Konsultasi HR: 10 Keluhan Karyawan Pada HR Perusahaan

Payroll Sofware Indonesia untuk Mengeloala Keuangan dan Karyawan Perusahaan | Gadjian

Setiap karyawan memiliki permasalahannya masing-masing, dan masalah tersebut dapat berdampak pada kinerja karyawan. Sangatlah penting untuk HR bersikap terbuka, agar karyawan mau berbagi cerita dan mendengarkan solusi dari Anda. Keterpercayaan sosok HR sebagai problem-solver juga bisa digunakan untuk mendapatkan input tentang keluhan karyawan. Dari komplain, isu, atau peristiwa tidak menyenangkan yang dialami oleh karyawan, HR dapat membuat program sumber daya manusia yang lebih terarah. Selain itu, jika masalah karyawan selalu terselesaikan dengan baik, produktivitas karyawan juga akan meningkat.

Berikut beberapa keluhan karyawan yang kerap terjadi di berbagai perusahaan:

1. Tantangan antarpribadi dengan rekan kerja atau atasan

Dengan latar belakang dan kepribadian yang beragam, sangatlah wajar jika terjadi percikan dalam hubungan kerja. Yang menjadi masalah karyawan adalah ketika hal tersebut mempengaruhi kinerja. HR harus dapat membantu karyawan memilah antara permasalahan profesional atau pribadi, dan membantu mereka dalam menyikapi masalah dengan lebih tepat.

2. Target performa kerja

Mungkin Anda menemui karyawan yang tidak pernah mencapai produktivitas sebagaimana yang diharapkan. Cobalah Anda ajak ia berdiskusi karena kadang hal ini bukan disebabkan oleh ketidakmampuan pribadi, melainkan faktor-faktor dari lingkungan kerja.

Baca Juga: Cuti Kerja, Strategi Efektif untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

3. Ketidakselarasan antara jabatan dan job description

Setelah HR melakukan rekrutmen karyawan dan menempatkan seorang karyawan di departemen yang dirasa cocok, ternyata ia merasakan ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita. Hal ini dapat menghambat prestasinya.

4. Pengajuan cuti yang berbelit

Cuti merupakan hak karyawan yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan. Selain itu, perusahaan juga mendapatkan banyak keuntungan dari cuti karyawan. Mudahkan pengajuan cuti karyawan di perusahaan Anda dengan HRIS online seperti Gadjian yang dapat melakukan dokumentasi dan perhitungan cuti.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Cuti Karyawan bagi Perusahaan?

5. Jenjang karir dan perkembangannya

Sebagian karyawan memiliki concern lebih terhadap peningkatan karir mereka. Bahkan mereka dapat dengan ‘mudah’ mengundurkan diri (resign) dari perusahaan yang tidak menawarkan jenjang karir yang jelas. Sebelum Anda kehilangan best talent, pastikan Anda sudah memiliki program untuk mengantisipasi hal ini.

6. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan

Generasi millennial umumnya lebih senang bekerja pada perusahaan yang menghargai waktu yang mereka miliki. Keluhan karyawan akan muncul ketika tuntutan lembur tidak dikelola dengan baik, sehingga mereka merasa tidak memiliki ‘kehidupan’ di luar pekerjaan.

7. Permasalahan pribadi

Isu keluarga atau keuangan bisa saja mengganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja. Sediakan waktu yang cukup untuk mendengar ceritanya dan mencarikan solusi untuknya. Bisa saja, permasalahan yang ia alami dapat membantu perusahaan dalam membuat kebijakan baru, sebagai contoh: pinjaman karyawan.

Baca Juga: 8 Alasan Karyawan untuk Mengajukan Pinjaman (Kasbon Karyawan) ke Kantor

8. Pelecehan atau diskriminasi di tempat kerja

Keluhan karyawan menyangkut hal satu ini tak mudah terdeteksi. Anda sebagai HR harus lebih peka dalam melihat perilaku karyawan. Jika menangkap gelagat ketidaknyamanan, Anda harus mampu menyikapinya dengan tenang dan adil. Lakukan investigasi menyeluruh dan pastikan oknum-oknum yang patut dihukum mendapatkan ganjarannya. Dengan demikian, akan muncul perasaan jera dan karyawan lain dapat belajar dari kejadian tersebut.

9. Perhitungan Gaji dan Tunjangan

Benefit selalu menjadi perhatian karyawan, bahkan karyawan yang paling berdedikasi sekalipun. Oleh karena itu, pastikan Anda menjamin transparansi atas perhitungan gaji dan tunjangan, termasuk potongannya seperti PPh 21, BPJS, dan lain-lain.

Baca Juga: 5 Komponen Pemotong Gaji Karyawan

10. Kehadiran karyawan

Perusahaan harus mampu tegas dalam menangani absensi karyawan. Aspek ini dapat menjadi masalah jika perusahaan tidak menunjukkan komitmen dalam manajemen kehadiran karyawan, sementara karyawan mungkin memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Apakah keterlambatan dapat ditolerir selama pekerjaan karyawan dapat terselesaikan? Atau perusahaan hendak menerapkan denda atas keterlambatan? Agar kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan kehadiran karyawan dapat diterapkan dengan efektif, HR dapat menggunakan aplikasi absensi. Hadirr merupakan aplikasi e-absensi  yang memungkinkan karyawan melakukan absen online secara real-time dan praktis.

Baca Juga: Absensi Karyawan Semakin Mudah dengan Aplikasi Hadirr

Posisi HR yang krusial dalam menyelesaikan berbagai masalah karyawan di atas, sebaiknya dibantu oleh payroll software yang mumpuni seperti Gadjian. Selain menyediakan fitur-fitur yang akan memudahkan pekerjaan administrasif HR, Gadjian memberikan training HR gratis untuk pengguna Paket Sukses (Baca juga “Tips Sukses Mengelola Karyawan dari Gadjian Academy: Kaleidoskop Training HR Tahun 2017). Anda pun dapat menambah wawasan dan mempertajam skill demi melayani karyawan dengan lebih baik lagi. Anda happy, karyawan pun happy.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

dan

Coba Hadirr Software Aplikasi Absensi Karyawan Online (E-Absen) Terbaik Indonesia

Bagikan artikel ini:

Share