5 Faktor yang Menentukan Besar-Kecilnya Gaji Karyawan

5 Faktor yang Menentukan Besar - Kecilnya Gaji Karyawan | Gadjian

Penghitungan gaji atau upah karyawan menjadi kegiatan rutin departemen HR setiap bulannya. Semua faktor dikumpulkan, kemudian dihitung dalam satuan mata uang dengan sangat cermat. Perusahaan berusaha menyusun gaji karyawan dengan baik, untuk memenuhi hak karyawan secara adil, sekaligus menjaga nilai perusahaan di pasar tenaga kerja. Jika sistem penggajian sebuah perusahaan terkesan buruk, tentu akan menurunkan minat tenaga kerja potensial untuk bergabung dengan perusahaan itu.

Merujuk pada UU Ketenagakerjaan, gaji atau upah dapat kita pahami sebagai hak karyawan yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha kepada karyawan. Hak ini harus ditetapkan dan dibayarkan sesuai dengan perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk di dalamnya tercantum pula tentang tunjangan bagi karyawan serta keluarganya.

Meskipun sama-sama ingin mencerminkan keadilan dalam cara menghitung gaji karyawannya, faktanya, masing-masing perusahaan memiliki kebijakan penggajian/pengupahan yang berbeda-beda. Hal tersebut terjadi karena perbedaan sektor usaha, struktur organisasi, rasio perbandingan bobot pekerjaan antarjabatan, kemampuan perusahaan, Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku, dan lain-lain.

Lalu, apa saja yang wajib dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menentukan struktur dan skala upah untuk karyawan, yang akan berpengaruh pada besar-kecilnya gaji karyawan? Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 1 Tahun 2017 telah mengatur sebagai berikut:

“Struktur dan Skala Upah wajib disusun oleh Pengusaha dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi.”

1. Golongan Jabatan

Yang dimaksud golongan jabatan di sini adalah pengelompokan jabatan berdasarkan nilai atau bobot jabatan. Jabatan-jabatan yang tugas serta tanggungjawabnya relatif sama dapat digabung menjadi satu kelompok golongan jabatan. Golongan jabatan seorang karyawan akan menentukan di besar-kecilnya gaji dan fasilitas yang ia terima dari perusahaan.

2. Jabatan

Jabatan bisa dipahami sebagai sekelompok tugas dan pekerjaan dalam organisasi perusahaan. Jabatan yang berbeda mempunyai risiko tugas, tanggung jawab, serta tingkat kesulitan yang berbeda pula. Maka, jabatan pun menentukan besar-kecilnya gaji yang didapatkan karyawan.

3. Masa Kerja

Masa kerja adalah lamanya pengalaman melaksanakan pekerjaan tertentu yang dipersyaratkan dalam suatu jabatan. Masa kerja berhubungan erat dengan pengalaman. Semakin berpengalaman, semakin tinggi pula nilai seorang calon karyawan di mata sebuah perusahaan. Tak heran masa kerja turut berkontribusi pada besar-kecil gaji yang ditawarkan perusahaan untuknya.

4. Pendidikan

Pendidikan yang dimaksud ialah tingkat pengetahuan yang diperoleh dari jenjang pendidikan formal yang dipersyaratkan dalam suatu jabatan. Selalu ada prasyarat minimal pendidikan untuk memegang jabatan tertentu. Pendidikan memang menjadi salah satu yang diperhitungkan dalam angka gaji seorang karyawan, terutama pada awal karyawan masuk.

5. Kompetensi

Kompetensi merupakan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar yang dipersyaratkan untuk suatu jabatan. Jika kompetensi karyawan sesuai (fit) dengan jabatan yang diembannya, perusahaan pun akan diuntungkan. Sebaliknya, karyawan yang tidak berkompeten akan menurunkan produktivitas perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan mempertimbangkan faktor kompetensi karyawan untuk menentukan besaran gaji yang layak ia peroleh.

Analisis jabatan memegang peranan penting untuk menyusun sistem penggajian yang rapi dan adil. Data uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification) yang lengkap, akan memudahkan HR merumuskan sistem penggajian karyawan. Melalui uraian jabatan, HR dapat memetakan semua unit pekerjaan, menggolongkan jabatan-jabatan, memberikan bobot/ nilai poin jabatan, dan akhirnya menentukan struktur serta skala gaji karyawan yang sesuai.

Struktur dan skala gaji karyawan akan menjadi dasar untuk penggajian karyawan, termasuk menjadi acuan apabila karyawan mendapatkan promosi ataupun demosi jabatan. Penggunaan HR software sangat membantu di sini. Data-data kepegawaian yang terintegrasi secara otomatis dapat menyederhanakan tugas HR untuk menghitung gaji karyawan, termasuk tunjangan, potongan gaji, bonus kinerja, PPh 21 (berikut memperhitungkan PTKP-nya), serta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, yang berbeda-beda pada tiap jabatan dan golongan jabatan.

Setiap periode penggajian, karyawan berhak mendapatkan slip gaji dan mengetahui take home pay-nya pada periode itu. Dengan Payroll Software Gadjian, HR tidak lagi perlu melakukan tugas tersebut secara manual. Karyawan dapat mengakses slip gaji kapan saja melalui aplikasi HRD ini.

Payroll Software Indonesia Untuk Mengelola Keuangan & Karyawan Perusahaan, termasuk perhitungan PPh 21, perhitungan BPJS, dan perhitungan lembur | Gadjian

Bagikan artikel ini:

Share