Depan »» Tips HRD »» 4 Hak Karyawan Peserta BPJS Ketenagakerjaan

4 Hak Karyawan Peserta BPJS Ketenagakerjaan

by
0 comment 3 minutes read
jenis keanggotaan bpjs ketenagakerjaan

Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan hak setiap karyawan dan sebaliknya menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk mendaftarkan setiap karyawannya. BPJS Ketenagakerjaan merupakan investasi perusahaan dalam melindungi aset sumber daya manusia dari segala ketidakpastian, seperti kecelakaan kerja, kematian, dan hari tua.

Oleh sebab itu, karyawan yang sudah terdaftar sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan boleh bernapas lega. Setidaknya, mereka punya jaminan sosial yang bisa diandalkan–termasuk untuk keluarga ahli waris–kelak saat mereka sudah tak produktif lagi karena pensiun, cacat, atau meninggal.

Hitung Premi BPJS Kesehatan dan lapor BPJS Ketenagakerjaan dengan Format SIPP BPJS secara Instan | Gadjian

Hak karyawan peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah memperoleh empat manfaat dari program jaminan sosial, yakni:

  • Jaminan Keselamatan Kerja (JKK)

Peserta JKK mendapatkan manfaat perlindungan total berupa biaya medis dan kompensasi seandainya terjadi kecelakaan kerja atau penyakit yang timbul karena lingkungan tempat bekerja, termasuk jika menyebabkan cacat permanen.

Pelayanan medis yang ditanggung meliputi pemeriksaan dasar dan penunjang, perawatan tingkat pertama dan lanjutan, serta fasilitas rawat inap kelas 1 rumah sakit pemerintah/daerah atau rumah sakit swasta yang setara. JKK juga menanggung perawatan intensif, penunjang diagnostik, pelayanan khusus, alat kesehatan dan implan, jasa dokter, operasi, transfusi darah, dan rehabilitasi medis–meliputi penggantian alat bantu (orthose), alat pengganti (prothese), dan gigi tiruan.

Kompensasi tunai diberikan untuk penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja ke rumah sakit dan ke rumah, serta biaya pertolongan P3K.

Sedangkan santunan tunai diberikan untuk yang tak mampu bekerja sementara, cacat anatomis, cacat fungsi sebagian, cacat total, meninggal dunia, dan biaya pemakaman. Santunan juga diberikan sebagai beasiswa pendidikan anak peserta yang meninggal dunia atau cacat total yang disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit karena pekerjaan, sebesar Rp 12.000.000.

  • Jaminan Kematian (JK)

Manfaat ini diberikan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam hal peserta meninggal dunia yang bukan disebabkan kecelakaan kerja atau penyakit karena pekerjaan, sedangkan peserta masih dalam masa aktif kerja atau belum mencapai masa pensiun. Kompensasi JK berupa santunan tunai dan biaya pemakaman.

Santunan tunai sebesar Rp 16.200.000 dan santunan berkala 24 kali Rp 200.000, atau Rp 4.800.000 yang dibayar sekaligus. Bagi peserta yang memenuhi masa iuran minimal 5 tahun mendapat biaya pemakaman Rp 3.000.000 dan beasiswa pendidikan anak Rp 12.000.000.

  • Jaminan Hari Tua (JHT)

Manfaat JHT berupa uang tunai yang dibayarkan kepada peserta yang telah mencapai usia 56 tahun, meninggal dunia, atau mengalami cacat total sebagai pengganti pendapatan peserta yang terputus karena tidak lagi bekerja. JHT adalah tabungan berupa akumulasi iuran ditambah uang pengembangan yang tercatat dalam rekening pesarta.

JHT diberikan sekaligus. Namun ketika memasuki persiapan masa pensiun, jaminan sosial ini bisa dibayarkan sebagian. Aturan terbaru memperbolehkan peserta yang belum memasuki masa pensiun atau 10 tahun bekerja mengajukan klaim dana JHT sebesar 10 persen atau 30 persen.

Pengambilan dana JHT 30 persen diperbolehkan untuk kepemilikan rumah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan 10 persen untuk keperluan lain, termasuk persiapan masa pensiun.

  • Jaminan Pensiun (JP)

Peserta yang memasuki masa pensiun akan mendapatkan manfaat berupa jaminan pensiun, antara lain:

  • Pensiun Hari Tua, berupa uang tunai bulanan sampai meninggal dunia bagi peserta yang memenuhi masa iuran 15 tahun.
  • Pensiun Cacat, berupa uang tunai bulanan untuk peserta yang cacat total dan tak lagi bisa bekerja, dan diberikan sampai peserta meninggal dunia.
  • Pensiun Janda/Duda, berupa uang tunai bulanan untuk ahli waris sampai meninggal dunia atau menikah lagi.
  • Pensiun Anak, berupa uang tunai bulanan untuk ahli waris (maksimal dua orang anak), dan diberikan sampai dengan usia 23 tahun, atau bekerja atau menikah.
  • Pensiun Orang Tua, diberikan kepada orang tua yang menjadi ahli waris peserta lajang.

Namun, untuk mendapatkan semua manfaat di atas, perusahaan wajib membayarkan iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan–yang sebagian dipotong dari gaji karyawan–paling lambat tanggal 15 setiap bulannya.

Baca Juga: Ringkasan Dasar Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Sesuai Undang-Undang

Sebagai Divisi HR, Anda tak perlu repot menghitung satu per satu iuran BPJS Ketenagakerjaan karyawan. Gunakan aplikasi HR, Gadjian, untuk penghitungan iuran sekaligus memudahkan pelaporan BPJS Ketenagakerjaan. Aplikasi penggajian ini juga bisa menghitung gaji karyawan, termasuk semua potongannya, sekaligus membayarnya dengan satu kali klik melalui fitur Mandiri Cash Management (MCM)-Gadjian.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

 

Baca Juga Artikel Lainnya

No Thoughts on 4 Hak Karyawan Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Leave A Comment

Smitten Kitchen!

Sign up for delicious receips.
SIGN UP
Close
Ingin dapat
Tips Bisnis & Pengelolaan HRD?
Daftar Newsletter
GABUNG
close-link