Cara Menghitung Gaji Karyawan Masuk Tengah Bulan

Karena kebutuhan perusahaan yang mendesak, pernahkah Anda merekrut karyawan dan memintanya segera masuk kantor begitu ia teken kontrak? Misalnya, perusahaan Anda baru saja membuka kantor cabang di sebuah kota dan butuh segera beroperasi untuk menangani pelanggan.

Tak jadi soal jika karyawan tersebut masuk pada awal bulan, atau tanggal 1, karena memudahkan Anda dalam menghitung gaji yang bulat sebulan penuh. Namun, kenyataannya, sering kali karyawan diminta mulai masuk kerja di tengah bulan karena perusahaan tak bisa lagi menunggu sampai awal bulan berikutnya. Lalu bagaimana Anda menghitung gaji karyawan masuk tengah bulan?

Payroll Sofware Indonesia untuk Mengeloala Keuangan dan Karyawan Perusahaan | Gadjian

Cara yang lazim digunakan untuk perhitungan gaji karyawan yang masuk tengah bulan adalah dengan menggunakan metode pro rata atau hitung proporsional.

Berdasarkan Jumlah Hari Kerja

Prinsipnya, karena jumlah hari kerjanya tidak penuh, gaji yang dibayar pun tidak bulat. Artinya, perusahaan Anda hanya membayar sesuai jumlah hari kerja karyawan bersangkutan.

Bagaimana kalkulasi matematisnya? Yang paling sederhana adalah menghitung jumlah hari kerja dibagi jumlah hari kerja sebulan, kemudian dikalikan gaji satu bulan.

Metode prorata berdasarkan Hari Kerja:
= (jumlah hari kerja / jumlah hari kerja sebulan) x gaji satu bulan

Misalnya, Agni mulai masuk kerja di sebuah perusahaan sebagai staf customer service di sebuah perusahaan provider telekomunikasi tanggal 15, setelah menandatangani kontrak dengan gaji Rp3.000.000. Ia bekerja 6 hari per minggu. Berapakah gaji yang harus dibayar perusahaan di akhir bulan nanti?

Untuk menghitung gaji pro rata yang didasarkan pada hari kerja, Anda perlu menghitung lebih dulu jumlah hari kerja dalam sebulan, misalnya 26 hari, yakni 30 hari dikurangi 4 hari libur. Dari tanggal 15 hingga 30, hari kerja Agni adalah 13 hari. Maka gaji yang ia terima adalah: (13/26) x Rp3.000.000 = Rp 1.500.000.

Baca Juga: 5 Jenis Jadwal Kerja Perusahaan di Indonesia beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Berdasarkan Jumlah Jam Kerja

Perhitungan prorata juga bisa dilakukan menurut jumlah jam kerja karyawan. Dasar perhitungannya adalah upah per jam atau 1/173 kali upah satu bulan. Perhitungan ini sedikit lebih rumit, karena harus menghitung upah per jam, kemudian mengalikannya dengan jumlah jam kerja karyawan.

Misalnya, Tika mulai masuk kerja 15 September 2018, dengan hari kerja 6 hari seminggu, dengan gaji per bulan Rp3.000.000. Berapa gaji yang mesti dibayar perusahaan di akhir bulan?

Diketahui:
Upah per jam Tika adalah 1/173 x Rp 3.000.000 = Rp 17.341
Dari tanggal 15-30 September 2018, ada 13 hari kerja, yakni 10 hari (jam kerja 7 jam) dan 3 hari (jam kerja 5 jam).

Maka, gaji Tika bulan September adalah:
= (10 hari x 7 jam x Rp17.341) + (3 hari x 5 jam x Rp17.341) = Rp1.473.985

Contoh lain, Dina mulai bekerja 15 Oktober 2018 di perusahaan baru dengan gaji Rp4.000.000 per bulan. Ia bekerja 5 hari seminggu. Berapa perusahaan harus membayar gajinya bulan Oktober?

Diketahui:
Upah per jam Dina adalah 1/173 x Rp4.000.000 = Rp23.121
Dari tanggal 15-31 Oktober 2018, ada 13 hari kerja (jam kerja 8 jam). 

Maka gaji Dina Oktober adalah:
= 13 hari x 8 jam x Rp 23.121 = Rp 2.404.584

Baca Juga: Konsultasi HR: Apa Arti 1/173 dalam Menghitung Upah Lembur Karyawan?

Hitung gaji manual merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Apalagi, jika Anda akan menggaji karyawan yang masuk tengah bulan secara pro rata, seperti kasus di atas.

Namun, kini pekerjaan menghitung gaji menjadi mudah dan cepat dengan Gadjian, aplikasi hitung gaji online yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memudahkan pekerjaan para pemimpin perusahaan, pengusaha, HR, dan finance dalam mengelola SDM. Gadjian bisa menghitung secara otomatis gaji setiap karyawan secara akurat, termasuk potongan PPh 21, dan akan tertera pada slip gaji online. Anda tak perlu pusing menghitungnya dengan Excel.

Mau bayar gaji karyawan? Bisa. Aplikasi ini memiliki fitur Mandiri Cash Management (MCM)-Gadjian, payroll services yang memungkinkan Anda membayar gaji seluruh karyawan secara online dengan sekali klik.

Baca Juga: Gadjian Luncurkan Layanan Pembayaran Gaji Kolaborai dengan Bank Mandiri

Gadjian merupakan aplikasi HRIS berbasis cloud sehingga bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Anda bahkan bisa mengelola data karyawan hingga memantau kehadiran karyawan hanya dari telepon genggam. Selain fleksibilitas, HRIS software ini punya skalabilitas yang tinggi, sehingga bisa digunakan oleh perusahaan dengan berbagai skala, dari UKM hingga perusahaan besar. Yuk, coba Gadjian sekarang.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share