Apakah Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari 1 Tahun Dapat Mengajukan Cuti Haji?

Perayaan Idul Adha dan berakhirnya masa ibadah haji menciptakan perasaan suka cita di kalangan umat Muslim di berbagai belahan dunia. Tidak terkecuali di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tentu keinginan untuk melaksanakan ibadah haji dirasakan oleh sebagian besar umat Muslim, termasuk karyawan-karyawan di perusahaan Anda.

Tantangannya sekarang, adalah bagaimana menghadapi karyawan yang ingin menjalankan ibadah haji, sementara ia baru saja mulai bekerja? Apakah Anda sebagai HR dapat legowo dalam memberikan cuti haji untuk karyawan tersebut?

Kelola Pengajuan dan Perhitungan Cuti Karyawan secara Online | Gadjian

Beberapa peraturan pemerintah yang berhubungan dengan izin tidak masuk kerja untuk menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing, antara lain:

Kesemuanya menyebutkan bahwa pekerja/buruh yang tidak dapat melakukan pekerjaannya karena menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya; berhak atas upah, dan berarti juga berhak atas jatah cuti tahunan yang tetap (tidak berkurang). Lalu bagaimana jika ada karyawan yang belum memiliki hak cuti tahunan, hendak mengajukan izin untuk ibadah haji?

Pada dasarnya, ketentuan cuti tahunan dijelaskan pada Pasal 79 UU Ketenagakerjaan, yaitu:

“cuti tahunan, sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus”

Ketika ada karyawan yang masa kerjanya kurang dari 12 (dua belas) bulan, perihal cuti haji dapat diputuskan melalui musyawarah antara perusahaan dan karyawan. Sebisa mungkin perusahaan tetap memberikan kesempatan untuk karyawan menjalankan ibadah; dan karyawan harus memahami posisinya pada perusahaan tersebut. Hal ini dikarenakan, perusahaan yang menghalangi karyawan untuk melakukan ibadah (dalam hal ini tidak mengizinkan atau memotong upahnya), terancam sanksi pidana penjara atau denda.

Baca Juga: Jika Karyawan Cuti Haji, Apakah Mereka Tetap Mendapatkan Upah?

Jika perusahaan Sahabat Gadjian telah mengambil kebijakan untuk mengizinkan karyawan mengambil cuti haji – tak peduli masa kerja mereka – maka Anda membutuhkan aplikasi penggajian yang dapat digunakan untuk melakukan kalkulasi cuti dan upah. Software HRIS Gadjian merupakan aplikasi HRD yang tepat untuk kebutuhan ini, serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam bekerja.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share