7 Poin Penting tentang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang Wajib HR Pahami

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) diluncurkan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin para pekerja meminimalisasi risiko hilangnya penghasilan akibat kecelakaan kerja. Program ini memberikan proteksi bagi pekerja sejak berangkat kerja sampai tiba kembali di rumah. Maka, penyakit yang timbul akibat pekerjaan pun termasuk dalam jaminan program JKK ini. Setidaknya, ada 7 poin penting yang harus Anda perhatikan sebagai HR. Be rikut ini poin-poin tersebut:

  • Apa Saja Manfaat dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)?

Manfaat yang didapatkan karyawan sebagai peserta program JKK BPJS Ketenagakerjaan ini, meliputi pelayanan kesehatan; program kembali bekerja (return to work) berupa pendampingan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat kerja; program preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja; program rehabiltasi berupa bantuan alat bantu (orthese) atau alat ganti (prothese) kerja jika peserta mengalami kecelakaan kerja yang membuat anggota badannya hilang atau tidak berfungsi; serta santunan dalam bentuk uang yang mencakup penggantian biaya angkut ke Rumah Sakit, santunan kecacatan, dan santunan kematian serta biaya pemakaman.

Hitung Premi BPJS Kesehatan dan lapor BPJS Ketenagakerjaan dengan Format SIPP BPJS secara Instan | Gadjian

  • Apa Keuntungan Jaminan Kecelakaan Kerja Ini untuk Perusahaan?

Apabila terjadi kecelakaan kerja atas karyawan yang berdampak pada ketidakmampuan karyawan melaksanakan kewajiban kerjanya pada perusahaan, program JKK ini akan memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB). Dengan begitu, perusahaan dapat menggantikan pekerjaan si karyawan untuk dikerjakan oleh karyawan pengganti tanpa perlu mempersoalkan beban gaji yang harus dibayarkan. Perusahaan lebih ringan menanggung beban gaji untuk karyawan pengganti sekaligus memberikan hak bagi karyawan yang mengalami kecelakaan kerja, sesuai dengan undang-undang.

Besarnya STMB yang diberikan JKK untuk perusahaan saat karyawan tidak dapat melaksanakan kewajiban kerjanya karena kecelakaan kerja adalah 100% upah karyawan pada 6 bulan pertama, 75% pada 6 bulan kedua, dan sebanyak 50% upah setelah itu. Selain manfaatnya bisa dirasakan oleh karyawan berupa perlindungan atas risiko, keuntungan mengikuti Jaminan Kecelakaan Kerja juga dirasakan oleh perusahaan.

  • Apa Saja Persyaratan untuk Mendaftarkan JKK karyawan?

Dengan semua manfaat di atas, ada baiknya perusahaan segera mendaftarkan seluruh karyawannya dalam program JKK ini. Apalagi, program yang termasuk dalam BPJS Ketenagakerjaan ini memang diwajibkan bagi perusahaan. Persyaratan untuk mendaftarkan karyawan ke program ini adalah:

  1. Fotokopi dan dokumen asli SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  2. Fotokopi dan dokumen asli NPWP Perusahaan
  3. Fotokopi dan dokumen asli Akta Perdagangan Perusahaan
  4. Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) karyawan
  5. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) karyawan
  6. Pas Foto berwarna karyawan ukuran 2×3 sebanyak 1 Lembar
  • Bagaimana Cara Mendaftarkan Karyawan pada Program JKK?

Staf Admin HR perlu mendaftarkannya dulu melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan. Staf Admin HR dapat melakukan registrasi dengan email resminya sebagai perwakilan perusahaan. Setelah mendapatkan pemberitahuan dari BPJS Ketenagakerjaan melalui email, barulah datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan membawa kelengkapan dokumen yang tersebut pada poin 3.

  • Adakah Sanksi Bagi Perusahaan Jika Tidak Mendaftarkan Karyawan dalam Program JKK?

Jawabannya ada. BPJS Ketenagakerjaan dapat menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya pada program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk program JKK. Sanksi bisa berupa teguran tertulis atau denda yang dijatuhkan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada perusahaan. Sanksi juga bisa berasal dari Pemda setempat yang tidak akan memberikan layanan publik tertentu kepada perusahaan tersebut, atas permintaan BPJS Ketenagakerjaan. Sanksi ini biasanya terkait dengan perizinan usaha, izin mengikuti tender proyek, izin untuk mempekerjakan karyawan asing, dan lain-lain.

  • Kalau Karyawan Diikutkan JKK, Siapa yang Wajib Membayar Iurannya?

Pembayaran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) menjadi kewajiban perusahaan. Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memberikan jaminan sosial untuk karyawan.

  • Lalu, Berapa Iuran yang Harus Dibayarkan?

Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja berkisar antara 0,24% – 1,74% bergantung pada jenis usaha perusahaan. Iuran tersebut dibayarkan setiap bulan kepada BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan.

Untuk dapat menghitung BPJS Ketenagakerjaan secara keseluruhan, perusahaan dapat mengadopsi software HR yang lengkap. Teknologi Human Resources Information System (HRIS) terlengkap akan mengintegrasikan seluruh data karyawan, sehingga pemutakhiran data di satu sisi akan langsung disesuaikan dalam penghitungan gaji, serta benefit karyawan seperti Jaminan Kecelakaan Kerja ini.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share