Jenis-Jenis Bonus Karyawan yang Perlu Perusahaan Ketahui

Jenis-Jenis Bonus Karyawan yang Perlu Perusahaan Ketahui | Gadjian

Bonus tahunan karyawan selama ini dipersepsikan sebagai salah satu cara efektif untuk menjaga loyalitas dan motivasi kerja karyawan. Perusahaan berbangga apabila mampu memberikan bonus yang besar kepada karyawannya. Di sisi lain, karyawan bisa saja merasa dicurangi saat perusahaan mengurangi, atau bahkan menghapuskan bonus tahunan. Lantas bagaimana sebenarnya peraturan mengenai bonus tahunan di Indonesia?

Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia tidak mengatur soal bonus untuk para pekerja. Pengertian bonus bisa kita ambil dari definisinya dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja SE-07/MEN/1990, sebagai berikut:

“Bonus: adalah bukan merupakan bagian dari upah, melainkan pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas; besarnya pembagian bonus diatur berdasarkan kesepakatan.”

Di dalam Peraturan Menteri No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan Pasal 6, kita dapat melihat bahwa bonus dikategorikan dalam pendapatan non-upah, dan sifatnya tidak wajib. Artinya, tidak ada yang salah jika sebuah perusahaan tidak menyediakan insentif karyawan di luar gaji. Pijakan pemahaman ini perlu diketahui oleh kedua belah pihak, yaitu perusahaan dan karyawan.

Namun, bila karyawan dan perusahaan telah menyepakati adanya bonus tertentu yang harus dibayarkan perusahaan (tercantum dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama), maka pembayaran bonus karyawan menjadi wajib dilakukan. Adanya kesepakatan tersebut membuat karyawan berhak menuntut perusahaan untuk membayarkan bonus yang menjadi hak mereka.

Jenis-Jenis Bonus

Di beberapa perusahaan, THR (tunjangan hari raya) juga disebut dengan istilah bonus. Sebagai sekadar istilah, itu boleh saja. Akan tetapi, HR harus memahami bahwa bonus dan THR tidak sama persis. Bonus, fasilitas, dan THR memang sama-sama termasuk dalam pendapatan non-upah. Perbedaannya dengan bonus, pembayaran THR sifatnya wajib, dan dibatasi waktu selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan berlangsung.

Terdapat beragam bentuk bonus yang bisa diberikan perusahaan untuk karyawannya. Bonus karyawan ini tak harus disampaikan dalam bentuk uang tunai. Bisa saja dialih-bentukkan menjadi paket liburan, voucher restoran, gawai, dan sebagainya. Beberapa jenis bonus yang lazim dibagikan, beserta cara menghitung bonus, antara lain:

1. Bonus Tahunan

Bonus ini biasanya diberikan kepada seluruh karyawan dengan dasar perhitungan kinerja perusahaan tahun sebelumnya. Karena itu, biasanya bonus ini baru akan dibagikan pada tahun berikutnya. Contohnya, bonus tahun 2011 baru akan diterima karyawannya di tahun 2012. Setiap perusahaan memiliki cara menghitung bonus tahunan serta waktu pembayaran yang berbeda-beda. Jumlah besar kecil bonus tahunan bergantung dari laba perusahaan tahun sebelumnya.

2. Bonus Prestasi

Untuk mengapresiasi karyawan yang berkinerja baik, beberapa perusahaan memberikan bonus yang didasarkan atas performance. Bonus ini diberikan dengan mempertimbangkan kontribusi karyawan pada kemajuan perusahaan. Dua orang dengan jabatan dan gaji bulanan yang sama, sangat mungkin mendapatkan persentase bonus karyawan yang berbeda, tergantung nilai kontribusi mereka bagi perusahaan.

3. Bonus Retensi

Bonus retensi dimaksudkan untuk mempertahankan karyawan yang cakap untuk tetap berada di perusahaan. Dengan menerima bonus retensi, seorang karyawan juga akan dimintai komitmen untuk tidak keluar dari perusahaan itu selama waktu tertentu. Pada saat perusahaan mengalami akuisisi, merger, atau hal tidak biasa lainnya, kebijakan bonus ini digunakan oleh perusahaan untuk karyawan-karyawan terbaiknya.

4. Bonus Referral

Perusahaan sering kali menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk merekrut karyawan baru yang sesuai dengan budaya dan karakter perusahaan. Bonus referral ini adalah bonus bagi karyawan yang merekomendasikan kandidat yang pada akhirnya dipekerjakan oleh perusahaan. Dengan rekomendasi dari karyawan, kemungkinan tingkat kecocokannya menjadi lebih tinggi.

5. Bonus Keahlian

Dalam beberapa bidang bisnis, memiliki karyawan yang punya keahlian-keahlian khusus dengan sendirinya berkontribusi positif pada perusahaan. Contohnya, saat seorang karyawan memperoleh sertifikasi pada bidangnya, perusahaan juga memberikan bonus.

6. Tantiem

Ini adalah bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada Direksi dan Komisaris oleh pemegang saham yang didasarkan pada suatu persentase/jumlah tertentu dari laba bersih, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 70 ayat (1) UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT).

Selain jenis bonus di atas, ada pula bonus-bonus yang didesain perusahaan sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan itu sendiri. Kebutuhan perusahaan dalam hal employee engagement, misalnya. Ada perusahaan yang punya kebijakan bonus ulang tahun. Bonus ini diberikan kepada setiap karyawan yang sedang berulang tahun. Ada juga bonus wisata keluarga, di mana semua karyawan diajak berwisata bersama, dan boleh membawa serta keluarganya. Masih banyak lagi ide-ide kreatif untuk mengelola kompensasi karyawan menjadi bonus yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Menghitung persentase bonus, insentif, serta gaji karyawan dapat dilakukan dengan semakin mudah oleh departemen HR. Selain itu, karyawan sebaiknya merasakan langsung kebijakan kompensasi perusahaan –termasuk bonus— sebagai keuntungan bagi dirinya. Untuk itu, diperlukan sebuah aplikasi gaji karyawan untuk mereka memeriksa gaji, insentif, atau bonus lewat slip gaji online yang mudah diakses. Gadjian sebagai payroll software Indonesia menjawab semua kebutuhan itu. Kelengkapan fitur aplikasi HR Gadjian terbukti mempermudah departemen HR untuk menjalankan kebijakan inovatif yang mendukung kinerja perusahaan, termasuk pengelolaan bonus tahunan karyawan.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share