Penggajian Membuatmu Lembur? 3 Tips Agar Pembayaran Gaji Lebih Efisien

Penggajian Membuatmu Lembur? 3 Tips Agar Pembayaran Gaji Lebih Efisien | Gadjian

Setiap bulannya, karyawan menunggu tanggal gajian dengan suka cita. Namun di balik itu, Divisi HR mengalami kepusingan yang luar biasa karena pekerjaan yang bertambah. Umumnya, perhitungan gaji karyawan memakan banyak waktu karena ada berbagai komponen yang harus dicek, seperti lembur, bonus, THR, dan lain-lain. Tak hanya itu, potensi human error dalam cara menghitung gaji karyawan yang manual sangatlah tinggi. Divisi HR harus meneliti dan memeriksa semua aspek yang berhubungan, dan memastikan setiap pekerja mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan haknya.

Sahabat Gadjian bekerja sebagai Divisi HR dan ingin minggu penggajian terlewati dengan lancar? Simak tips berikut.

Pastikan Faktor Gaji Diketahui dan Dikelola Jauh-jauh Hari

Barangkali kebanyakan Divisi HR baru akan memikirkan penghitungan gaji pada satu minggu, atau bahkan beberapa hari, sebelum masa gajian. Hal ini akan menjadikan Divisi HR terburu-buru dalam bekerja, atau malah harus mengambil lembur. Sebaiknya Anda mencicil pekerjaan sejak awal bulan, berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan data. Sebagai contoh, perusahaan Anda memperbolehkan pengambilan pinjaman untuk karyawan. Maka Anda sudah dapat memprediksi potongan gaji yang akan dibebankan kepada karyawan tersebut. Membagi pekerjaan hitung gaji berdasarkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengecek data, baik mingguan ataupun harian, akan meningkatkan akurasi. Anda pun tidak perlu menghadapi tumpukan pekerjaan yang perlu diperiksa pada waktu yang bersamaan pada akhir bulan.

Anda dapat mengelola slip gaji karyawan secara online di Gadjian. Tidak hanya itu, Gadjian dapat menghitung potongan PPh 21 dan potongan BPJS yang akan langsung terpotong pada gaji bulanan karyawan. Potongan-potongan gaji tersebut akan otomatis ter-update pada slip gaji karyawan. Berikut contoh slip gaji karyawan Gadjian:

Contoh Slip Gaji Online Karyawan | Gadjian

Tingkatkan Transparansi Kejelasan Gaji

Sebagaimana disebutkan di atas, ada banyak faktor yang menentukan take home pay karyawan. Karyawan berhak mengetahui tentang potongan-potongan yang diberlakukan, seperti BPJS, PPh 21, dan sebagainya. Selain itu, jika perusahaan Anda memberlakukan denda keterlambatan, pekerja/buruh harus dapat memantau data kehadirannya untuk menghindari perilaku tidak disiplin yang semakin menjadi. Beralihlah menggunakan manajemen absensi karyawan berbasis software online yang memungkinkan pekerja mengakses data kehadirannya selama 1 (satu) bulan berjalan. Aplikasi absen karyawan juga dapat merekam istirahat kerja, cuti, dan sakit. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir saat menghadapi tanggal gajian, karena pekerja/buruh memahami mengapa mereka mendapatkan nominal gaji tersebut.

Berikut contoh rekap absensi karyawan di Gadjian:

Contoh Absensi Kehadiran Karyawan | Gadjian

Kendalikan Pola Kerja dengan Efektif

Salah satu variabel yang paling rumit dalam menentukan gaji karyawan adalah pemberlakuan kerja shift yang beragam. Hal ini akan berdampak pada perhitungan lembur. Lagi-lagi, dibutuhkan software absensi karyawan yang dapat mencatat jadwal kehadiran karyawan dengan tepat. Pada akhir bulan, Anda tinggal memonitor pengelolaan pola kerja melalui catatan absen kantor, dan gaji pun dapat dihitung dengan lebih cepat.

Di Gadjian, pola kerja atau shift kerja karyawan dapat dikelola dengan mudah. Anda dapat mengelola pola kerja yang disesuaikan dengan jam kerja masing-masing karyawan. Dibawah ini adalah contoh tampilan pola kerja karyawan di Gadjian.

Contoh Pola Kerja atau Shift Kerja Karyawan Excel | Gadjian

Penggunaan aplikasi HRD yang mengintegrasikan berbagai fitur, dari mulai data absensi; pola kerja; kelola cuti, sakit, dan ijin; hingga pembukuan gaji akan mempermudah pekerjaan Divisi HR dan meminimalisasi human error dalam menentukan gaji. Masa gajian pun tak lagi menjadi mimpi buruk bagi Anda dan pimpinan.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share