuk menghasilkan yang terbaik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas personal.

Salah satu jenis pekerjaan yang paling mungkin diterapkan jam fleksibel adalah tenaga marketing atau sales karena umumnya tidak bekerja di kantor untuk memasarkan produk/jasa perusahaan. Selain itu, kinerja mereka juga tidak dinilai dari jam kerja, tetapi target penjualan mingguan atau bulanan.

Baca Juga: 7 Faktor yang Memengaruhi Kinerja Karyawan

Perusahaan Anda ingin menerapkan jam kerja fleksibel? Sebaiknya, lakukan penilaian dulu terhadap jenis pekerjaan serta karakter dan pola kerja karyawan Anda, apakah sesuai dan memungkinkan.

Pola kerja menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan karyawan. Karena itu, setiap HR bertanggung jawab mengelola waktu dan pola kerja karyawan dengan baik sesuai dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan dukungan SDM, salah satunya adalah mengatur shift kerja.

Kini mengelola shift kerja bisa dilakukan dengan aplikasi HRIS Gadjian. Aplikasi penggajian online ini dapat membantu Anda merumuskan peraturan jam kerja dan membagi jadwal shift karyawan tanpa repot.

Memantau jam kerja karyawan? Bisa. Lewat aplikasi absensi Hadirr, jam kerja karyawan Anda bisa terpantau secara online. Aplikasi yang bisa dijalankan di telepon genggam ini dapat Anda gunakan untuk mencatat kehadiran, mencatat jam kerja lembur, dan memantau jadwal karyawan.

Hadirr juga meminimalkan kecurangan dalam absensi, karena proses pelaporan kehadiran dilakukan dengan foto wajah, lalu aplikasi e-absensi ini memverifikasi identitas dan posisi karyawan dengan teknologi biometrik dan GPS. Absen bisa dilakukan di tempat-tempat yang telah disetujui.

Metode dari HR software ini sangat mendukung perusahaan yang ingin menerapkan jam kerja fleksibel, yang tetap menginginkan jumlah jam kerja tetapi tidak terikat waktu dan kantor. Lokasi absen di banyak titik bisa dipantau. Selain itu, karyawan dapat mencatat jadwal kegiatan mereka secara real-time sehingga memberikan Anda visibilitas terhadap manajemen waktu mereka. Cari tahu lebih lanjut tentang aplikasi HR Gadjian yuk!

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share