Bagaimana Cara Menghitung Bonus Tahunan Karyawan

Karena tak pernah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, bonus bukan merupakan kewajiban perusahaan atas karyawan, melainkan hanya bagian dari kebijakan reward and punishment perusahaan–memberi hadiah bagi yang bekerja dengan baik dan memberi hukuman bagi yang merugikan perusahaan. Namun, bonus tahunan menjadi kewajiban apabila diatur dalam perjanjian kerja, misalnya bonus penjualan produk atau bonus mendapat pelanggan.

Ada banyak jenis bonus yang diberikan perusahaan, di antaranya bonus tahunan, bonus prestasi, bonus retensi, dan bonus keahlian. Salah satu yang paling umum diberikan perusahaan adalah bonus tahunan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja karyawan selama setahun.

Payroll Sofware Indonesia untuk Mengeloala Keuangan dan Karyawan Perusahaan | Gadjian

Umumnya bonus tahunan diberikan dalam bentuk uang untuk mendongkrak motivasi dan loyalitas karyawan. Persoalannya, terkadang pemberian bonus menimbulkan kecemburuan antar-karyawan, terutama jika besarannya dianggap kurang adil atau hanya didasarkan pada faktor like and dislike atasan terhadap bawahan, bukan rumus perhitungan.

Lalu bagaimana cara menghitung bonus tahunan karyawan secara adil? Pada prinsipnya, bonus dihitung berdasarkan gaji, masa kerja, jabatan, departemen, dan surat peringatan. Biasanya, meski tidak selalu, bonus tahunan diberikan setahun sekali bersamaan dengan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).

Rumusnya:

Bonus Tahunan = (Poin Masa Kerja x Level Jabatan x Departemen x Gaji) x Sanksi Surat Peringatan

1. Masa Kerja

Tahun ke

Norma Poin

Keterangan

<1 tahun

Prorata Rumus prorata = (gaji : 12) x masa kerja

1 tahun – <2 tahun

90%

Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

2 tahun – <4 tahun

100%

Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

4 tahun – <6 tahun 110%

Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

6 tahun – <8 tahun

120%

Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

8 tahun – <10 tahun 130%

Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

>10 tahun

140%

Masa kerja = tanggal masuk s/d lebaran

2. Level Jabatan

Level

Poin

Keterangan

Operator pelaksanaan

80%

Posisi karyawan terendah

Foreman

90%

Supervisor

100%

Superintendent

110%

Manajer

120% Posisi karyawan tertinggi

3. Katagori Departemen

Departemen

Poin

Keterangan

Produksi

120%

Katagori berat

Non-produksi

110%

Katagori sedang

Supporting 100%

Katagori ringan

4. Sanksi Surat Peringatan

Sanksi

Bobot

Keterangan

Tanpa sanksi

100%

Pernah atau sedang menjalani

SP I

90%

Pernah atau sedang menjalani

SP II

80%

Pernah atau sedang menjalani

SP III

70%

Pernah atau sedang menjalani

Skorsing 3 bulan

60%

Pernah atau sedang menjalani

Skorsing 6 bulan 50%

Pernah atau sedang menjalani


Contoh:

Jika perusahaan Anda memiliki karyawan seperti dalam daftar di bawah ini, bagaimana perhitungan bonus akhir tahun 2017?

Nama

Level Jabatan Gaji (/bulan) Masa kerja Katagori Sanksi

Keterangan

Alfian

Operator pelaksana/GA Rp 2 juta >2 th Ringan SP I Sedang menjalani

Betty

Foreman/HRD Rp 4 juta <4 th Sedang Skors 3 bln

Pernah mengalami

Chairil

Supervisor/Marketing Rp 7 juta >6 th Berat

Devi

Superintendent/Keuangan Rp 10 juta <8 th Sedang

Edwin

Manajer/Produksi

Rp 15 juta >10 th Berat


Perhitungannya sebagai berikut:

Nama

Rumus

Jumlah

Alfian

(2.000.000 x 110% x 80% x 100%) x 90%

Rp 1.584.000

Betty

(4.000.000 x 110% x 90% x 110%) x 60%

Rp 2.613.600

Chairil

(7.000.000 x130% x 100% x 120%) x 100%

Rp 8.400.000

Devi

(10.000.000 x 130% x 110% x 110%) x 100%

Rp 12.100.000

Edwin

(15.000.000 x 140% x 120% x 120%) x 100% Rp 30.240.000


Selain gaji, bonus karyawan juga dikenai pajak penghasilan PPh 21. Namun, Anda tak perlu dipusingkan dengan hitung-hitungan PPh 21 atas gaji dan bonus karyawan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bonus Karyawan yang Perlu Perusahaan Ketahui

Aplikasi HRD Gadjian dapat membantu Anda menghitung potongan PPh 21 karyawan yang otomatis akan tercetak pada slip gaji online. Gadjian juga merupakan payroll software yang memudahkan perusahaan membayar gaji setiap karyawan hanya dengan sekali klik melalui fitur Mandiri Cash Management (MCM)-Gadjian.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

 

Share