Konsultasi HR: Berapa Batas Usia Pensiun Pekerja?

Pertanyaan:

Hai Gadjian. Berapa batas maksimal usia pensiun untuk karyawan menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan? Sukses untuk Gadjian.

 – Yudis di Surabaya

Jawaban:

Halo Bapak Yudis,

Terima kasih sudah mengunjungi Gadjian 🙂 Semoga jawaban dari tim kami membantu Bapak Yudis dan perusahaan.

UU Ketenagakerjaan tidak mencantumkan tentang batas usia pensiun karyawan yang jelas; melainkan ditetapkan dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Secara garis besar, usia pensiun yang diberlakukan oleh perusahaan merujuk pada kondisi tertentu seperti kemampuan fisik dan mental karyawan; kebutuhan perusahaan akan produktivitas karyawan; situasi industri dan lapangan kerja; atau bahkan risiko pekerjaan itu sendiri. UU Ketenagakerjaan hanya mengatur agar dalam setiap kondisi apapun, pekerja mendapatkan haknya dengan sepatutnya, agar dapat memiliki kehidupan yang layak dan berkecukupan.

Hemat Biaya Perusahaan dengan HRIS dan Payroll Software Indonesia | Gadjian

Akan tetapi, dalam kaitannya dengan penyelenggaraan Jaminan Pensiun, terdapat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Dalam Pasal 1 Ayat 15, termuat definisi tentang Usia Pensiun, yaitu usia saat peserta dapat mulai menerima manfaat pensiun.

Lebih lanjut, Pasal 15 menjelaskan bahwa:

  • Untuk pertama kali Usia Pensiun ditetapkan 56 (lima puluh enam) tahun.
  • Mulai 1 Januari 2019, Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi 57 (lima puluh tujuh) tahun.
  • Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 (enam puluh lima) tahun.

Artinya, usia pensiun secara bertahap akan menjadi sebagai berikut:

Tahun

Usia Pensiun

2017

56

2019

57

2022

58

2025

59

2028

60

2031

61

2034

62

2037

63

2040

64

2043

65


Meskipun biasanya usia produktif karyawan berkisar antara 25-55 tahun, sebagian pihak merasa perpanjangan usia bekerja (hingga 65 tahun) merupakan suatu keuntungan karena dapat melakukan persiapan masa pensiun lebih lama. Untuk itu, perusahaan sepatutnya mendaftarkan karyawan ke program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, untuk menjamin masa tua mereka. Tak hanya mengakomodasi
dana pensiun, HR juga dapat mencanangkan program pelatihan MPP (Masa Persiapan Pensiun) sejak dini, agar karyawan dapat tetap mandiri dan berdaya walaupun sudah memasuki masa senja.

Baca Juga: 5 Hal tentang Jaminan Pensiun yang Perlu Diketahui HR

Jika Anda sebagai HR sedang mengalami masalah dengan pembayaran gaji karyawan, terutama karena perusahaan Anda sudah memenuhi kewajiban dengan mendaftarkan karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan, Anda memerlukan software payroll karyawan yang dapat membantu hitung BPJS. Gadjian memudahkan Anda melakukan perhitungan gaji karyawan dengan tepat dan akurat, serta menyediakan slip gaji karyawan online. Pembayaran gaji pun bisa dilakukan hanya dengan satu kali klik, karena ada kolaborasi MCM-Gadjian yang memudahkan transfer gaji ke rekening apapun. Pakai Gadjian, masa tua karyawan terjamin, masa produktif karyawan semakin efektif.

Punya pertanyaan seputar pengelolaan SDM? Silakan tanya di chatbox laman ketenagakerjaan website Gadjian atau tinggalkan pertanyaan Anda di kolom komentar. Tim kami yang didukung oleh Certified Human Resources Professionals akan membantu menjawab pertanyaan Anda!

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share