4 Jenis Pekerjaan PKWT, Selain Dari Itu Dilarang Pemerintah!

Payroll Sofware Indonesia untuk Mengeloala Keuangan dan Karyawan Perusahaan | Gadjian

Sahabat Gadjian, apakah perusahaan Anda mengaplikasikan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu untuk sebagian karyawan? Ada berbagai faktor yang mendasari keputusan perusahaan dalam mempekerjakan karyawan kontrak, namun yang paling penting Anda sebagai HR harus memastikan bahwa jenis-jenis pekerjaan PKWT yang dijalankan oleh perusahaan Anda sesuai dengan regulasi pemerintah.

Pasal 59 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan:

(1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu:

  • Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;
  • Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;
  • Pekerjaan yang bersifat musiman; atau
  • Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

(2) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.
(3) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang atau diperbaharui.
(4) Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.

Jika kontrak kerja yang seharusnya bersifat PKWT tidak diterapkan secara benar, maka posisi pekerja tersebut bisa menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), sehingga ia memiliki hak-hak berbeda dengan pekerja kontrak. Dengan perbedaan hak tersebut, pekerja dapat melayangkan tuntutan kepada perusahaan.

Baca Juga: Perbedaan PKWT dan PKWTT yang Wajib Diketahui HR (Infografis)

Maka dari itu, ada baiknya Anda melakukan review atas status karyawan-karyawan Anda. Berikut ini lingkup dan batas dari PKWT:

1. Pekerjaan yang selesai dalam waktu sekali; atau bersifat sementara sehingga jangka waktu penyelesaiannya paling lama 3 (tiga) tahun.

Jenis PKWT pertama ini berdasar pada selesainya pekerjaan tertentu yang dapat diprediksi, yaitu paling lama 3 (tiga) tahun. Jika pekerjaan tersebut selesai lebih cepat dari perjanjian, maka PKWT tersebut berakhir demi hukum.

2. Pekerjaan yang memiliki kondisi tertentu untuk membatasi penyelesaian paket pekerjaan tersebut.

Sifat pekerjaan satu ini tidak berdasarkan waktu tetapi kriteria penyelesaian tugas – namun tetap dibatasi paling lama 3 (tiga) tahun. Jika ternyata perusahaan ingin melanjutkan pekerjaan dengan pekerja tersebut, harus dilakukan pembaharuan PKWT yaitu pada 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya perjanjian kerja. Selama masa tenggang di antara perjanjian kerja tersebut, tidak diperbolehkan adanya hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha.

3. Pekerjaan yang pelaksanaannya bersifat musiman, tergantung cuaca, atau dilakukan untuk memenuhi pesanan dengan target tertentu.

Dalam menerapkan PKWT, perusahaan harus membuat daftar nama pekerja/buruh serta rincian pekerjaan yang harus mereka lakukan selama kontrak kerja.

4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan (yang masih dalam masa percobaan atau penjajakan).

Jenis pekerjaan ini dapat dilakukan dengan PKWT, untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun. Kemudian, dapat diperpanjang 1 (satu) kali paling lama 1 (satu) tahun; dan sesudah itu tidak dapat dilakukan pembaharuan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pekerja Waktu Tertentu (PKWT)

Jika setelah memahami kategori pekerja PKWT di atas dan Anda menemukan sebagian pekerja ternyata harus mengerjakan hal-hal yang berubah-ubah, baik waktu, volume, maupun upahnya, maka Anda harus mempertimbangkan untuk mempekerjakan mereka sebagai pekerja harian atau lepas.

Akan tetapi, jika Anda sudah yakin melakukan penerapan PKWT yang benar, tentu Anda membutuhkan HRIS online yang dapat melakukan reminder kontrak seperti Gadjian. Saat ini, banyak usaha kecil menengah mulai beralih menggunakan HR software cloud yang dapat membantu pemilik usaha atau HR dalam perhitungan gaji, kelola cuti dan pinjaman karyawan, serta menyimpan data personalia termasuk tanggal mulai dan berakhirnya kontrak. Dengan demikian, pekerjaan HR pun menjadi semakin mudah dan efisien.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share