Melamar Jadi HRD? Berikut Hal-Hal Yang Wajib Dipersiapkan

Belakangan ini, tim Gadjian menerima banyak sekali pertanyaan dari rekan-rekan yang tertarik untuk berkarir di bidang pengelolaan sumber daya manusia. Bidang ini hampir selalu ada pada setiap perusahaan, meskipun istilahnya bisa jadi berbeda-beda. Ada yang menyebutnya departemen SDM (Sumber Daya Manusia), HR (Human Resources), HRD (Human Resources Development), HC (Human Capital), HRM (Human Resources Management), dan sebagainya.

Hemat Biaya Perusahaan dengan HRIS dan Payroll Software Indonesia | Gadjian

Soft skill dan hard skill tertentu harus dimiliki oleh siapa pun yang ingin terjun di dunia manajemen sumber daya manusia. Menjadi orang yang ramah saja tidak cukup untuk membuat seseorang sukses menjadi HR yang andal. Panduan HR berikut ini kami harapkan dapat memberi gambaran bagi yang tertarik masuk ke dunia HR yang penuh tantangan.

Soft Skill

  • Integritas

Pekerjaan HR terbilang unik. Saat semua karyawan nyata-nyata bekerja untuk perusahaan, HR tampaknya bekerja untuk karyawan. HR akan selalu mengurus segala hal terkait karyawan, mulai dari rekrutmen, hingga nantinya karyawan pensiun, resign, di-PHK, atau meninggal. Karena itulah, data-data karyawan dimiliki lengkap oleh departemen HR, termasuk di dalamnya informasi-informasi yang sensitif. Sebagian besar data yang terdapat di departemen HR sifatnya rahasia (confidential), bahkan beberapa di antaranya dikategorikan “sangat rahasia” (strictly confidential).

Karenanya, menjadi seorang HR harus memiliki integritas yang tinggi. Seorang HR dengan integritas yang baik tidak akan menyalahgunakan data karyawan perusahaan untuk keuntungan dirinya. Di sisi lain, HR yang berintegritas juga tidak akan sembarangan membagikan infomasi-informasi sensitif kepada karyawan yang tidak berkepentingan dalam konteks profesional. Dapat dibayangkan bagaimana buruknya suasana kerja di sebuah perusahaan jika ada seorang HR-nya yang tidak berintegritas. Motivasi, produktivitas, dan loyalitas karyawan akan terganggu jika HR tidak dapat dipercaya; suka menyebarkan desas-desus tentang karyawan; mempersulit karyawan dalam memperoleh haknya; memeras atau mengancam karyawan dengan informasi sensitif yang dimilikinya; dan seterusnya.

  • Keterampilan Interpersonal dan Komunikasi

Selain memiliki integritas yang tinggi, menjadi HR juga memerlukan keterampilan interpersonal yang baik. Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk berinteraksi positif dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Didukung dengan kecakapan komunikasi, maka makin efektiflah fungsi HR dapat dijalankan oleh orang tersebut. HR harus mampu mensosialisasikan kebijakan perusahaan agar dapat diterima dengan baik oleh pekerja/buruh; sebaliknya mampu menjembatani keinginan pekerja/buruh atas perusahaan. Hal ini dikarenakan, kepentingan perusahaan dan karyawan kadang kala tampak berseberangan. Untuk itu dibutuhkan HR yang mahir berkomunikasi dengan kedua belah pihak.

  • Kreativitas

Seorang HR dalam pekerjaannya sering kali menghadapi keterbatasan-keterbatasan dalam menyelesaikan masalah. Batasan itu bisa berupa aturan, kepentingan perusahaan, atau keinginan karyawan. HR perlu memiliki kreativitas dalam menemukan solusi yang tepat dan paling bijaksana untuk menyelesaikan persoalan, baik itu persoalan karyawan, antar-karyawan, atau antara karyawan dengan perusahaan.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Employee Engagement ketika Merayakan Ulang Tahun Karyawan

  • Kepribadian yang Kuat

Sesekali HR harus tegas dalam mengambil keputusan yang mungkin saja tidak menguntungkan bagi semua pihak. Namun HR yang baik adalah HR yang sabar, independen, mampu menunjukkan netralitas, dan tidak ‘ciut’ saat pendapatnya tidak didengar oleh karyawan lain.

