Seberapa Penting NPWP Dimiliki oleh Karyawan?

Apa itu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan mengapa wajib pajak, termasuk karyawan, seharusnya memilikinya? Apa saja keuntungannya dibanding jika tak memilikinya?

Setiap orang, tak terkecuali warga negara asing (WNA), yang berpenghasilan di wilayah hukum Indonesia secara otomatis merupakan wajib pajak yang memiliki hak dan kewajiban. Salah satunya adalah kewajiban membayar pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

Hitung PPh 21 Karyawan Tanpa Repot | Gadjian

NPWP merupakan nomor identitas yang diberikan oleh negara kepada setiap wajib pajak, yang terdiri dari 15 angka. Selain sebagai tanda pengenal diri wajib pajak, fungsi NPWP adalah memudahkan segala urusan wajib pajak terkait dengan administrasi perpajakan. Ada dua jenis NPWP, yakni NPWP Pribadi untuk wajib pajak perorangan dan NPWP Badan untuk wajib pajak badan usaha/perusahaan.  

Kewajiban pemegang NPWP adalah melaporkan penghasilan wajib pajak melalui Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, dan tentu saja menyetorkan pajaknya. Sekalipun penghasilan setahun di bawah Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP), pemegang NPWP tetap wajib mengisi SPT sebagai bentuk kepatuhan terhadap pajak. Selain itu, kewajiban pemegang NPWP adalah melaporkan jika ada perubahan data wajib pajak pribadi ke kantor pajak setempat.

Karyawan termasuk wajib pajak dan selayaknya memiliki NPWP Pribadi, tidak hanya mereka yang berpenghasilan tahunan di atas PTKP, tetapi juga karyawan yang berpenghasilan Upah Minimum Regional (UMR). Karena, diluar pengisian SPT dan penyetoran pajak, memiliki NPWP punya manfaat ketimbang tidak memilikinya, antara lain:

1. Memudahkan Kredit Bank

Untuk mengajukan setiap kredit, termasuk KPR, bank mewajibkan calon debitur memiliki NPWP. Atau jika calon nasabah ingin mengajukan kartu kredit dengan limit besar, pihak bank juga akan menanyakan NPWP sebagai syarat utama. Setiap karyawan tentu tahu bahwa kredit bank merupakan salah satu hal yang tak bisa dihindari karena alasan tak bisa membeli semuanya–terutama rumah dan kendaraan–secara kontan.

2. Memudahkan Membuka Rekening Tabungan

Beberapa bank mulai menerapkan persyaratan kepemilikan NPWP bagi calon nasabah saat ingin membuka rekening tabungan. Meskipun bukan syarat mutlak, membuka rekening dengan NPWP akan lebih mudah.

3. Mengurus Restitusi (Pengembalian) Pajak

Bagi wajib pajak yang mengalami kelebihan bayar pajak dari jumlah seharusnya, mereka bisa mendatangi kantor pajak setempat untuk mengurus pengembalian dari selisih yang terlanjur disetor, tetapi syaratnya harus memiliki NPWP.

4. Mengajukan Pengurangan Pembayaran Pajak

Wajib pajak juga punya hak mengajukan keberatan atas jumlah pajak yang harus disetor atau mengajukan pengurangan pembayaran. Namun, hal itu memungkinkan hanya jika wajib pajak memiliki NPWP.

5. Potongan Pajak Lebih Rendah

Karyawan pemegang NPWP juga memiliki keuntungan dalam hal besaran potongan pajak penghasilan yang lebih kecil. Sesuai aturan perpajakan, tarif PPh 21 bagi wajib pajak yang tidak memiliki NPWP adalah 120 persen, atau 20 persen lebih tinggi dari pemegang NPWP.

6. Memudahkan Memantau PPh 21

Dengan NPWP, setiap karyawan bisa mendatangi kantor pajak setempat untuk mengetahui besarnya PPh 21 yang harus dibayar, sekaligus mengecek apakah PPh 21 terutang sudah dipotong dan disetorkan oleh perusahaan atau belum.

Adanya sejumlah manfaat di atas, NPWP sangat penting bagi setiap karyawan, baik pegawai tetap maupun tidak tetap. Salah satunya adalah potongan PPh 21 yang lebih rendah dari gaji maupun honor bulanan.

Soal hitung-menghitung besaran PPh 21, Gadjian bisa membantu Anda menghitung PPh 21 karyawan secara bulanan dan tahunan dengan jauh lebih mudah. Potongan PPh 21 akan langsung muncul secara otomatis di slip gaji karyawan.

Fitur PPh Online di Gadjian juga memungkinkan Anda untuk mengunduh file .csv untuk diimpor ke e-SPT PPh 21 dan Form 1721 AI bagi karyawan tetap. Selain itu, Gadjian bisa melakukan pembetulan PPh 21 seandainya ada perubahan peraturan pajak.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Share