Hard Skill

  • Pengetahuan tentang UU Ketenagakerjaan

Pengetahuan UU Ketenagakerjaan ini sangat penting karena akan menjadi dasar hukum untuk setiap kebijakan yang diambil perusahaan terkait karyawan. Sebagai contoh, perjanjian kerja bersama, struktur dan skala upah, BPJS, PPh 21, dan lain-lain. Selain harus update dengan peraturan pemerintah, HR perlu menjadi partner strategis perusahaan, agar kebijakan yang diambil perusahaan benar-benar berdampak pada produktivitas, namun tetap sejalan dengan undang-undang dan aturan hukum lainnya.

  • Keterampilan Teknis yang Spesifik

Human Resources mencakup bidang yang sangat luas. Untuk itu, sebaiknya seseorang yang hendak terjun ke dunia HR perlu memiliki keterampilan teknis yang mendukungnya dalam bidang HR yang lebih spesifik. Misalnya saja, untuk HR bidang rekrutmen dan seleksi, perlu membekali diri dengan keterampilan menyeleksi pelamar kerja, minimal terampil melakukan wawancara. Atau, jika lebih berminat dalam bidang training and development, seorang calon HR perlu menguasai bagaimana menyusun Training Need Analysis (TNA) yang bagus, dan seterusnya.

Baca Juga: Tips Sukses Mengelola Karyawan dari Gadjian Academy: Kaleidoskop Training HR Tahun 2017

  • Menguasai Teknologi yang Dibutuhkan

Teknologi semakin penting peranannya dalam mendukung pekerjaan HR, sehingga HR dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan Human Resources Information System atau HRIS kini telah meluas, bukan hanya pada perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga perusahaan menengah dan rintisan. Bahkan, implementasi HRIS kini menjadi salah satu Key Performance Indicator (KPI) departemen HR. Software HR, seperti Gadjian, memang menyelesaikan sebagian besar persoalan administrasi dan perhitungan teknis tentang kompensasi dan benefit karyawan yang selama ini menyita waktu dan tenaga para HR. Bayangkan saja, dengan menggunakan payroll software Gadjian, HR dapat menyelesaikan perhitungan payroll, merekam data lembur dan presensi, menghitung PPh 21, sekaligus memudahkan karyawan mengakses layanan slip gaji kapan saja dan mengajukan cuti secara online. Bahkan, HR dapat merancang perayaan ulang tahun karyawan dengan reminder dari Gadjian.

  • Wawasan yang Baik tentang Bisnis Perusahaan

Jika ingin serius berkarir di bidang ini, dibutuhkan juga wawasan tentang bisnis perusahaan; bagaimana proses bisnis perusahaan berjalan; mengetahui tantangan dalam bisnis tersebut; dan sejauh apa perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan pada bisnis tersebut. Wawasan ini penting untuk menganalisis situasi dan kebijakan perusahaan di masa depan terkait pengelolaan SDM. Karena pada akhirnya, tujuan utama peran HR adalah mengoptimalkan kinerja aset manusia yang ada di perusahaan demi mencapai tujuan-tujuan perusahaan.

Baca Juga: Belajar Mengelola HRD Bisnis Franchise dari Kesalahan Seven Eleven

Nah, setelah tahu apa saja yang sebaiknya dimiliki oleh calon HR, semakin mudah untuk Anda mempersiapkan diri dalam melamar menjadi HR di perusahaan impian. Agar semakin yakin dengan pilihan tersebut, ada baiknya Anda simak dulu pendapat para praktisi tentang suka duka mereka menjadi HR.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

+

Share